Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (798): Pelurusan Sejarah Zaman Baru di Indonesia; Narasi Sejarah Indonesia Kini Ada Tidak Reliabel

Tempo Doelo by Tempo Doelo
26.08.2022
Reading Time: 6 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sebagaimana pada artikel sebelum ini, ada perbedaan
motif para peneliti/ahli sejarah era Hindia Belanda dibandingkan era Indonesia masa
kini. Para peneliti masa kini, baik orang Indopnesia maupun orang asing
(terutama orang Belanda) tentang sejarah Indonesia (sejarah Indonesia merdeka,
sejarah Hindia Belanda, sejarah era VOC/Belanda dan era Portugis serta zaman
kuno). Tujuan para peneliti pada masa ini tetap untuk tujuan kebenaran ilmiah,
tetapi kerap tergoda dengan motif lainnya. Hal itulah mengapa narasi sejarah
Indonesia masa kini tidak sedikit yang kontroversi (relative terhadap era
Hindia Belanda).


Ada perbedaan ketersedian data
sejarah pada era Hindia Belanda dengan era masa kini. Pada masa kini, para
peneliti sudah cukup tinggi ketersediaan data, juga metode pengumpulan data dan
analisis lebih canggih dan lebih banyak pilihan untuk yang sesuai. Hanya saja
perlua diperhatikan bahwa data-data yang berasal dari era Hindia Belanda ada
yang bersifat politis dan ada yang apa adanya. Dokumen-dokumen pemerintah harus
dapat dipilah-pilah. Dokumen pemerintahm terutama yang bersifat kebijakan tidak
mengacu pada fakta dan data. Selain itu, data yang bersumber dari era Indonesia
merdeka meski banyak tersedia tetapi para peneliti tidak semurni pada era
Hindia Belanda. Para peneliti masa kini sudah tergoda dengan pesanan (pihak lain)
atau tujuan yang lain (tujuan pribadi) yang adakalanya tidak terkait dengan
kebenaran ilmiah, tetapi ada yang sebaliknya kesimpulan penelitian yang dibuat malahan
untuk tujuan pembenaran.

Lantas bagaimana sejarah pelurusan sejarah zaman
baru Indonesia? Seperti disebut di atas, penelitian pada era Hindia Belanda banyak
yang tidak valid lagi. Lalu penelitian pada masa ini narasi sejarah Indonesia merdeka
banyak yang tidak reliabel. Semua itu karena masuknya motif pribadi yang tidak
terkait dengan tujuan kebenaran ilmu pengetahuan.
Lalu bagaimana sejarah pelurusan
sejarah zaman baru Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pelurusan Sejarah Zaman Baru Indonesia; Narasi Sejarah
Indonesia Merdeka Banyak Tidak Reliabel

Sejarah Indonesia, sejak era Nusantara (baca: Hindia
Timur) sudah banyak ditulis dan semakin banyak tulisan-tulisan yang
dipublikasikan dalam berbagai bentuk di berbagai jenis media (surat kabar,
majalah, jurnal dan buku). Data dan publikasi menjadi sumber sejarah yang
penting yang dapat digunakan para peneliti/penulis berikutnya (tentu saja bis
akita akses semua pada masa ini). Seperti dideskripsikan pada artikel sebelum
ini, banyak data publikasi pada era Hidia Belanda tidak valid lagi. Untuk
meningkatkan validitasnya sudah menjadi tugas para peneliti/penulis pada era Indonesia
(orang Indonesia dan asing). Dalam konteks inilah kita membicara soal pelurusan
sejarah zaman baru Indonesia.


Dalam penulis narasi sejarah Indonesia, jika ada tujuan dengan motif
pribadi, yang mengingkari kebenaran ilmu pengetahuan, misalnya kebohongan dengan
mempromosikan dan mengelembungkan pelaku dan peristiwa sejarah satu pihak, maka
akan menghilangkan pelaku sejarah dan mengerdilkan peristiwa sejarah pihak
lain, juga akan menurangi hak public. Dunia ilmu pengathuan dalam hal ini telah
sejak lama mengusung motto: Veritas, Probitas, Iustitia yang artinya Kebenaran,
Kejujuran, Keadilan. Motto ini membentengi dunia ilmu pengetahuan masuknya
motif pribadi di atas hak public.

Pada era Indonesia baru ini, akumulasi data dan
publikasi orang-orang Belanda semakin menurun (terutama sejak 1857), sementara
data dan publikasi anak bangsa Indonesia semakin banyak, seperti fungsi dokumentasi
instansi, surat kabar dan penerbitan buku-buku baik di lingkung perguruan
tinggi maupun lainnya. Dalam fase baru Indonesia ini, sumber yang dijadikan
rujukan adalah sumber-sumber yang berasal dari era Hindia Belanda dan juga
sumber-sumber terkini. Analisis dan penerbitan orang Indonesia yang semakin banyak,
alamnya sudah berbeda dengan era Belanda (VOC dan Pemerintah Hindia Belanda). Dalam
alam Indonesia baru, presferensi penulis tidak sepenuhnyanya lagi dengan motto Veritas,
Probitas, Iustiti. Mengapa?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Narasi Sejarah Indonesia Merdeka Banyak Tidak Reliabel:
Politik dan Etik dalam Penyelidikan Sejarah Masa Kini

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

SENGSARA PASTI DATANG JIKA PANGKAT DAN HARTA UNTUK BERBUAT ZHALIM

Dari sebuah album foto tentang industri mesin berat di Surabaya keluaran tahun 1902 (1)

Iklan

Recommended Stories

Resep Cannoli Original Sisilia Menggunakan Bahan Lokal

21.06.2024

Mr. Assaat gelar Datuk Mudo ketika menjadi pimpinan sidang BP-KNIP di Malang, 1947

17.04.2017

Waleed Shaath, Bayi yang Genapi Jumlah Penduduk Gaza Menjadi Dua Juta Jiwa

13.10.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?