Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (755): Bahasa Indonesia Bukan Bahasa Melayu Riau; Awal Bahasa Melayu di Semenanjung Malaya

Tempo Doelo by Tempo Doelo
05.08.2022
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Bahasa Indonesia, memang berakar dari bahasa Melayu,
tetapi Bahasa Indonesia adalah bahasa dan dialek yang sangat khas. Dalam banyak
tulisan, Bahasa Indonesia disebut berasal dari bahasa Melayu Riau. Juga disebut
tatabahasa Indonesia juga dipelajari dari bahasa Melayu Riau. Apa, iya? Nah,
itu yang akan dideskripsikan.

Secara historis bahasa Melayu
awalnya terbentuk di pantai timur Sumatra pada abad ke-7 (sebagai suksesi
bahasa Sanskerta). Tentu saja saat itu belum ada populasi di kepulauan iau yang
sekarang. Populasi yang sudah ada baru ada di Bangka (lihat prasasti Kota Kapur
686 M). Di Semenanjung Malaya sendiri penduduk yang ada adalah populasi negrito
(yang kemudian dikenal sebagai orang Semang). Pada saat Nicolo Conti kembali
dari Tiongkok pada tahun 1290 pulau Bintan dan pulau Batam adalah pulau kosong.
Nama Batam baru disebut dalam teks Negarakertagama (1365). Pada tahun 1404 oleh
pangeran Palembang medirikan kota Malaka, suatu wilayah marjinal (hanya sekitar
wilayah Kedah dengan pertambangannya yang potensial). Kehadiran Portugis di
Malaka tidak dalam konteks sumber daya alam dan manusia tetapi posisi strategis
dalam navigasi pelayaran perdagangan, Meski Belanda/VOC telah mengakuisisi
Malaka (dari Portugis) tahun 1641, Malaka tetap dianggap tidak penting. Wilayah
Malaka dan sekitar terutama wilayah Selangor baru penting ketika para pengeran
Kerajaan Gowa eksodus dari Makassar tahun 1669. Sejak era eksodus inilah diduga
kepulauan Riau mulai ramai. Secara perlahan pengguna bahasa Melayu di
Semenanjung Malaya dan kepulauan Riau mulai dominan, hingga pada akhirnya
bahasa-bahasa asli menghilang (punah). Hal itulah mengapa di dua kawasan
(Semenanjung Malaya dan kepulauan Riau) tidak ditemukan lagi jejak bahasa dari
penduduk asli (berbeda dengan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan) kecuali ernik
Semang di pedalaman Semenanjung. Etnik orang Laoet, orang Banuwa dan orang
Sakai adalah penduduk berbahasa Melayu yang tertinggal (dari kemajuan
peradaban).

Lantas bagaimana sejarah Bahasa Indonesia bukan
berasal dari bahasa Melayu di Riau?
Seperti disebut di atas, sebelum terdapat populasi di
kepulauan Riau, bahasa Melayu sudah sejak lama berkembang di pantai timur
Sumatra (bahkan di Jawa). Pengguna bahasa Melayu di kepulauan Riau baru
belakangan seperti halnya di Semenanjung Malaya.
. Lalu bagaimana sejarah Bahasa
Indonesia bukan berasal dari bahasa Melayu di Riau? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Bahasa Indonesia Bukan Bahasa Melayu Riau; Awal Bahasa
Melayu di Semenanjung Malaya

Jauh sebelum bahasa Melayu berkembang di Kepulauan
Riau (khususnya di pulau Bintan), bahasa Melayu sudah tersebar di seluruh
nusantara (bahkan sejak era Sriwijaya abad ke-7). Saar kehadiran orang Eropa/Portugis
di Nusantara (sejak 1511), penyebaran bahasa Melayu sudah mencapai pantai
selatan Afrika (Madagakar), pantai timur Tiongkok (Canton) dan pantai timur
Australia (Maori/Aucland/Selandia Baru).


Bahasa Melayu jauh lebih awal berkembang di pantai utara sebelum bahasa
Melayu berkembang di Kepulauan Riau, Saat kehadiran Belanda tahun 1596 di nusantara,
lingua franca di (Pelabuhan) Kerajaan Banten adalah bahasa Melayu. Pada
permulaan VOC (Belanda) dengan pos perdagangan dipindahkan dari Amboina ke
Batavia tahun 1619, (Pelabuhan( Malaka sudah jauh menurun. Pelabuhan-pelabuhan
utama perdagangan saat ini hanya terdapat di empat tempat: Atjeh, Banten, Gowa (dan
Ternate). Kapal-kapal Portugis tidak lagi dari dan ke Malaka, tetapi dari Eropa
langsung ke berbagai pelabuhan utama (dimana juga terdapat loji-loji Portugis).
Catatan: Belanda mengusir Portugis dari Amboina tahun 1605, dari Koepang tahun 1612,
dari Ternate/Tidore tahun 1630an; dari Malaka tahun 1641, dari Kamboja tahun
1642. Pos utama Portugis hanya tersisa di Macao plus pos marjinal di Dilli
(Timor). Pelaut-pelaut Portugis hanya sebagai tamu di berbagai Pelabuhan yang
ada (kecuali di Makao).

Nama (kepulauan( Riau mulai penting pada awal tahun
1850an Ketika Pemerintah Hindia Belanda akan membuka cabang pemerintahan di
Riau. Eks Pelabuhan Portugis di (kampong) Riau (di barat daya pulau Bintan) yang
dikuasai Belanda/VOC sejak 1641, dijadikan ibu kota. Namun dalam
perkembangannya Pemerintah Hindia Belanda memindahkan ibu kota ke benteng
Tanjoeng Pinang (yang berseberangan dengan pulau Penyegat, dimana Sultan Riau
berkedudukan). Saat permulaan cabang Pemerintah Hindia Belanda di Riau inilah
seorang pejabat Elisa Netscher melakukan studi di Riau (studi tentang bahasa
Melayu).


