Pada tahun 1874 sudah ada buku kamus bahasa Soenda yang diterbitkan,
suatu kamus bahasa Soenda dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh Regg dengan
judul Dictonary of the Soenda language (lihat Nieuwsblad voor den boekhandel,
1874, No 49, 23-06-1874).
Dalam
perkembangannya dongeng tidak lagi hanya ditulis dalam bahasa dan aksara
Soenda, tetapi juga sudah ditulis dalam bahasa Melayu dan aksara Latin. Dongeng
Soenda juga tidak hanya ditulis (dikompilasi) oleh orang Soenda tetapi juga
dongeng Soenda telah ditulis dalam bahasa Soenda oleh orang non-Soenda. Buku
berjudul Dewa Danda yang ditulis dalan bahasa dan aksara Soenda ditulis oleh
seorang Belanda AHG Blokzeijl. Tidak hanya sampai disitu, buku tersebut
diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh JA Uilkens. Buku dongeng Soenda
bahasa Belanda ini kemudian dimuat dalam Tydschrift voor Indische Taai- Land-
en Volkenkunde bagian keempat edisi 18 tahun 1878.

terkait dengan bahasa Soenda (lihat Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde
van Nederlandsch-Indie, 1878), Buku-buku tersebut (1) Perdjangjian anjar,
hartosna sadajana kitab noe kasebat indjil goesti oerang Jesoes Kristoes. (Het
Nieuwe Testament in het Soendaneesch), vertaald door S. Coolsma. (2) S.
Coolsma, Handleiding bij de beoefening der Soendaneesche taal, (3) Yu kitab
bunang njoetat tina kitab soetji noe diseboet perdjangdjian anjar. II. (4) Poepoedjian
pikun njanji, sareng pikun Moedji ka pangeran. Ijeu wawatjan eukeur
moerangkalih. (5) Tjatjarakan Soenda. (6) Kitab elmoe itoengan. no. 1. (7) Kitab
paugadjaran itoengan. Tampak pada masa itu penggunaan bahasa Soenda dalam
zending (seperti di daerah lain). Tulisan-tulisan berbahasa Soenda yang
dihubungkan dengan zending dimuat dalam Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde
van Nederlandsch-Indie, 1879).
Tunggu deskripsi lengkapnya
Bahasa Sunda di Pulau Jawa: Zunda
versus Iava
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Â
Â
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com
Â






