Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (543): Pahlawan Indonesia – Advocaat Indonesia; Mengapa Tidak Ada Asosiasi Pengacara Tempo Dulu?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
20.04.2022
Reading Time: 22 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Ada perbedaan antara sistem
peradilan Indonesia pada masa ini jika dibandingkan pada tempo doeloe era
Pemerintah Hindia Belanda. Namun perbedaan itulah tidaklah terlalu senjang.
Namun perbedaan yang mencolok adalah pada masa ini terbentuk asosiasi pengacara,
sementara pada er Pemerintah Hindia Belanda tidak ada ada. Mangapa? Yang jelas
pada era Pemerintah Hindia Belanda fungsi advokat (advocaat) diintegrasikan
dengan fungsi pengaracar (procureur).

ADVERTISEMENT

Banyak asosiasi yang terbentuk pada Pemerintah Hindia
Belanda, mulai dari asosiasi guru, asosiasi jurnalis hingga asosiasi pedagang.
Namun ada sejumlah profesi pada era Pemerintah Hindia Belanda tidak dibentuk,
tetapi pada era Pemerintah Republik Indonesia dibentuk. Dua profesi yang tidak
memiliki asosiasi pada era Pemerintah Hindia Belanda adalah profesi pengacara
(advocaat en procureur) dan profesi dokter. Mengapa? Pada masa ini, dua profesi
ini memiliki badan/asosisasi. Para pengacara tergabung di dalam Peradin/Peradi
(Perhimpunan Advokat Indonesia) dan para dokter bergabung di dalam IDI (Ikatan
Dokter Indoenesia). Seperti halnya organisas para pewarta pecah (PWI Persatuan
Wartawan Indonesia dan AJI Aliansi Jurnalis Indonesia), organisasi para pembela
pada masa ini Perhimpunan Advokat Indonesia pecah dengan terbentuknya  Dewan Pengacara Nasional (DPN). Bagaimana
dengan organisasi para dokter?

Lantas
bagaimana sejarah para Advokat Indonesia
? Seperti disebut di atas, ketika mulai banyak
jumlah para advokat Indonesia pada era Pemerintah Hindia Belanda tidak terdapat
asosianya. Seperti dokter, setiap advokat melakukan tugasnya berdasarkan
kompetensi yang dimilikinya (sarjana hukum). Lalu bagaimana sejarah Advocat
Indonesia
? Seperti
kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan
Advocaat Indonesia: Para Sarjana Hukum Pejuang Indonesia Memilih Profesis
Advokat

Pada
awal era Pemerintah Hindia Belanda, fungsi advokat dintegrasikan dengan fungsi
notariat dengan judul Advocaat en Notaris. Hal ini karena di Belanda profesi
dua fungsi ini eksis. Pada tahun 1830an profesi advocaat en procureur mulai
muncul di Hindia Belanda. Sejak itu nama profesi advocaat en procureur terus
eksis hingga berakhirnya era Pemerintah Hindia Belanda. Hingga 1880 profesi
(sarjana hukum) advocaat en procureur di Hindia Belanda hanya dipegang oleh
orang Eropa/Belanda. Adalah Oei Jan Lee memecah kebuntuan yang ada.

Oei Jan Lee siswa HBS di G Willem III Batavia naik
dari kelas empat ke kelas lima (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 07-11-1881). Oei Jan Lee tidak
meneruskan, tetapi berangkat ke Belanda untuk meneruskan sekolah HBS agar
meningkatkan peluang masuk universitas. Toei Jan Lee ingin menjadi sarjana
hukum (Mr). Oei Jan Lee lulus ujian akhir HBS di Leiden (lihat Het nieuws van
den dag : kleine courant, 09-07-1884). Pada tahun 1885 Oei Jan Lee lulus ujian
kandidat di bidang hukum di Rjiksuniversiteit te Leiden (lihat Het vaderland,
19-10-1885). Oei Jan Lee akhirnya lulus ujian akhir dan mendapat gelar sarjana
hukum (lihat Dagblad van Zuidholland en ‘s Gravenhage, 15-10-1888). Oei Jan Lee
tampaknya belum puas, lalu melanjutkan studi ke tingkat doktoral. Pada bulan
Januari 1889 Mr Oei Jan Lee meraih gelar doktor bidang hukum di Leiden (lihat
Nieuwe Vlaardingsche courant, 16-01-1889).

Orang
Cina asal Hindia (baca: Indonesia) yang telah mendapatkan gelar sarjana hukum (advocaaat)
yang setara dengan orang-orang Belanda tentu saja disadarinya menjadi penting.
Hal ini karena selama ini perkara-perkara yang dialami oleh orang Cina di Hindia
biasanya ditangani oleh para advocaat orang Belanda lulusan Belanda. Lalu
bagaimana dengan perkara orang pribumi.

