*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Mengapa
muncul gagasan Mapilindo? Mengapa pula gagasan Mapilindo layu sebelum
berkembang? Yang jelas bahwa Mapilindo adalah bagian sejarah Asia Tenggara,
khususnya Filipinan, Indonesia dan Malaysia yang tidak terpisahkan dari sejarah
di masing-masing negara tersebut.

(singkatan dari Malaysia, Filipina, dan Indonesia) adalah konfederasi
nonpolitik yang diusulkan untuk ketiga negara. Pada Juli 1963, Presiden
Filipina Diosdado Macapagal menghadiri pertemuan puncak di Manila. Mafilindo
diusulkan sebagai realisasi mimpi Jose Rizal menyatukan seluruh bangsa Melayu,
yang terpisah oleh koloni. Mafilindo dideskripsikan sebagai asosiasi regional
yang akan menyelesaikan isu dengan semangat konsensus. Namun, Mafilindo juga
merupakan bagian dari usaha Jakarta dan Manila untuk memperlambat atau bahkan
mencegah pembentukan Federasi Malaysia. Filipina mengklaim Sabah, dan Jakarta
memprotes hasil kerja Komisi Cobbold, dan pembentukan Malaysia dengan alasan
sebagai rencana imperialisme Britania. Rencana ini gagal ketika Soekarno
melaksanakan konfrontasi melawan Malaysia. Pembentukan Maphilindo gagal
menyelesaikan konflik di antara ketiga negara tersebut. Ketika Federasi
Malaysia diresmikan pada 16 September 1963 yang mencakup juga Sabah dan
Sarawak, Indonesia semakin gencar melawan Malaysia. Soekarno curiga,
pembentukan federasi tersebut untuk mengembangkan kolonialisme di Asia
Tenggara. Di sisi lain, Filipina sendiri sudah memutuskan hubungan diplomatik
dengan Malaysia. Walaupun tidak pernah dibubarkan, Maphilindo menjadi lumpuh
karena tiap negara anggota memiliki ketertarikan dan konflik sendiri-sendiri.
Pada tahun 1966, Filipina berusaha mempertemukan Indonesia dan Malaysia untuk
menyelesaikan konflik mereka. Menteri Luar Negeri Filipina Narciso Ramos
mengusahakan adanya perundingan untuk mencari jalan damai antara Indonesia
dengan Malaysia. Usaha ini mengingatkan cita-cita Maphilindo yang hampir mati
karena konflik anggotanya. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah gagasan MAPILINDO (Malaysia Filipina Indonesia)? Seperti
disebut di atas, gagasan Mapilindo pernah eksis namun layu sebelum berkembang. Lalu
bagaimana sejarah sejarah gagasan MAPILINDO (Malaysia Filipina Indonesia)?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe..
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Gagasan MAPILINDO (Malaysia
Filipina Indonesia): Super Power Layu Sebelum Berkembang
Di
Asia Tenggara, orang Portugis sudah lama matu suri (di Timor bagian timur);
orang Belanda terusir dari Indonesia (setelah proklamasi NKRI 18 Agustus 1951),
orang Amerika Serikat telah memberi kebebasan absolut bagi Filipina, mala sisa
Super Power hanya tersisa Inggris, Pada tahun 1957 (kerajaan) Inggris
memberikan kemerdekaan bagi Federasi Malaya (di wilayah Semenanjung Malaya),
tetapi kaki Inggris masih eksis di Malaya dan tetap eksis di Singapoera serta
di Borneo Utara (Brunai, Sarawak dan Sabah).
Pada
tahun 1959, Brunei mendeklarasikan kerajaan baru yang berkuasa memerintah
kecuali dalam isu hubungan luar negeri, keamanan dan pertahanan di mana isu-isu
ini menjadi tanggung jawab Britania. Percobaan untuk membentuk sebuah badan
perundangan pada tahun 1962 terpaksa dilupakan karena terjadi pemberontakan
oleh partai oposisi yaitu Partai Rakyat Brunei yang ingin menyatukan negara
Brunei, Sarawak dan North Borneo menjadi Negara Kesatuan Borneo Utara, tetapi
dengan bantuan Britania, pemberontakan ini berhasil diberantas. Pada akhir 1950
dan awal 1960, kerajaan Brunei ketika itu menolak rencana (walaupun pada
awalnya menunjukkan minat) untuk bergabung dengan Singapura, Sabah, Sarawak,
dan Tanah Melayu untuk membentuk Malaysia dan akhirnya Sultan Brunei ketika itu
berkehendak untuk membentuk sebuah negara yang merdeka.
