Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (720): Mengapa Ada Akademisi di Malaysia Kritik Negara Sendiri; Perbandingan Indonesia Malaysia

Tempo Doelo by Tempo Doelo
18.07.2022
Reading Time: 7 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Akhir-akhir di Malaysia semakin
kerap muncul kritik terhadap bernegara, bahkan tidak sedikit guru besar yang
melontarkan kritik. Kritik itu tidak hanya soal ekonomi, juga aspek-aspek lain
seperti bahasa, pendidikan, budaya hingga permasalahan politik. Kritik terdapat
di semua negara, termasuk Indonesia, tetapi kritik di Malaysia banyak hal yang
sangat mendasar seperti bahasa, pendidikan dan politik. Mengapa? Di Indonesia
permasalahannya sudah selesai, meski ada kritik tetapi sifatnya minor (hanya
soal kebijakan dan program).


Malaysia mengadopsi sistem demokrasi parlementer di bawah
pemerintahan monarki konstitusional. Malaysia dipimpin oleh Seri Paduka Baginda
Yang di-Pertuan Agong yang dipilih dari sembilan sultan negeri Melayu untuk
menjabat selama lima tahun sebagai Kepala Negara dan Pemerintah Tertinggi
Angkatan Bersenjata. Sistem ini adalah berdasarkan sistem Westminster karena
Malaysia merupakan bekas koloni Inggris. Kekuasaan eksekutif ditentukan oleh
kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri. Berdasarkan konstitusi Malaysia,
Perdana Menteri haruslah seorang anggota Dewan Rakyat, yang menurut Yang
di-Pertuan Agong, memimpin kelompok mayoritas dalam parlemen. Sedangkan kabinet
merupakan anggota parlemen yang dipilih dari Dewan Rakyat atau Dewan Negara. Malaysia
mengamalkan sistem parlemen dua kamar: Dewan Rakyat dan Dewan Negara. Dewan
Negara memiliki 70 orang yang terpilih selama 3 tahun. Pemilihan anggotanya
bisa dibagi dua: 26 anggota dipilih oleh Dewan Undangan Negeri sebagai
perwakilan 13 negara bagian, 44 anggota lagi ditunjuk oleh Seri Paduka Baginda
Yang di-Pertuan Agong atas nasihat Perdana Menteri, termasuk dua anggota dari
Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, dan satu anggota masing-masing dari Labuan
dan Putrajaya. Dewan Rakyat itu memiliki sebanyak 222 anggota, dan setiap
anggota mewakili satu daerah pemilihan. Anggota dipilih atas dasar dukungan
banyak pihak melalui pemilu. Setiap anggota Dewan Rakyat menjabat selama 5
tahun, dan setelah itu pemilu yang baru akan diadakan
. (Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah
mengapa
ada akademisi Malaysia kritik negara Sendiri? Seperti disebut di atas, ada perbedaan domain antara
Indonesia dan Malaysia dalam hal kritik bernegara. . L
alu bagaimana sejarah mengapa ada akademisi Malaysia kritik negara Sendiri? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Mengapa Ada Akademisi Malaysia
Kritik Negara Sendiri; Perbandingan Indonesia Malaysia 

Akademisi sejati biasaya
bersifat netral, apa adanya, empirical dan tidak berpolitik. Golongan ini tidak
memiliki kritik dalam bernegara di Indonesia. Namun di Malaysia mengapa
golongan akademisi melakukan kritik? Para akademisi di Malaysia melancarkan kritik
karena ada yang tidak benar dalam bernegara, jika tidak melakukan kritik,
tujuan bernegara tidak akan tercapai. Dalam hal ini para akademisi melakukan
kritik bernegara karena arah bernegara di Malaysia tidak berjalan ke arah masa
depan pada relnya. Para akademisi ingin mengoreksi apa yang salah di masa
lampau, yang terus tak terselesaikan hingga masa ini.


