*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Ada beberapa pertanyaan dalam
artikel Mengenal Peran Rochjani Soe’oed Dalam Sumpah Pemuda yang dimuat dalam
laman https://analisa.id. Pertanyaan yang dijawab sendiri adalah sebagai
berikut: Kapan Rochjani Soe’oed lahir: Lahir di
Jakarta, 1 November 1906; Apa Peran Rochjani Soe’oed dalam Sumpah Pemuda? Panitia Kongres Pemuda II
sebagai Pembantu V; Perkumpulan Kaum Betawi dipimpin oleh? Diketuai oleh M Tabrani (1927) dan Rochjani Soe’oed (1928). Menurut artikel tersebut sumber
lain menyatakan pada tahun 1928 organisasi Lasum Betawi ini ketuanya adalah Abdul
Chalik sedangkan Rochjani menjabat sekretaris. Dalam hal ini, pertanyaan-pertanyaan tersebut
diperlukan penyelidikan sejarah.

ejaan barunya Pemuda Kaum Betawi adalah wadah organisasi kepemudaan khususnya
untuk para pemuda Betawi yang didirikan pada awal tahun 1927 yang diketuai oleh
Mohamad Tabrani. Hingga akhir tahun 1926 belum ada wadah khusus organisasi
kepemudaan Betawi. Sehingga para pemudanya banyak yang menjadi anggota dari
Jong Java dan Sekar Roekoen karena merasa serumpun. Namun, lama kelamaan mereka
merasa perlu untuk memiliki wadah tersendiri, sehingga dibentuklah organisasi
kepemudaan ini. Kendati organisasi menyandang nama yang menyangkut Betawi,
tetapi banyak anggota dan pengurusnya yang bukan orang Betawi asli. Di antara
sedikit orang Betawi asli itu adalah Mohammad Rochjani Soe’oed, ketua organisasi
kepemudaan ini pada tahun 1928 yang menjadi utusan dalam Kongres Pemuda
Indonesia Kedua. Dan organisasi ini memberikan kesempatan kepada semua pemuda
Indonesia untuk bergabung di dalamnya. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Mohamad Rochjani Soe’oed? Seperti disebut di atas, Mohammad Rochjani
Soe’oed disebut pernah menjadi pengurus inti organisasi Pemoeda Kaoem Betawi
dan pernah menjadi anggota pantitia Kongres Pemoeda 1928. Lalu bagaimana
sejarah Mohammad
Rochjani Soe’oed? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Mohamad
Rochjani di Batavia; Pemoeda Kaoem Betawi dan Kongres Pemuda
Setelah
menyelesaikan sekolah dasar berbahasa Belanda (HIS), Mohamad Rochjani
melanjutkan studi ke sekolah hukum (rechtschool) di Batavia. Pada tahun 1922
Mohamad Rochjani lulus ujian transisi naik dari kelas satu ke kelas dua (lihat De expres, 18-05-1922). Disebutkan di School
tot Opleiding voor Imheemsche Rechtskundigen (STOVIR) berhasil lulus ujian
transisi tingkat persiapan 16 Mei naik dari kelas tahun pertama ke tahun kedua,
diantaranya Mohamad Rohjani, Asan Nasoetion.
School tot Opleiding voor Imheemsche Rechtskundigen
(STOVIR) di Batavia dibuka pertama tahun 1909. Sekolah hukum yang juga
disingkat sebagai Rechtschool lama studi enam tahun. Tiga tahun pertama sebagai
tingkat persiapan dan tiga tahun tingkat bidang hukum (rechtkundige afdeeling).
Lulusan Recthschool biasanya ditempatkan di pengadilan pribumi (landraad).
Pada
tahun 1923 Mohamad Rochjani lulus ujian naik ke kelas tiga (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 12-05-1923). Pada tahun 1924 naik dari kelas tiga tingkat persiapan
ke kelas satu tingkat hukum (lihat Algemeen handelsblad voor
Nederlandsch-Indie, 13-05-1924).
Pada tahun 1924 di Batavia dibuka fakultas
hukum (rechthoogeschool). Ini mengindikasikan bahwa semakin banyak pilihan
untuk studi hukum, selain di rechtschool (setara sekolah menengah) juga di
Belanda (universitas) dan Rechthoogeschool (RHS) di Batavia. Mahasiswa yang
diterima di RHS adalah lulusan HBS 5 tahin dan AMS 6 tahun. Salah satu diantara mahasiswa pertama di RHS adalah Djokomarsaid.
Pada tahun berikutnya antara lain R Soegondo,
Pada
tahun 1926 Mohamad Rochjani lulus ujian naik dari kelas dua ke kelas tiga
(lihat De locomotief, 10-05-1926). Pada tahun ini
diadakan Kongres Pemoeda dimana sebagai ketua adalah Mohamad Tabrani (pemimpin
redaksi surat kabar Hindia Baroe. Mohamad Tabrani adalah lulusa sekolah pamong
di Bandoeng (OSVIA) pada tahun 1925. Sebelumnya, Mohamad Tabrani adalah salahh
satu pengurus Jong Java baik di Bandoeng maupun Soerabaja. Mohamad Tabrani
adalah kelahiran Bangkalan (Madoera).

