*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Bahasa
resmi di Filipina adalah Filipino tetapi bahasa Tagalog yang lebih populer. Dua
bahasa di Filipina ini adalah bahasa yang terbentuk di wilayah Filipina yang
juga meruju pada akar bahasa Melayu. Bahasa Tagalog telah tumbuh dan berkembang
karena dibina dengan baik dan benar. Bagaimana bahasa Melayu di Malaysia?

Tagalog adalah sebuah bahasa yang dipertuturkan secara luas di Filipina. Bahasa
ini masih mempunyai hubungan keluarga dengan bahasa-bahasa di Indonesia
(Kalimantan dan Sulawesi Utara-Gorontalo) maupun Malaysia (Sabah). Tergolong
keluarga bahasa Austronesia, bersama-sama dengan bahasa Maori, Indonesia,
Melayu, Hawaii, dan bahkan bahasa-bahasa kesukuan di Taiwan. Kesamaan dengan
Bahasa Indonesia ini terletak pada banyaknya kemiripan kosakata seperti anak,
mahal, murah, kambing, ako, ikaw, dan masih banyak lagi. Bahasa Tagalog adalah
salah satu dialek dari bahasa resmi negara ini yaitu Filipino, dituturkan oleh
lebih kurang 21 juta orang sebagai bahasa pertama dan 50 juta lainnya sebagai
bahasa kedua. Karena penutur yang sedemikian banyak, banyak orang Indonesia
mengira Tagalog sebagai bahasa resmi. Penutur bahasa Tagalog sebagai bahasa ibu
terkonsentrasi di provinsi Bulacan, Bataan, Aurora, Batangas, Cavite, Laguna,
Metro Manila, Nueva Ecija, Quezon dan Rizal. Sedangkan di luar Pulau Luzon,
bahasa Tagalog dituturkan di kepulauan Lubang, Marinduque dan bagian utara
serta timur pulau Mindoro. Bahasa Filipino mengacu pada pada bahasa nasional
(Wikang pambansa/Pambansang wika) dari Filipina. Bahasa ini dirancang sebagai
bahasa resmi bersama dengan bahasa Inggris. Filipino merupakan ragam standar
dari bahasa Tagalog, yang juga merupakan bahasa daerah dari rumpun Austronesia
yang dipertuturkan secara luas di Filipina. Pada tahun 2007, bahasa Tagalog
menjadi bahasa pertama dengan penutur 28 juta orang atau sepertiga penduduk
Filipina, sedangkan Filipino menjadi bahasa kedua untuk 45 juta orang. Filipino
merupakan salah satu dari 185 bahasa-bahasa yang ada di Filipina yang tercatat
dalam Ethnologue. Secara resmi, bahasa Filipino dijabarkan sebagai bahasa jati
yang dipergunakan secara lisan dan tulis di Metro Manila, Wilayah Ibu kota
Nasional dan juga pusat-pusat perkotaan di seluruh kepulauan (Filipina) oleh
Komisi Bahasa Filipino (Komisyon sa Wikang Tagalog atau KWF). (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah bahasa Tagalog di Filipina? Seperti disebut di atas, di
Filipina selain bahasa Tagalog juga ada bahasa Filipino. Lalu bagaimana sejarah
bahasa Tagalog di Filipina? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Bahasa Tagalog Dibina Baik dan
Benar; Mengapa Bahasa Melayu Belum Terurus di Malaysia?
Bahasa
Melayu berbeda dengan bahasa Tagalog. Seorang peneliti mencatat bahwa bahasa
Tonga lebih mirip bahasa Tagalog daripada bahasa Melayu (lihat Letterkundig
magazijn van wetenschap, kunst en smaak, 1825). Dalam hal ini bahasa Tagalog
dan bahasa Melayu dapat dikatakan dua bahasa yang berbeda tetapi memiliki
kedekatan. Sebagaimana bahasa Melayu bermula di pantai timur Sumatra pada abad
ke-12. Seperti bahasa Melayu, bahasa Tagalog tidak memiliki bahasa asli.
Demikian seorang peneliti bahasa menyatakan (lihat Bijdragen tot de taal-,
land- en volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 1880),
Bahasa Tagalog adalah kombinasi bahasa
Sanskerta dan bahasa Spanyol plus bahasa-bahasa etnik seperti Boegis dan Jawa.
Kosa kata yang berasal dari dua sumber utama bahasa Tagalog tersebut kemudian
diucapkan dengan cara pelafalan penduduk di Filipina. Hal seperti itu di masa
lampau dalam hal terbentuknya bahasa Melayu sebagai kombinasi bahasa Sanskerta
dana bahasa etnik terutama bahasa Batak (lihat prasasti Kedoekan Boekit 682 M)
dan bahasa Jawa (lihat prasasti Sojomerto 700 M). Bahasa Melayu yang telah
terbentuk lama kemudian menyerap bahasa Portugis dan bahasa-bahasa etnik
lainnya..Seperti kita lihat nanti bahasa Betawi adalah bahasa Melayu yang
tercampur dengan bahasa Sunda dan beragam bahasa (termasuk bahasa asing
Portugis, Belanda dan Cina); yang berbeda dengan bahasa Minangkabat yang pada
dasarnya kombinasi bahasa asli (pedalaman Sumatra) dengan bahasa Melayu
(pesisir Sumatra),..
Dalam
pembentukan bahasa-bahasa di Nusantara, ada perbedaan antara pembentukan
bahasa-bahasa di pedalaman atau pulau terpencil dan pembentukan bahasa-bahasa
di wilayah pesisir. Bahasa Batak dan bahasa Jawa terbentuk (lebih lanjut) di
pedalaman, sementara bahasa Melayu terbentuk di wilayah pesisir. Bahasa-bahasa
yang terbentuk di wilayah pesisir di Filipina antara lain bahasa Tagalog dan
bahasa Filipino. Seperti disebut di atas, salah satu ususr bahasa Tagalog
adalah bahasa Spanyol sedangkan bahasa Filipino unsurnys salah satu adalah
bahasa Inggris (Amerika Serikat). Dalam hal ini bahasa Tagalog di Filipinan
lebih dahulu terbentuk dibandingkan bahasa Filipino.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Bahasa-Bahasa di Filipina:
Tagalog versus Filipino
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





