Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (737): Mengapa Brunai Kecil Diantara Serawak dan Sabah; Bagaimana Hubungan Inggris dan Brunai

Tempo Doelo by Tempo Doelo
27.07.2022
Reading Time: 11 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Wilayah (negara) Brunai yang sekarang begitu kecil.
Sudah kecil dua bagian pulau (yang dibatasi wilayah negara Serawak). Mengapa wilayat
Brunai begitu kecil diantara dua negara yang lebih besar (Serawak dan Sabah). Ibarat wilayah negara Malaysia dibandingkan dengan wilayah Indonesia. Wilayah negara Brunai hanya berada di wilayah pesisir pantai (sementara Serawak
dan Sabah berbatas hingga ke pedalaman). Dalam hubungan ini bagaimana hubungan
Inggris dengan (kerajaan) Brunai di masa lampau?


Brunei terdiri dari dua bagian
yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di bagian barat yang
lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong,
yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 470.000 orang.
Dari bilangan ini, lebih kurang 80.000 orang tinggal di ibu kota Bandar Seri
Begawan. Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Muara, serta kota Seria
yang menghasilkan minyak, dan Kuala Belait, kota tetangganya. Di daerah Belait,
kawasan Panaga ialah kampung halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan oleh
fasilitas perumahan dan rekreasi Royal Dutch Shell dan British Army. Klub
Panaga yang terkenal terletak di sini.
Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta
kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.
Brunei dibagi atas empat distrik: Belait, Brunei dan Muara; Temburong; dan Tutong. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah mengapa Brunai wilayahnya kecil diantara wilayah Serawak
dan Sabah
? Seperti disebut di atas, wilayah Brunai hanya
wilayah kecil dan jauh lebih luas dari wilayah Serawak dan wilayah Sabah. Apa
yang terjadi di masa lampau?
Lalu bagaimana sejarah mengapa Brunai wilayahnya kecil diantara wilayah Serawak
dan Sabah
? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber
baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain
disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Mengapa Brunai Kecil Diantara Serawak dan Sabah: Bagaimana
Hubungan Inggris dan Brunai

Dalam berbagai narasi sejarah disebutkan (kerjaan)
Brunai pernah menjadi kerajaan yang kuat yang bahkan menguasai hamper seluruh
pulau Kalimantan. Bagaimana hal itu dapat dibuktikan? Tentu saja tidak hanya
sejarah Brunai, bahkan negara-negara lain. Nama Brunai disebut dicatat di Tiongkok
dengan nama Poni. Juga disebutkan di muara sungai Brunai telah menjadi pusat
perdagangan sejak awal abad ke-7. Juga disebutkan kerajaan Brunai pernah ditaklukkan
Sriwijaya dan Majapahit. Jika Brunai adalah kerajaan tua dan kerajaan kuat, lantas,
mengapa wilayah Kerajaan Brunai kini begitu kecil di pantai utara Borneo?


Kerajaan Poni yang disebutkan dalam catatan Tiongkok sejumlah peneliti
awal (era Hindia Belanda) meyakini bahwa nama Poni diduga kuat adalah Panay di
pantai timur Sumatra. Berdasarkan Prasasti Kedoekan Boekit yang bertarih 682 M
menyebutkan raja Dapuntra Hyang Nayik dengan pasukannnya berangkat dari Minana.
Nama Minana ini di dalam prasasti diduga adalah (kota) Binanga di muara sungai
Baroemoen di pantai timur Sumatra. Di deakat kota (kini kota kecamatan) Binanga
ini bermuara sungai Panay di sungai Baroemoen. Dalam prasasti Laguna Filipna
(900 M) disebutkan penguasa yang masyhur berada di Binwangan (diduga kuat di
Binanga). Kerajaan Chola (India) pada tahun 1925-1030 menaklukkan sejumlah
kerajaan di selat Malaka diantaranya Panai (lihat prasasti Tanjore 1030). Pada
masa ini di Kawasan daerah aliran sungai Baromoen dan daerah aliran sungai Panai
di pantai timur Sumatra (Padang Lawas) ditemukan puluhan candi-candi Hindoe/Boedha.

Bagaimana Kerajaan Brunai pernah ditaklukkan Sriwijaya
tidak ditemukan bukti. Awal keberdaan Kerajaan Sriwijaya sendiri dicatat pada
abad ke-7 (Prasasti Kedoekan Boekit 682 M), Juga ditemukan catatan pada
prasasti Tanjore 1030. Setelah itu tidak ditemukan lagi catatan tentang
Sriwijaya. Dalam teks Negarakertagama (1365) tidak ditemukan nama Sriwijaya
(nama yang disebut antara lain Panai, Rokan, Jambi dan Palembang). Dalam teks
ini juga disebutkan nama Brunai.