(Wikipedia)
Setelah
kemerdekaan Federasi Malaya (1957) dan deklarasi kerajaan Brunai (1959) masi
ada tiga wilayah lagi yang berada di bawah yurisdiksi Inggris yang bersifat
otonom (Singapeora, Sarawak dan Sabah). Desakan internasional terhadap pengentasan
kolonialisme, membuat Inggris bergegas untuk sgera melepaskan pengaruh kuat Di Singapoera,
Sabah dan Sarazwak. Untuk tetap membuka ruang bagi Inggris di eks jajahan,
ingin mengakhiri masanya di Asia Tenggara dengan membentuk satu federasi yang
lebih luas (Federasi Malaya ditambah Singapoera, Sarawak dan Sabah).
Niat Inggris untuk membentuk federasi yang
diperluas (disebut Malaysia) menyebabkan Federasi Malaya di satu sisi dikorban
dengan mengusik ketentramannya setelah diberikan kemerdekaaan pada tahun 1957.
Sementara Brunai dengan tetap pada pendirian untuk berdiri sendiri sebagai
negara kerajaan mandiri. Sedangkan di sisi lain, Filipina menganggap Sabah
adalah bagian wilayah tradisionalnya dan Indonesia menganggap pembentukan
federasi ala Inggris ini sebagai bentuk kolonialisme baru yang mana Indonesia
sejak terusirnya pengaruh Belanda dari Indonesia (1951) ingin kawasan Asia
Tenggara bebas dari pengaruh kolonialisme. Untuk menanggapi situasi dan kondisi
terkini, muncullah gagasan Mapilindo (Malaysia, Philipines dan Indonesia).
Pada
akhir Juli 1963 di (kota) Manila (Filipina) diadakan pertamuan tiga pemimpin
pemerintahan (Filipina, Indonesia dan Federrasi Malaya) dalam rangka
konfederasi yang akan disebut Mapilindo yang merupakan singkatan dari Malaysia,
Filipina dan Indonesia (lihat Twentsch dagblad Tubantia, 02-08-1963).
Disebutkan pertemuan di Manila mengarah pada kesepakatan:
“Mushawarah” dalam “Mapilindo”. Menteri luar negeri (Federasi)
Malaya, Indonesia dan Filipina mengeluarkan pernyataan tadi malam dimana tiga
negara mereka berjanji untuk menyelesaikan perselisihan melalui konsultasi
persaudaraan. Rancangan apa yang kemungkinan akan tercatat dalam sejarah
sebagai ‘Deklarasi Manila’ akan diserahkan kepada tiga kepala pemerintahan
untuk disetujui hari ini pada pertemuan puncak kedua mereka.

Filipina, Salvador Lopez, mengeluarkan komunike atas nama para menteri ketiga
negara yang merekomendasikan usulan Filipina untuk membentuk konfederasi
longgar antara Malaya, Indonesia dan Filipina. Konfederasi akan disebut
“Mapilindo” dan tiga negara anggota akan mengadakan konsultasi rutin
dan sering, yang dikenal sebagai “Mushawarah”. Mushawarah adalah kata
Melayu yang memiliki arti yang sama di ketiga negara, yaitu, “permusyawaratan
yang bersahabat dan persaudaraan.” Diketahui dari New York bahwa Sekretaris
Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Oe Thant, telah memberi tahu tiga kepala
negara tentang kemungkinan mediasi oleh Organisasi Rakyat dalam masalah (federasi
yang diperluas) Malaysia. Foto: Presiden Soekarno dari Indonesia (kiri),
Perdana Menteri Abdul Rahman dari Malaya (tengah) dan Presiden Diosdada Macapagal
dari Filipina dalam percakapan yang meriah pada pertemuan trisula tentang
masalah Malaysia. Konferensi ini akan diadakan di Manila.
