Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (767): Pers Berbahasa Melayu Dikembangkan Orang Cina dan Batak; Awal Pers di Asia Tenggara

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.08.2022
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Kegiatan tulis menulis tidak selalu linier. Itu juga
terjadi dalam pers(uratkabaran). Pers berbahasa Melayu, sebenarnya dimulau oleh
orang-orang Belanda, tetapi kemudian dikembangkan oleh orang Cina dan orang
Batak. Pers berbahasa Melayu adalah surat kabar dan majalah yang menggunakan bahasa
Melayu. Ini mengindikasikan pada awal orang Melayu sendiri belum terlibat dalam
pers berbahasa Melayu. Orang-orang Melayu di Semenanjung Malaya bahkan belum
kenal ap aitu pers berbahasa Melayu.


Surat kabar di Nusantara (Indonesia, Malaysia, Singapoera
dan Filipina serta lainnya) bermula di Batavia (kini Jakarta). Dengan
mengabaikan surat kabar pada era VOC/Belanda, surat kabar di Batavia dimulai
pada tahun 1810. Surat kabar pertama ini berbahasa Belanda. Setelah Batavia
kemudian baru muncul di Soerabaja. Semarang dan Padang. Seiring dengan
pertumbuhan surat kabar di Indonesia (baca: Hindia Belanda), mulau muncul
jurnal/semi/ilmiah di Batavia kemudian disusul di Singapoera (berbahasa
Inggris) dan di Manila (berbahasa Spanyol). Surat kabar berbahasa Melayu muncul
pertama di Soerabaja pada tahun 1853. Lalu kemudian menyusul di Padang dan Batavia.
Pada awal pertumbuhan pers berbahasa Melayu ini mulai muncul surat kabar
berbahasa Inggris di Singapoera dan berbahasa Spanyol di Manila. Hingga sejauh
ini pers berbahasa Melayu (di Hindia Belanda) masih dikelola oleh orang-orang
asing (Belanda dan Jerman). Pada tahun 1895 di Padang seorang pribumi (orang
Batak) mulai aktif sebagai editor dalam surat kabar berbahasa Melayu. Lalu
bagaimana dengan orang-orang Cina.

Lantas bagaimana sejarah pers berbahasa Melayu
dikembangkan orang Cina dan orang Batak? Seperti disebut di atas, pers berbahasa
Melayu awalnya orang asing tetapi kemudian menysul yang pertama orang pribumi
dan orang Cina.
Lalu bagaimana sejarah pers berbahasa
Melayu dikembangkan orang Cina dan orang Batak? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pers Berbahasa Melayu Dikembangkan Orang Cina dan
Batak; Sejarah Awal Pers Indonesia

Pers berbahasa Melayu, surat kabar atau majalah
ditulis dalam bahasa Melayu (umumnya menggunakan aksara Latin). Namun awal
munculnya pers berbahasa Melayu bukan di Tanah Melayu (seperti Semenanjung
Malaya dan Kepulauan Riau). Anehmya lagi, pers berbahasa Melayu justru diawali
orang-orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Melayu. Para pegiat awal pers
berbahasa Melayu, bukan juga orang-orang Jawa tetapi umumnya adalah orang-orang
Cina dan orang-orang Batak. Mengapa bisa begitu?