Di wilayah Kalimantan bagian utara, nama-nama tempat yang disebiut dalam
teks Negarakertagama 1365 selain Brunai antara lain adaslah Sambas, Melano,
Seloedong dan Soloe. Sambas dan Melano beradda di seblelah barat Brunai; di
sebelah timur Brunai adalah Seludong dan Soloe di pulau-pulau sebelah timur.

Lalu mengapa nama Brunai baru terdapat dalam teks
Negarakertagama (1365)? Apakah ada kaitannya dengan Brunai antara hubungan
Panai dan Luzon (prasasti Laguna 900 M)? Jelas dalam hal ini secara geografi
antara Brunai dan Luzon (di teluk Manila) begitu dekat. Namun bagaimana
membuktikan hubungan keduanya (antara Brunai dan Manila).


Hubungan antara Panai dan Luzon diduga cukup kuat. Namun tidak dalam data
sejarah tertulis, tetapi dari aspek lainnya. Catatan sejarah antara Panai dan
Luzon ditemukan dalam prasasti Laguna (900 M) jika dipercaya bahwa nama
Binwangan dalam prassasti tersebut adalah Binanga (di Panai di pantai timur
Sumatra). Salah satu pulau di Filipinan disebut pulau Panai (dekat pulau
Luzon). Selain itu nama-nama tempat di teluk Manila pada masa ini banyak yang
mirip dengan nama-nama di Panai (Padang Lawas) pantai timur Sumatra. Di pulau
Palawan ada populasi etnik yang mengidentifikasi diri sebagai )orang) Batac.
Sejumlah kosa kata elementer mereka mirip dengan Bahasa Batak di pantai timur
Sumatra.

Sebelum kehadiran Eropa/Portugis, kerajaan kuat di
pantai timur Sumatra adalah Kerajaan Aru Batak Kingdom. Kerajaan ini diduga
adalah suksesi Kerajaan Panai. Kerajaan Aru pernah menyerang Kerajaan Malaka.
Mendes Pinto (1537) menyebutkan bahwa Kerajaan Aru Batak Kingdom memiliki
pasukan sebanyak 15.000 orang yang mana delapan ribu adalah orang Batak dan
sisanya didatangkan dari Minangkabau, Jambi, Indragiri, Brunai dan Luzon. Mendes
Pinto menyebiut ibu kota Kerajaan Aru di Panaju (Panai?).


Sejauh ini tidak ada catatan/indikasi hubungan antara Brunai dan Luzon.
Yang ada justru hubungan Panai/Aru dengan Brunai dan hubungan Panai/Aru dengan
Luzon. Hubungan Aru dengan Luzon diduga sudah terbentuk sejak abad ke-10 (Prasasti
Laguna 900 M). Oleh karena nama Brunai dan Panai sudah disebut dalam teks Negarakertagama
(1365), diduga kuat hubungan Panai/Aru diduga telah terjadi pada abad ke-14
tersebut. Catatan: Kerajaan Malaka baru terbentuk tahun 1403. Menurut Mendes
Pinto Kerajaan Aru pernah menaklukkan Kerajaan Malaka.

Dalam hubungan antara Panai/Aru di daerah aliran
sungai Baroemeon (pantai timur Sumatra) dengan Luzon dan Brunai, apakah dalam
hal ini nama Broenai merujuk pada nama (sungai) Baroemoen. Dalam Bahasa India
selatan ‘aru’ artinya sungai. Ini mengindikasikabn sungai Baroemoen
(B-aroe-moen) merujuk pada ‘aru’=sungai. Kerajaan Aru bisa jadi identifikasi
untuk menyatakan kerajaan sungai (kerajaan yang memiliki sungai). Pada masa ini
di wilayah Padang Lawas cukup banyak sungai. Lantas apakah nama Brunai merujuk
pada nama Baroe-moen dan Pa-nai (Baroe-nai)?