Dari
pembicaraan di Manila ini di bawah usul pembentukan konfederasi Mapilindo,
terdapat friksi antara Indonesia yang ingin mengusir Inggris dari Asia Tenggara
di satu sisi dan di sisi lain antara Filipina dan Federasi Malaya soal Sabah
(Borneo Utara) yang dalam hal ini Filipina akan kehilangan jika terwujud
Federasi Malaysia dan sebaliknya Federasi Malaya akan mendapat keuntungan
karena wilayah dalam negerinya yang baru (Federasi Malaysia) Sabah dimasukkan.
Inti penyelesaian persoalan yang muncul dalam usul pembentukan Mapilindo
terletak pada hubungan Inggris dan Federasi Malaya. Lantas apakah kemudian
Federasi Malaya akan mengorbankan persaudaraan sesama Asia Tenggara di bawah
naungan permusyawaratan konfederasi?
Dari Burma atas nama sesama Asia Tenggara di
dalam payung PBB, U Thant mencoba memediasi dengan melakukan pendekatan
terhadap tiga negara otonom Singapoera, Sarawak dan khususnya Sabah sebagaimana
yanhg diusulkan Inggris dan kemungkinan distetujui Federasi Malaya. Singapoera
tampaknya indiferent. Sarawak dan khususnya Sabah tergantung dari para pemimpin
masing-masing dan penduduknya, dan situasi paling bnruk ditentukan melalui
referendum. Tapi tampaknya hubungan antara Inggris dan Federasi Malaysia plus
Singapoera dan Sarawak akan membuat Sabah dalam posisi terjepit (antara
federasi Malaysia dan keinginan bergabung dengan Filipina). Dalam hubungan ini
juga, jika terbentuk Federasi Malaysia maka yang akan bereaksi keras adalah
Indonesia yang skan menghukum Federasi Malaya yang notabene dibackup Inggris.
Dalam
pertemuan kedua oleh tiga negara Mapilindo di Manila yang diadakan awal Agustus
1963 situasi cepat berubah, Inggris tetap mendesak keinginannya untuk
pembentukan Federasi Malaysia, yang juga disetujui Federasi Malaya. Oleh
karenanya pertemuan kedua di Manila ini menemui jalan buntu (jalan buntu ke
arah konfederasi Mapilindo).

Manila, Sabtu (Reuter/AFP): ‘Pembicaraan antara Malaya, Filipina dan Indonesia,
yang dimulai minggu ini di Manila, menemui jalan buntu. Perdana Menteri Malaya,
Abdul Rahman, masih memperjuangkan bentuk federasi Melaysia yang diperbesar
paling lambat 31 Agustus, sementara Indonesia dan Filipina menuntut agar
pembentukan federasi ini ditunda sampai plebisit diadakan di bawah naungan PBB
.diadakan di wilayah British Borneo (Sabah) untuk dimasukkan ke dalam Malaysia.
Para menteri luar negeri dari tiga negara yang berunding kini telah diberi
tugas untuk mencoba mencari solusi atas pertanyaan penentuan nasib sendiri di Borneo.
Menurut juru bicara Indonesia, Malaya pada awalnya setuju untuk menunda pembentukan
federasi Malaysia, tapi kemudian Inggris akan memberitahu Malaya bahwa itu harus
terlaksana pada tanggal 31 Agustus. Selama diskusi antara Perdana Menteri Abdul
Rahman, Presiden Maapagal dari Filipina dan Presiden Soekarno dari Indonesia,
pembentukan satu konfederasi besar Asia Tenggara juga dibahas minggu ini,
termasuk Malaysia, Filipina dan Indonesia. Nama dari federasi ini adalah
Mapilindo. Menurut juru bicara Indoneia tersebut, Inggris menentang pembentukan
(Mapilindo)’.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Super Power di Asia Tenggara
di Masa Depan: Indonesia Sebagai Kapal Induk, Malaysia dan Filpina Sebagai
Kapal Pengiring?
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





