Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (747): Kamboja Kota Katigara dan Geomorfologi; Wilayah Antara Thailand dan Vietnam di Teluk Siam

Tempo Doelo by Tempo Doelo
01.08.2022
Reading Time: 10 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Apa pentingnya Kota Kamboja? Yang jelas, seperti
Malaka, Kota Kamboja diakuasai oleh VOC (Belanda) tahun 1642. Tentu saja tidak
hanya itu. Secara historis, disebut Kota Kamboja adalah kota kuno yang disebut
dalam catatan geografi Ptolomeus abad ke-2 dengan nama Katigara. Dalam hubungan
inilah menarik untuk diperhatikan bagaimana sejarah geomoerfologi (wilayah)
Kamboja.


Perkembangan peradaban Kamboja
terjadi pada abad 1 Masehi. Selama abad ke-3,4 dan 5 Masehi, negara Funan dan
Chenla bersatu untuk membangun daerah Kamboja. Negara-negara ini mempunyai
hubungan dekat dengan Cina dan India. Kekuasaan dua negara ini runtuh ketika
Kerajaan Khmer dibangun dan berkuasa pada abad ke-9 sampai abad ke-13.
Kerajaan Khmer
masih bertahan hingga abad ke-15. Ibu kota Kerajaan Khmer terletak di Angkor,
sebuah daerah yang dibangun pada masa kejayaan Khmer. Angkor Wat, yang dibangun
juga pada saat itu, menjadi simbol bagi kekuasaan Khmer.
Pada tahun
1432, Khmer dikuasai oleh Kerajaan Thai. Dewan Kerajaan Khmer memindahkan ibu
kota dari Angkor ke Lovek, di mana Kerajaan mendapat keuntungan besar karena
Lovek adalah bandar pelabuhan. Pertahanan Khmer di Lovek akhirnya bisa dikuasai
oleh Thai dan Vietnam, dan juga berakibat pada hilangnya sebagian besar daerah
Khmer. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1594. Selama 3 abad berikutnya, Khmer
dikuasai oleh Raja-raja dari Thai dan Vietnam secara bergilir.
Pada tahun
1863, Raja Norodom, yang dilantik oleh Thai, mencari perlindungan kepada
Prancis. Pada tahun 1867, Raja Norodom menandatangani perjanjian dengan pihak
Prancis yang isinya memberikan hak kontrol provinsi Battambang dan Siem Reap
yang menjadi bagian Thai. Akhirnya, kedua daerah ini diberikan pada Kamboja
pada tahun 1906 pada perjanjian perbatasan oleh Prancis dan Thai.
Kamboja
dijadikan daerah Protektorat oleh Prancis dari tahun 1863 sampai dengan 1953,
sebagai daerah dari Koloni Indochina.
Pada masa ini Kamboja
mempunyai area seluas 181.035 km2. Berbatasan dengan Thailand di barat dan
utara, Laos di timurlaut dan Vietnam di timur dan tenggara. Kenampakan
geografis yang menarik di Kamboja ialah adanya dataran lacustrine yang
terbentuk akibat banjir di Tonle Sap. Gunung tertinggi di Kamboja adalah Gunung
Phnom Aoral yang berketinggian sekitar 1.813 mdpl.
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah geomorfologi Kota
Kamboja dan Katigara?
Seperti disebut di atas, ; wilayah
Kamboja kini berada diantara Thailand dan Vietnam di teluk Siam
. Lalu bagaimana sejarah geomorfologi
Kota Kamboja dan Katigara? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Geomorfologi Kota Kamboja dan Katigara; Antara
Thailand dan Vietnam di Teluk Siam

Dalam sejarah zaman kuno, disebut Kamboja adalah
salah satu yang memiliki sejarah di Asia Tenggara seperti hanya Sumatra,
Semenanjung Malaka dan Kalimantan. Hal itu karena keempat tempat itu telah
dipetakan Ptolomeus abad ke-2. Dalam catatan geografis Ptolomeus disebut nama
Cattigara, nama yang oleh beberapa ahli tempat itu berada di Kamboja yang
sekarang.


Peneliti-peneliti pada era Hindia
Belanda ada yang menduga nama Cattigara adalah Kamboja (lihat An historical and
descriptive account of China,1836). Namun ada juga yang berpendapat lain bahwa Cattigara berada di kota Hai Phong (Vietnam(
yang sekarang (lihat Klassenstrijd; een veertiendaags revolutionair
socialistisch blad, jrg 3, 1928) di Djilolo, di Mergui (Burma), Canton dan ada
juga menyebut Singapoera (lihat Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie Onder
redactie van S. de Graaff en D.G. Stibbe, met medewerking van W. C. B. Wintges,
1916). Yang jelas hingga kini dimana nama yang disebut Ptolomeus Cattigara
masih terus diperdebatkan. Pada artikel lain dimana nama yang disebut Ptolomeus
semenanjung Aurea Chersonesus sudah dibuktikan sebagai pulau Sumatra dan
Semenanjung Malaya dan pulau Taprobana juga sudah dibuktikan sebagai pulau
Kalimantan. Lalu bagaimana dengan nama Cattigara? 