Di pantai utara Borneo ditemukan banyak nama-nama tempat yang sudah tua. Brunai
adalah nama tua, sementara Kuching dan Sarawak adalah nama-nama baru. Berdasarkan
peta-peta lama era Portugis, Brunai awalnya di sisi dalam teluk kuno Brunai dan
Melanau berada juga jauh di belakang pantai. Nama-nama tempat yang awalnya di
pantai antara lain adalah Sibu, tetapi kini terkesan di pedalaman (ada proses
sedimentasi jangka Panjang). Namun nama tua Bintulu tetap berada di pantai
karena Kawasan itu tidak terjadi sedimentasi. Dua kota tua utama di Serawak ini
mirip dengan nama kota/tempat di Padang Lawas yakni Siabu (Sibu?) dan Bintuju
(Bintulu?). Tetangga kampong/kota Brunai dahulu bertetangga dengan nama kampong
Limbong (kini menjadi nama sungai Lembang). Limbong adalah salah satu marga di
Tanah Batak. De diekat Brunai juga ditemukan nama kampong lama yakni Lawas
(Padang Lawas?). Nama-nama lainnya di timur laut Brunai adalah Tambunan dan
Nabawan (Nababan?). Tambunan dan Nababan adalah marga di Tanah Batak. Last but
not least di timur kota Tambunan terdapat nama kota Tamparuli (Tapanuli?).
Sebutan nama sungai di Serawak, Brunai dan Sabah adalah ‘batang’=sungai dimana
di Padang Lawas juga sungai disebut ‘batang’.   

Kosa kata elementer ‘ina’=ibu dan ‘ama’=ayah
ditemukan di berbagai wilayah etnik, antara lain etnik Melanau di Serawak,
etnik Tidoeng di Sabah dan Kalimantan Utara, etnik Sulu (timur Sabah) dan
etnik-etnik di pulau Palawan Filipina (utara Brunai). Kosa kata elementer
‘ina’=ibu dan ‘ama’=ayah ini juga ditemukan dalam bahasa Tagalog di Filipina
dan bahasa Batak di wilayah Padang Lawas pantai timur Sumatra. Selain kemiripan
aspek linguistic ini lalu apakah elemen kebudayaan lainnya memiliki kemiripan
diantara etnik-etnik tersebut.


Nama gunung tertinggi di Borneo yang berada di Sabah adalah Kinabalu.
Besar dugaan bahwa nama gunung ini di masa lampau sebagai penanda navigasi
pelayaran yang merujuk pada kata ‘kina’ dan ‘balu’. Besar dugaan nama gunung
ini awalnya Ina-balu. Dalam bahasa Batak ina adalah ibu dan bahasa di pulau Palawasn
ibu disebut ‘kina’. Nama ‘balu- sendiri atau juga disebut ‘bulu’ di dalam
bahasa Batak artinya gunung. Dengan demikian nama Kinabalu apakah maksudnya
gunung ibu? Sementara sungai terpanjang di Borneo Utara adalah sungai
Kinabatangan. Merujuk pada nama ‘kina’ dan ‘batang’=sungai lalu apakah Kinabatangan
atau Kinabatang adalah sungai ibu?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Inggris dan Brunai: Apakah Brunai Pernah Memiliki
Wilayah Serawak dan Sabah?

Brunai diduga kuat adalah nama kuno di Borneo Utara.
Paling tidak namnya sudah disebut di dalam teks Negarakertagama (1365). Ini
mengindikasikan saat itu nama Brunai adalah nama yang penting. Oleh karena itu
saat itu Brunai adalah suatu kerajaan dimana memiliki Pelabuhan perdagangan di tempat
(kampung/kota) Brunai. Sementara Kerajaan Panai (yang beribukota dio Binanga) di
pantai timur Sumatra jauh sebelumnya telah memiliki hubungan perdagangan dengan
Luzon (prasasti Laguna 900 M). Tidak hanya di Luzon tetapi juga di pulau-pulau
lain dekan Luzon seperti pulau Panai. Besar dugaan terbentuknya pusat perdagangan
di Brunai (jauh sebelum disebutkan dalam teks Negarakertagama), diduga dalam
hubungannnya dengan navigasi pelayaran perdagangan Kerajaan Panai di pantai
timur Sumatra.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

HAMBA ALLAH TETAP MENJAGA KEIKHLASAN KETIKA BELAJAR ILMU

Sejarah Menjadi Indonesia (738): Wilayah Kuching dan Geomorfologi; Asal Usul Nama Sarawak; Brunai, Melanau, Sabah

Iklan

Recommended Stories

AL ‘ALIM SALAH SATU NAMA ALLAH YANG MAHAINDAH

30.09.2016

Resep Sayur Lodeh Istimewa Super Pedas ala My Mom

14.06.2011

Suasana kamp tawanan Cideng menurut sketsa penghuninya, 1945

24.08.2019

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?