Sejak kapan orang Batak bisa berbahasa Melayu? Sulit diketahui secara
pasti. Yang jelas penduduk orang Batak sedari doeloe di zaman kuno umumnya berada
di pedalaman (Sumatra). Namun ada kekhususan wilayah orang Batak di (distrik)
Angkola (kini wilayah kota Padang Sidempuan). Wilayah Angkola secara geografis pada
zaman dulu adalah wilayah paling sempit pulau Sumatra (semacam bootleneck)
dimana di wilayah Angkola antara pantai barat Sumatra dan pantai timur Sumatra
memiliki jarak terpendek. Ibarat pada masa ini di wilayah (area) mana jarak
terdekat antara sungai Ciliwung dan sungai Cisadane. Jelas tidan antara kota
Jakarta dan kota Tangerang, tetapi di pusat kota Bogor (antara kampong Sempur
dan kampong Empang). Oleh karena itu lalu lintas perdagangan orang Bogor zaman
doeloe (Pakwan-Padjadjaran) bisa melalui daerah aliran sungai Ciliwung maupun
daerah alisaran sungai Cisadane, Hal itulah dengan wilayah Angkola di pedalaman
Sumatra (bagian utara) begitu dekat jarak antara pantai barat (di Pelabuhan Lumut,
sebelum bergeser ke Barus) dan pantai timur (Pelabuhan Binanga). Boleh jadi
wilayah Angkola adalah jalur lalu lintas perdagangan antara India dan Tiongkok
(orang India menerima barang dari Tiongkok di Lumut dan orang Tiongkok menerima
barang dari India di Binanga). Dalam catatan geografi Ptolomeus abad ke-2 diinterpretasi
sentra produk kamper (komoditi sangat berharga) di Sumatra bagian utara. Dalam
catatan Eropa pada abad ke-5 disebut kamper diekspor dari Pelabuhan Barus. Dalam
prasasti Kedoekan Boekit (682 M) disebut raja Dapunta Hyang Nayik dengan
pasukannnya berangkat dari (Pelabuhan) Minanga (pelabuhan yang diduga kuat
Binanga). Parasasti Tanjore (1030 M) kerajaan Chola termasuk menaklukkan Panai
(kini berada di Binanga). Dalam teks Negarakertagama (1365) disebutkan sejumlah
kerajaan (kota perdagangan) diantaranya Panai dan Barus. Sebelum kehadiran
Portugis, penulis Mendes Pinto (1537) menyebut Kerajaan Aru Batak Kingdom pernah
menyerang (kerajaan) Malaka. Mendes Pinto juga mencatat kekuatan Kerajaan Aru
sebanyak 15.000 pasukan, dimana delapan ribu adalah orang Batak dan sisanya
didatangkan dari Minangkabau, Jambi, Indragiri, Brunai dan Luzon. Pada tahun 1703
menurut catatan Kasteel Batavia (Daghregister) disebutkan seorang pedagang Cina
tinggal di Angkola selama 10 tahun berdagang (dia datang dari Batavia melalui
Malaka hingga memasuki wilayah Angkola dari pantai timur Sumatra sekitar 1693).
Pada tahun 1703 kembali ke Batavia tahun 1703 dengan seorang istri Angkola
dengan putri tunggal mereka).

Berbahasa Melayu sejak zaman kuno tentulah tidak
hanya orang (yang diidentifikasi/ mengidentifikasi) Melayu. Bahasa Melayu
sebagai lingua franca sejak zaman kuno, sudah banyak orang non Melayu yang bisa
berbahasa Melayu. Orang Jawa di pulau Jawa juga sudah banyak yang berbahasa
Melayu (ini dapat dilihat dalam berbagai prasasti di Jawa). Orang Cina yang
sudah aktif dalam perdagangan sejak masa lampau di nusantara (Sumtra, Jawa,
Kalimantan dan lainnya) sudah barang tentu menggunakan bahasa Melayu. Ini
mengindikasikan bahwa sejak lama orang Cina dan orang Batak sudah banyak yang
bisa berbahasa Melayu (dwibahasa). Ibarat masa ini penduduk Batak di pedalaman
Sumatra (utara) tidak hanya bahasa Batak juga bisa berbahsa Indonesia
(dwibahasa).


Orang Cina pada awalnya bukan pelaut. Dalam catatan Tiongkok, dinasti Han
abad ke-2 disebut utusan raja Yehtiao menhadap Kaisar Tiongkok di Peking untuk
membuka pos perdagangan. Para peneliti era Hindia Belanda yakin Yehtiao diduga adalah
kerajaan di Sumatra. Pada prasasti Vo Chan (kini di Vietnam) pada abad ke-5
terbentuk kerajaan baru. Pada abad ke-7 sudah ada komunitas Arab di Canton. Masih
pada abad ke-7 I’tsing menggunakan kapal asing dari Kanton ke pantai timur
Sumatra (Sriwijaya). Kemampuan Tiongkok dalam navigasi pelayaran (perdagangan)
baru diketahui secara pasti pada awal abad ke-15 (ekspedisi Cheng Ho). Pada
saat kehadiran Portugis di Malaka tahun 1511 sudah ada komunitas Cina di (pelabuhan)
Malaka. Dalam laporan Mendes Pinto juga disebut Kerajaan Aru memberi izin bagi
orang-orang Mandarin berdagang di pantai timur Sumatra. Saat mana ekspedisi
pertama Belanda (1595-1597) disebutkan banyak perahu-perahu Jung Tiongkok di
pantai utara Jawa dan juga menemukan komunitas Cina di Banten. Pada era VOC
(Belanda) pedagang-pedagang Cina menjadi perantara antara perdagangan di pantai
dan pedalaman (sebagai misal ada nama kampong Pondok Cina di Depok pada era
VOC). Pada era Pemerintah Hindia Belanda, posisi perdagangan Cina di seluruh
Hindia Belanda sudah sangat kuat dengan komunitas Cina di kota-kota pantai dan
kota-kota pedalaman (seperti di Buitenzor/Bogor dan bahkan Bandoeng).  