Reaksi pertama orang Belanda atas sukses
pencapaian Oei Jan Lee ini mulai direspon negatif orang-orang Belanda. Ada yang
berpendapat advocaat Cina akan menjadi pesaing advocaat Belanda. Ke depan, para
advocaat Cina akan menjadi ancaman bagi para advocaat Belanda yang selama
mendapat keuntungan yang besar. Riak-riak itu segera berlalu, karena tidak ada
lagi siswa asal Hindia (Cina dan pribumi) yang menyusul langkah Oei Jan Lee.
Salah satu faktor penghambat adalah masih terbatasnya slot bagi orang Cina dan
orang pribumi di sekolah menengah (HBS), lulusan sekolah yang menjadi jembatan
memasuki universitas.

Siswa-siswa
pribumi masih terbatas pada dua bidang studi: keguruan dan kedokteran. Hal itu
boleh jadi karena kebutuhannya masih pada bidang pendidikan dan bidang
kesehatan. Siswa-siswa pribumi yang memasuki sekolah HBS masih sangat minim, hanya
beberapa orang saja. Namun setelah lulus tidak melanjutkan studi ke perguruan
tinggi tetapi memilih menjadi pegawai pemerintah. Baru pada tahun 1896 lulusan
HBS Semarang, Raden Kartono (abang dari RA Kartini) melanjutkan studi ke universitas
di Belanda. Dapat dikatakan Raden Kartono adalah pribumi pertama yang studi di
universitas (polytechnisch di Delft).

Dalam perkembangannya, Raden Kartono
melepaskan studinya di bidang teknik dalan lebih memilih studi bahasa-bahasa
timur (Indologi). Lalu kemudian menyusul pribumi yang studi ke Belanda pada
tahun 1903: Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan (keguruan), M Boenjamin,
Abdoel Rivai (kedokteran), Djamaloedin (pertanian).Pada tahun-tahun berikutnya
menyusul Hoesein Djajadiningrat (Indologi), Ph Laoh, Raden Asmaoen (kedokteran);
demikian seterusnya, tetapi belum ada yang memilih syudi hukum.

Sementara
belum ada mahasiswa pribumi di Belanda yang memilih studi hukum, di Hindia Belanda
terbilang baru didirikan sekolah hukum (rechtschool), ssetelah sebelumnya tahun
1907 didirikan sekolah kedokteran hewan dan sekolah pamong/hoofdenschool.
Sekolah-sekolah tersebut plus sekolah keguruan daan sekolah kedokteran yang
sudah lama hanya setara sekolah menengah. Meski demikian, sekolah hukum yang
dibuka tahun 1909 ini di Batavia menjadi pemicu pribumi untuk selanjutnya
memilih bidang studi hukum di universitas (di Belanda).

Lulusan sekolah hukum (rechtschool) Batavia
bukanlah ahli hukum, tetapi para lulusan yang diarahkan untuk sebagai pegawai
pemerintah di bidang peradilan pribumi (landraad). Sementara hakim yang
biasanya dirangkap oleh ketua Landraad adalah sarjana hukum (Mr) lulusan Belanda.
Tentu saja, dan oleh karena itu, penggunaan advocaat di pengadilan pribumi
(landraad) belum ada. Advocaat hanya terbatas pada pengadilan non-pribumi
(Eropa/Cina/timur asing).

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Advocaat Indonesia: Mengapa
Tidak Ada Asosiasi Pengacara Tempo Doeloe?

Advocaat
en procureur pertama non Eropa/Belanda di Hindia adalah Oei Jan Lee. Pada tahun
1896 Oei Jan Lee tidak lagi berprofesi sebagai advocaat en procureur tetapi
telah diangkat menjadi pejabat (ambtenaar) di Departemnt van Jursitie di
Batavia.

Setelah meraih gelar doktor dalam bidang hukum
tahun 1889, Oei Jan Lee pada tahun 1890 kembali ke tanah air di kampongnya di
Banda. Pada tahun 1891 Oei Jan Lee mengajukan naturalisasi dan marga (lastname)
Lee. Pada tahun 1892 Oei Jan Lee bergabung dengan asosiate di Batavia sebagai
advocaat en procureur. Oei Jan Lee menikah dengan seorang gadis Belanda.
Setelah mendapat status naturalisasi Oei Jan Lee dengan nama baru dan marga
Johan Lee. Oei Jan Lee telah menjadi orang Belanda.

Dua
lulusan HBS Semarang Raden Mas Noto Seoroto dan RM Gondowinoto yang berturut
turut tiba di Belanda tahun 1906 dan 1907 diketahui memilih studi hukum. Mereka
berdua yang mulai terdaftar sebagai mahasiswa hukum tahun 1909 dapat dikatakan
pribumi pertama yang memilih studi hukum di Belanda. Seperti disebut di atas
tahun ini di Batavia dibuka sekolah hukum (rechteschool) (lihat De
Preanger-bode,  21-06-1909).  .