Kritik para akademisi di Malaysia sangat bersifat
fundamental. Namun hal yang bersifat fudamental ini tidak ada akademisi yang
melakukan kritik di Indonesia. Mengapa? Semua sendi-sendi bernegara di
Indonesia yang ada hingga ini adalah hasil saringan, pemikiran kritis,
perdebatan yang sengit di masa lampau diantara para akademisi (mahasiswa) dan
para nasionalis yang cooperative maupun yang non-cooperative, bahkan jauh
sebelum tahun 1928. Negara Republik Indonesia terbentuk (dan masih esksis
hingga kini), sesungguhnya tidak lahir pada proklamasi kemerdekaaan Indonesia
1945, bahkan juga tidak dimulai pada Kongres Pemuda 1928, tetapi jauh sebelum
itu di Belanda dimana sekitar 20 orang terpelajar pribumi (pelajar dan
mahasiswa)  pada tahun 1908 menggalang
dan mendeklarasikan perlunya persatuan dan kesatuan sesama pribumi karena
senasib-sepenanggungan sebagai bagian dari pribumi di Hindia yang berbeda
dengan orang Belanda (penjajah). Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 adalah
puncak dari penggalangan persatuan dan kesatuan itu dimana dalam teks
proklamasi disebutkan pada frase pertama ‘Kami Bangsa Indonesia’ dan pada frase
terakhir ‘Atas nama Bangsa Indonesia’. Hal serupa inilah yang tidak ditemukan
di Malaysia di masa lampau, sementara para akademisi Malaysia baru muncul dua
dekade terakhir dimana mereka mulai memahami arti dan tujuan bernegera yang
harus dibangun sejak awal.

Kesalahan di masa lampau dan permasalahan
yang tak terselesaikan bahkan hingga masa ini di Malaysia dan melihat semuanya
elemen bernegera di Indonesia sudah selesai, para akademisi mulai kritis dan
sedikit demi sekikit mulai ada yang melancarkan kritik. Hal itu tampaknya para
akademisi di Malaysia melihat para politisi ingin mencapai tujuan masing-masing
justru berada di atas fundamental bernegara yang sangat rapuh. Selain ada
sejumlah pelanggaran yang dilakukan para politisi. para akademisi Malaysia membuka
kritik tidak sedang melihat tujuan para politisi, tetapi lebih kepada
fundamentalis bernegara yang rapuh yang harus dibereskan dulu (sebagai sisa
kesalahan masa lampau) pada tingkat pertama dan perbaikan yang dapat dilakukan
terhadap elemen bernegara yang dilanggar pada tingkat kedua.
 .


Untuk memahami kritik pada akademisi di Malaysia
dalam hal bernegara, konteksnya harus dilihat sejak era kolonial. Ada cara yang
berbeda antara orang Inggris berkoloni dengan orang Belanda. Perbedaan cara
inilah yang menyebabkan pengalaman Indonesia dan Malaysia berbeda.
Perbedaan-perbedaan itu, seperti kita lihat nanti, yang menyebabkan elemen
bernegara Indonesia sudah selesai sejak lama, sementara di Malaysia hingga ini
hari belum tuntas. Beberapa elemen dasar antara lain soal politik rasial,
lemahnya bahasa persatuan, tidak adanya proses assimilasi, sistem pendidikan
yang eksklusif dan prinsip-prinsip bentuk negara federalis yang dilanggar. Seperti
disebut di atas semua itu di Indonesia sudah terselesaikan dengan baik di masa
lampau.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Perbandingan Indonesia
Malaysia
: Merujuk Masa Lalu (Inggris)
atau Merujuk Masa Depan (Indonesia)

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Kisah Tentara Gajah yang Hendak Menghancurkan Ka’bah

Kisah Tentara Gajah yang Hendak Menghancurkan Ka'bah

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Kesatuan artileri KNIL (6)

Iklan

Recommended Stories

Bank Mandiri KCP Pademangan Jakarta

30.12.2015

Resep Ayam Kecap Wijen Masak Bumbu Jahe

28.07.2016

Peta Jakarta dari abad ke-17/18: Satu basis tiga versi (2)

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?