Apakah Cattigara pada abad ke-2 (titik paling timur
dari dunia yang dikenal),  pada masa kini
berada di Kamboja? Di dalam Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie disebut ‘pulau
ini dikatakan sangat subur dan menghasilkan sangat banyak emas, dan di sudut
barat memiliki ibu kota, yang disebut Zilveren (Perak),yang sebagian
berhubungan dengan Sumatra. Hal itulah mengapa dalam peta yang ditampilkan di
atas posisi Cattigara itu berada sejajar dengan Aurea Chersonesus (pulau
Sumatra dan Semenanjung Malaya).

 

Bagaimana menjelaskan Catigara berada di Kamboja harus diperhatikan dua
hal. Pertama, narasi pelayaran ke Catigara setelah Aurea Chersonesus tidak
disebutkan berapa lama ke arah timur paling jauh. Oleh karena itu sejumlah
peneliti era Hindia Belanda masih berberda penafsiran satu sama lain. Kedua,
karena narasi yang kurang jelas, maka interpretasi ke dalam peta juga beragam. Seperti
peta yang ditampilkan di atas ada peneliti yang menempatkan Cattigara di satu
titik di suatu semenanjung (yang berbeda dengan semenanjung Aurea Chesonesus). Dalam
hal ini, analisi yang digunakan sekarang dengan asumsi bahwa semenanjung Aurea
Chersonesus sebagai pulau Sumatra dan Semenanjung Malaya serta pulau Taprobana
adalah pulau Kalimantan, maka nama tempat terjauh di Asia (titik paling timur
dari dunia yang dikenal) bahwa Cattigara itu ada di sekitar Kamboja yang
sekarang. Namun dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa wilayah
Kamboja pada masa itu sangat berbeda dengan masa ini. Berdasarkan geomorfologis
wilayah Indochina pada masa ini wilayah Kamboja adalah wilayah yang lebih
rendah jika dibandingkan dengan bagian utara Thailand dan bagian utara Vietnam
(lihat peta geomorfologis garis merah). Tanjung yang digambarkan pada era Ptolomeus
diduga kuat pada masa ini adalah Sebagian dari wilayah Vietnam Selatan. Cattigara
diduga di salah satu titik di bagian teluk besar. Oleh karena Cattigara ini
adalah wilayah pantai yang mana tanahnya subur maka posisi GPS diduga di muara
sungai Mekong pada masa itu. 

Nama Katigara/Cattigara diduga kuat merujuk pada
nama India (Catti, Cotta=Kota dan Gara). Wilayah ini pada masa itu masih bagian
dari populasi India (para penduduk Tiongkok dari utara belum melakukan migrasi
ke selatan). Kota kuno lainnya di sekitar teluk yang luas (yang semakin lama
menyempit) adalah kota Saigon (kini Ho Chi Min/Vietnam). Teluk besar ini
semakin menyempit karena proses sedimentasi jangka Panjang dimana terbentuk
daratan yang luas mengikuti arah aliran sungai-sungai termasuk sungai Mekong.


Wilayah teluk kuno ini adalah wilayah dengan ketinggian rendah. Pada masa
ini Kota Kamboja (kin Phnom Pehn) hanya memiliki ketinggian 15 meter dpl. Kota
yang berada di utara dekat danau besar Siem Reap hanya 18 meter dpl dan kota Battambang
sekitar 17 meter dpl. Kota Saigon sendiri lebih rendah hanya 15 meter dpl. Kota
di utara Saigon dekat perbatasan Kamboja yakni Tay Ninh hanya 13 meter dpl.
Kota-kota pedalaman ini dalam satu wilayah yang luas berjauhan terbilang berelevasi
rendah. Kota-kota di hilir sungai Mekong seperti Long Xuyen hanya 8 meter dp
dan Can Tho yang hanya setinggi 3 meter dpl. Bandingkan juga dengan Bangkok
setinggi 9 meter dpl dan Jakarta yang hanya setinggi 2 meter dpl.

Katigara pada era Ptolomeus abad ke-2 diduga kuat
berada di pesisir/pantai, suatu kota pelabuhan. Namun dalam perkembangannya
terjadi proses sedimentasi jangka Panjang yang menyebabkan terjadi daratan di
hilir sepanjang sungai Mekong. Pada awal kehadiran orang Eropa/Portugis (setelah
1511), tanda-tanda kota Kamboja/Katigara yang terhubung dari pantai ke
pedalaman masih diidentifikasi sungai Mekong sebagai sungai ganda yang
masing-masing lebar sungai sangat lebar.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Antara Thailand dan Vietnam di Teluk Siam: Sejarah
Navigasi Pelayaran Perdagangan

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (748): Pulau Hainan, Pulau Formosa dan Geomorfologi; Nama Kuno China Berasal Bahasa Batak?

Wanita Hebat

Wanita Hebat

Iklan

Recommended Stories

Resep Udang Rebus Mentega Praktis Enak

27.12.2016

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (3)

17.05.2023
Ada Yang Menanti, Ada Yang Telah Menunaikan Janji

Serangan pejuang kemerdekaan atas jalur kereta api: Purwakarta, 21 Agustus 1948 (1)

16.02.2018

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?