Jumlah lulusan Rechtschool Batavia semakin
banyak dari waktu ke waktu. Alinoedin Siregar gelar Radja Enda Boemi masuk
Rechts School tahun 1915. Setelah lulus Rechts School, Radja Enda Boemi
diangkat sebagai pegawai pemerintah di Kantor Pengadilan Landraad Medan.
Kemudian setelah beberapa tahun menjadi pegawai ia mendapat beasiswa untuk
berangkat ke Negeri Belanda untuk mencapai gelar sarjana hukum (Mr).

RM
Gondowinoto lulus ujian akhir dan mendapat gelar sarjana hukum (Mr) di Leiden
pada tahun 1918 (lihat  De Tijd :
godsdienstig-staatkundig dagblad, 03-07-1918). Disebutkan RM Gondowinoto
berasal dari Soerabaja. RM Gondowinoto tidak segera pulang ke tanah air.
Sebagaimana disebut di atas, Gondowinoto sudah berada di Belanda (Leiden) sejak
1907 (dan belum pernah pulang). Gondowinoto masih melanjutkan studi ke tingkat
doktoral untuk meraih gelar doktor (Ph.D).

Pribumi yang studi di Belanda yang sudah
meraih gelar doktor di Belanda, yang pertama adalah Raden Hoesein
Djajadiningrat pada tahun 1913. Seperti disebut di atas, Hoesein
Djajadiningrat, lulus HBS di Batavia tiba di Belanda tahun 1906. Dr Abdoel
Rivai juga disebut telah meraih gelar doktor di bidang kedokteran di Gent
(Belgia).

Mr
RM Gondowinoto berhasil mempertahankan desertasi dan meraih gelar doktor di
bidang hukum pada tahun 1919 (lihat De Tijd : godsdienstig-staatkundig dagblad,
21-02-1919). Disebutkan dipromosikan menjadi doktor dengan tesis RM Gondowinoto
lahir di Jogjakarta. Ini menambah jumlah pribumi studi di Belanda yang meraih
gelar doktor. Seperti haalnya para lulusan Docter Djawa School/STOVIA, para
lulusan Rechtschool Batavia yang setelah bekerja di Landraad beberapa tahun
melanjutkan studi hukum di Belanda. Beberapa diantaranya melanjutkan ke tingkat
doktoral.

Orang Indonesia berikutnya yang mendapat gelar
doktor (Ph.D) di bidang hukum adalah Mr. Gondokoesoemo pada tahun 1922 di
Universiteit Leiden dengan judul desertasi adalah ‘Vernietiging van
Desabeslissingen in Indie’ (lihat De Tijd: godsdienstig-staatkundig dagblad,
22-06-1922). Gondokoesoemo lahir di Blora adalah salah satu alumni pertama dari
Rechts School di Batavia. Orang Indonesia lainnya yang meraih doktor di bidang
hukum adalah RM Koesoemah Atmadja lahir di Poerwakarta dengan judul desertasi
‘De Mohammedaansche vrome stichtingen in Indie’ (lihat Het Vaderland : staat-
en letterkundig nieuwsblad, 15-12-1922); Raden Soegondo lahir di Rembang dengan
desertasi berjudul Vernietiging van Dorpsbesluiten (lihat De Preanger-bode,
22-01-1923); Soebroto dengan desertasi berjudul ‘Indonesische Sawah-verpanding’
(De Tijd: godsdienstig-staatkundig dagblad, 25-09-1925).

Pada
rahun 1925, Radja Enda Boemi lahir di Batang Toroe Padang Sidempoean dinyatakan
lulus di Universiteit Leiden dan mendapat gelar doctor (Ph.D) dengan desertasi
berjudul: ‘Het grondenrecht in de Bataklanden: Tapanoeli, Simeloengoen en het
Karoland’. Radja Enda Boemi adalah ahli hukum pertama dari Tanah Batak dan
orang Indonesia kedua yang meraih gelar doktor (Ph.D) di bidang hukum.

Tunggu
deskripsi lengkapny
a


 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

3 Lokasi Buka Puasa Bersama dengan Teman Sebaya

Lokasi Pemandian Alam Aloina Serta Berbagai Aktivitas Wisata di Dalamnya

Iklan

Recommended Stories

Resep Udang Rebus Mentega Praktis Enak

27.12.2016

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (3)

17.05.2023
Ada Yang Menanti, Ada Yang Telah Menunaikan Janji

Serangan pejuang kemerdekaan atas jalur kereta api: Purwakarta, 21 Agustus 1948 (1)

16.02.2018

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?