*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Pendidikan meoderen (penggunaan
aksara Latin) di Indonesia pada dasarnya merujuk pada pandidikan barat Eropa).
Dalam perkembangannya sistem pendidikan yang dikembangkan di Indonesia berawal
dari bentuk sistem pendidikan di Belanda. Pemerintah Hindia Belanda secara
sadar menganggap penting pendidikan bagi (penduduk) pribumi, namun bagaimana
memulainya tidak seudah menerapkan pendidikan Belanda di Hindia bagi
orang-orang Eropa/Belanda. Pada fase inilah awal sistem pendidikan Indonesia
(baca: pribumi) terbentuk. Guru-guru Belanda memang perlu, tetapi tidak cukup.
Untuk memenuhi syarat cukup dalam sistem pendidikan pribumi (bukan kuantitas,
tetapi kualitas) diperlukan guru-guru pribumi.

Timur) dimulai sejak era Portugis dimana orang-orang Portugis memperkenalkan
tulisan aksara Latin. Pada awalnya bersifat informal sebelum diambil alih para
misionaris dengan mengembankan lembaga pendidikan sendiri. Namun pendidikan
yang diselenggarakan masih terbatas sekadar baca tulis. Dengan kata lain,
sistem pendidikan yang dibentuk para misionaris Portugis dan kemudian para
misionaris Belanda (pada era VOC)) hanya bersifat non-formal. Itu hanya terbatas
di kota-kota dimana ditemukan orang Eropa. Seiring dengan pembentukan
Pemerintah Hindia Belanda tahun 1800 (yang disela pendudukan Inggris 1811-1816)
sistem pendidikan dintroduksi dengan merujuk sistem pendidikan yang ada di
Belanda. Namun itu tidak mudah bagi pribumi, terutama di daerah-daerah baru
dimana cabang pemerintahan baru dididirikan. Hal itu karena ada pada penduduk
menganggap produk pendidik Eropa itu tidak berguna sementara sistem pendidikan
tradisi (agama Islam) masih eksis. Pada daerah-daerah tertentu secara perlahan
sistem pendidikan Eropa/Belanda mulai direspon penduduk. Pada fase inilah
terjadi (proses) transisi pendidikan yang menjadi awal terbentuknya sistem
pendidikan Indonesia (Hindia Belanda).
Lantas
bagaimana sejarah transisi (sistem) pendidikan Indonesia? Seperti disebut di atas, transisi
pendidikan ini terjadi pada era Pemerintah Hindia Belanda. Pada berbagai
tahapan, mulai tingkat sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi
dimulai dengan mengirim atau para pribumi berangkat studi ke Belanda. Lalu
bagaimana sejarah transisi pendidikan Indonesia? Topik ini sejauh ini belum ada
yang menulis. Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan.
Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan
Transisi Pendidikan Guru: Studi ke Belanda – Terbentuknya Sistem Pendidikan
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Transisi Pendidikan Guru: Awal
Pertumbuhan dan Perkembangan (Sistem) Pendidikan di Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


