*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Begitu luas Indonesia (baca: Hindia
Belanda), mulai dari Sabang hingga Merauke. Gerakan politik berkembang di
setiap daerah khususnya kota-kota besar seperti Medan, Padang, Batavia,
Bandoeng, Semarang dan Soerabaja, serta Makassar dan Ambon. Namun ada dinamika
tersendiri diri Batavia, sebagai ibu kota pemerintahan Hindia Belanda yang
secara khusus menjadi pusat gerakan politik golongan pribumi. Dalam konteks
inilah para tokoh Betawi dan organisasi kebangsaan Kaoem Betawi cukup
strategis.

Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) adalah organisasi pergerakan kemerdekaan
yang pernah ada di Indonesia. PPPKI merupakan organisasi kumpulan dari beberapa
organisasi-organisasi seperti Partai Sosialis Indonesia, Budi Utomo, Partai
Nasional Indonesia, Paguyuban Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Kaum
Betawi, dan Kelompok Studi Indonesia. Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan
Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) didirikan dalam sebuah rapat di Bandung
pada tanggal 17-18 Desember 1927. Latar belakang didirikannya PPPKI ini adalah
karena tokoh-tokoh pergerakan nasional beranggapan bahwa berjuang melalui masing-masing
organisasi tidak akan membawa hasil. Lalu Soekarno mempunyai ide untuk
menggabungkan organisasi-organisasi tersebut supaya Indonesia dapat mencapai
kemerdekaannya. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Tokoh Betawi dan Kaoem Betawi di Batavia? Seperti disebut di atas, Kaoem
Betawi adalah salah satu organisasi kebangsaan (Indonesia). Organisasi Kaoem
Betawi didirikan pada tahun 1923. Jumlah tokohnya tidak hanya satu dua orang,
lebih dari tiga orang. Lalu bagaimana sejarah Tokoh Betawi dan Kaoem Betawi di
Batavia? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia – Tokoh
Betawi dan Kaoem Betawi: Dinamika Politik di Pusat Perjuangan Bangsa
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Kaoem Betawi: Mohamad Thamrin
versus Mohamad Masserie
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