Belanda (universitas). Mahasiswa yang diterima adalah lulusan sekolah menengah
(HBS 5 tahun). Pribumi pertama yang studi di fakultas hukum di Belanda adalah
Raden Mas Noto Soeroto (lulus HBS Semarang tahun 1906). Namun yang menjadi
sarjana hukum (Mr) pertama adalah RM Gondowinoto tahun 1918 (juga lulusan HBS
Semarang). Dalam perkembangannya, lulusan Rechtschool Batavia yang telah
bekerja dapat melanjutkan studi ke fakultas di Belanda dengan mengikuti ujian
persamaan. Mr RM Gondowinoto berhasil mempertahankan desertasi dan meraih gelar
doktor di bidang hukum pada tahun 1919 (lihat De Tijd: godsdienstig-staatkundig
dagblad, 21-02-1919). Gondokoesoemo, lulusan Rechtschoool Batavia kemudian
melanjutkan studi ke Belanda pada tahun 1920 dan meraih gelar doktor di bidang
hukum pada tahun 1922 (lihat De standaard, 29-06-1922). Pada bulan Februari di
Leiden lulus ujian sarjana hukum, RM Koesoemah Admadja (lihat De Maasbode, 25-02-1922).
Yang lulus juga ujian sarjana hukum pada tahun 1922 adalah R Oerip Kartodirdjo;
R Moekiman; M Besar; M Soemardi; R Sastromoeljono; dan R Pandji Singgih (lihat De
Preanger-bode, 22-01-1923). Pada bulan Juni 1923 Koesoemah Admadja meraih gelar
doktor di bidang hukum (lihat De avondpost, 30-06-1923). Dalam berita ini juga
disebut Mr Raden Pandji Singgih berhasil
meraih gelar doktor di bidang hukum. Pada tahun 1925 yang meraih gelar doktor
di bidang hukum adalah Alinoedin Siregar gelar Radja Enda Bioemi (lihat Algemeen
Handelsblad, 30-05-1925) dan R Soebroto (lihat De Maasbode, 25-09-1925)..
Akhirnya
Mohamad Rochjani lulus ujian akhir di Recgtschool Batavia (lihat De koerier, 09-05-1927).
Ini mengindikasikan bahwa Mohamad Rochjani terbilang lancar dalam studi. Mohamad
Rochjani ditempatkan di (landraad) Batavia (lihat De koerier, 23-05-1927).

1928. Penyelenggara kongres ini adalah federasi organisasi kepemudaan (PPPI)
termasuk Permoeda Kaoem Betawi, Untuk melaksanakan kongres dibentuk Panitia
Kongres Pemuda. Dalam tim intin panitia terdiri dari ketua Soegondo (Jong Java
cabang Batavia), sekretarsi Mohamad Jamin (Jong Sumatranen Bond) dan bendahara Amir
Sjarifoeddin Harahap (Jong Batak). Ketiganya adalah mahasiswa di fakultas hukum
(Rechthoogeschool) di Batavia. Dalam kepanitiaan ini termasuk Rohjani sebagai
anggota. Rohjani mewakili dari Pemoeda Kaoem Betawi (lihat De Indische courant,
08-09-1928).
Pada
tahun 1929 Mohamad Rochjani diangkat sebagai fiscaal-griffer di Batavia (lihat De
locomotief, 13-06-1929).
Tunggu deskripsi lengkapnya
Mohamad Rochjani di Batavia: Siswa
Revhtschool di Batavia yang Menjadi Sarjana Hukum
Tunggu deskripsi
lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