Sejak tahun 1819 saat mulai Pemerintah Hindia Belanda menyelenggarakan Pendidikan
kepada komunitas Eropa di berbagai kota, pemerintah juga mulai mengintroduksi pendidikan
modern bagi pribumi dengan menempatkan sejumlah guru yang didatangkan dari
Belanda di beberapa kota antara lain Batavia, Semarang, Soerabaja dan Padang.
Pada tahun 1850 didirikan sekolah guru (kweekschool) di Soeracarta dan pada
tahun 1851 didirikan sekolah kedokteran di Batavia. Dua sekolah tinggi bagi
pribumi ini (siswa yang diterma lulusan sekolah dasar) bahasa yang digunakan
adalah bahasa Melayu, Pada tahun 1854 dua siswa berasal dari Tapanoeli diterima
di sekolah kedokteran di Batavia (dua siswa pertama berasal dari luar Jawa).
Pada tahun 1856 sekolah guru kedua didirikan di Fort de Kock. Pada tahun 1857
seorang lulusan sekolah dasar dari Mandailing (Tapanoeli) Sati Nasoetion melanjutkan
studi keguruan ke Belanda. Pada tahun 1862 Sati Nasoetion mendirikan sekolah
guru  di Mandailing (sekolah guru yang ketiga
di Hindia Belanda).

Laporan studi Netscher dipublikasikan pada tahun
1853 di majalan yang terbit di Batavia. Topik bahasannya adalah soal tema yang
terkandung dalam sastra yang ditulis oleh Radja Ali Hadji (Gurindam Dua Belas).
Dalam artikel Netscher ini tidak berbicara soal bahasa dan tatabahasa Melayu,
melainkan konten gurundam yang diperlukan dalam memahami etnografi penduduk kepulauan
Riau sehubungan dengan pembentukan cabang pemerintahan. Oleh karena Netscher
dianggap ahli Riau, lalu pada tahun 1862 Elisa Netscher diangkat sebagai
residen pertama Riau. Seperti kita lihat nanti, ketika seorang guru di sekolah
guru (kweekschool) Padang Sidempoean (Tapanoeli) Charles Adriaan van Ophuijsen mulai
mempelajari bahasa Melayu, karya Elisa Netscher termasuk sumber yang digunakan
(saat itu sudah banyak artikel-artikel dengan topik bahasa Melayu).


Bagaimana Charles Adriaan van Ophuijsen tertarik mempelajari bahasa
Melayu? Ini bermula pada tahun 1850 Zending Belanda mengirim ahli bahasa Dr NH
van der Tuuk ke Tapanoeli untuk mempelajari bahasa Batak. NH van der Tuuk
mempublikasikan artikel tentang tata bahasa Batak tahun 1856 (kajian tata
bahasa pertama di Hindia Belanda). Pada saat sekolah guru di Mandailing dibuka
Sati Nasoetion pada tahun 1862, buku NH van der Tuuk digunakan. Sekolah guru
Mandailing ini, meski dengan bahasa pengantar juga mempelajari bahasa Melayu
dan bahasa Belanda. Ketika ` Charles Adriaan van Ophuijsen ditempatkan di
Mandailing pada tahun 1876 sebagai opziener, van Ophuijsen menemua banyak
penduduk bisa menulis dan guru-guru membuat buku pelajaran tertarik dengan sastra
dan bahasa Batak. Akhirnya van Ophuijsen berhenti sebagai pejabat pemerintah
dan menjadi guru sejak 1879 dan ditempatkan sebagai guru di skeolah guru Padang
Sidempoean tahun 1881. Sejak inilah van Ophuijsen intens mempelajari bahasa
Melayu. Seperti kita lihat nanti van Ophuijsen pada tahun 1903 menerbitkan buku
tata bahasa Melayu (tata bahasa Melayu pertama’ yang kedua setelah tata bahasa
Batak).

Sementara semakin banyak penduduk kota yang bisa
membaca (telah mendapat pendidikan modern aksara Latin), pada tahun 1856 muncul
surat kabar berbahasa Melayu pertama di Soerabaja. Surat kabar ini dikelola
oleh orang Eropa dengan editor seorang Eropa. Tidak lama kemudian pada tahun
yang sama terbit surat kabar berbahasa Melayu di Padang. Surat kabar berbahasa
Melayu kemudian muncul di Batavia dan Semarang. Dalam konteks bahasa Melayu
tertulis (pengajaran, artikel di majalah, buku, koran) inilah yang harus dipandang
sebagai cikal bahasa Bahasa Indonesia. Seperti kita lihat nanti, bahwa keliru
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu dari Riau.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Awal Bahasa Melayu di Semenanjung Malaya: Perkembangan
Lebih Lanjut Bahasa Melayu di Kepulauan Riau

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (756): Bahasa Melayu versus Bahasa Indonesia; Awal Pembentukan Tata Bahasa Indonesia (1881)

SIAPKAN AMAL YANG PAHALANYA MENGALIR TERUS SETELAH WAFAT

Iklan

Recommended Stories

Misteri Manusia Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Sensasi Perjalanan dan Keindahan Alam di Jalur Cangar kota Batu

08.04.2015
Menanti Kedatangan Umar dan Shalahuddin

Milkiyo, Kenikmatan Susu Sapi Segar di Pontianak

14.12.2018
Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

18.04.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?