Pada era Pemerintah Hindia Belanda, dalam domain
bahasa Belanda dan bahasa Melayu sebagai bahasa utama dalam pemerintahan, mulai
diintroduksi aksara Latin, dengan mendirikan sekolah-sekolah pemerintahan,
awalnya dimulai di kota-kota besar seperti Batavia, Soerabaja dan Padang. Orang-orang
Cina di perkotaan mulai mengadopsi aksara Latin dalam penulisan mereka sendiri.
Anak-anak orang Cina juga memasuki sekolah-sekolah yang dibuat pemerintah. Di
pedalaman Sumatra, sekolah pemerintah bagi penduduk pribumi mulai
diselenggarakan pada tahun 1840an di dua tempat di Padangsche Bovenlanden (Afdeeling
Agam, sekitar Fort de Kock dan di Tapanoeli (afdeeling Angkola Mandailing).
Pada tahun 1854 sudah ada dua lulusan sekolah di Angkola Mandailing yang
diterima di sekolah kedokteran di Batavia (dua siswa pertama yang diterima dari
luar Jawa).


Pada tahun 1856 sekolah guru didirikan di Fort de Kock (sekolah guru
pertama di Hindia Belanda didirikan di Soeracarta pada tahun 1851). Pada tahun
1857 seorang lulusan sekolah di Mandailing, Sati Nasution berangkat studi
keguruan ke Belanda (orang pribumi pertama studi ke Belanda). Setelah lulus
sekolah guru di Belanda, Sati Nasution alias Willem Iskander kembali ke kampong
halaman dan mendirikan sekolah guru tahun 1862 di kampong Tanobato, Mandailing
(sekolah guru ketiga di Hindia Belanda). Pada tahun ini di Afdeeling Angkola
Mandailing sudah ada enam sekolah pemerintah, darimana para lulusan menjadi
siswa yang diterima di sekolah guru yang diasuh oleh Willem Iskander.
Sekolah-sekolah guru yang ada itulah kemudian menghasilkan banyak guru-guru (yang
memiliki kemampuan aksara Latin dan bahasa Melayu) yang kemudian sekolah
semakin banyak didirikan. Hal itulah mengapa sejak awal (era Pemerintah Hindia
Belanda) sudah banyak  orang Jawa, orang
Minangkabau dan orang Batak (khususnya Angkola Mandailing) plus orang Cina yang
telah menghasilkan tulisan (buku-buku pelajaran dan buku-buku umum). Dengan
situasi dan kondisi ini pula, penduduk pribumi dan Cina di Hindia Belanda mulai
memasuki dunia jurnalistik.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sejarah Awal Pers Indonesia: Dimulai Orang Batak dan
Orang Cina

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Dari Bandung ke Garut pake Kereta Api Cibatuan

Sejarah Menjadi Indonesia (768): Pers Pribumi Berbahasa Asing (Belanda-Inggris) Diinisiasi Orang Batak; Pers Internasional

Iklan

Recommended Stories

Subhanallah, Video Angin Kencang Berhenti di Tengah Kumandang Azan

Subhanallah, Video Angin Kencang Berhenti di Tengah Kumandang Azan

29.11.2015

Sejarah Mahasiswa (7): Tehupelory Dokter di Belanda dan Guru JH Wattimena Studi ke Belanda;Pendidikan di Ambon Sejak Doeloe

09.08.2023
Pasar Terapung: Pasar Terunik di Banjarmasin

Pasar Terapung: Pasar Terunik di Banjarmasin

29.03.2021

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?