Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (539): Pahlawan Indonesia – Raden Soejoed; Guru Hekker di Haarlem hingga Soejoed Hekker di Depok

Tempo Doelo by Tempo Doelo
18.04.2022
Reading Time: 25 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Narasi sejarah Indonesia begitu
minim, tetapi begitu banyak pelaku sejarah yang tidak dinarasikan. Banyak
pelaku sejarah yang telah berperan penting di awal kebangkitan bangsa Indonesia,
namun banyak diantara nama-nama mereka pada masa ini tidak terlaporkan atau
terberitakan. Seperti pada artikel-artikel sebelumnya siapa Raden Kamil dan
siapa guru Hamsah, kini kita ditantang untuk menjawab pertanyaan siapa Raden
Soejoed.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Hindia Belanda mengirim tiga guru muda plus
satu guru senior ke Belanda untuk studi keguruan tahun 1874 namun tiga
meninggal dan satu guru hanya menyelesaikan sebagia. Lalu Pemerintah Hindia
Belanda tahun 1877 kembali mengirim tiga guru muda studi keguruan ke Belanda
yakni Raden Kamil, Raden Soejoed dan Hamsah. Raden Kamil sukses, Hamsah gagal.
Sementara Raden Soejoed meski lambat tetapi akhirnya berhasil menyelesaikannya.
Di tanah air (Hindia) Hamsah menyelesaikan studinya yang gagal di Belanda.
Akhirnya ketiga guru muda yang dikirim tahun 1877 menjadi guru dengan cara yang
berbeda. Tiga guru tersebut juga berbeda dalam mengakhiri karir. Hamsah dipecat
pemerintah karena dianggap melanggar melakukan les privat di rumahnya di Probolinggo.
Meski Hamsah bermaksud baik untuk membantu yang membutuhkan tetapi pelanggaran
tetap dianggap pelanggaran. Raden Kami setelah pensiun menjadi guru diangkat
menjadi Inspektur Pendidikan Pribumi di Jawa yang menjadi paswordnya duangkat
sebagai anggota Volksraad. Bagaimana dengan Raden Soejoed? Pada masih menjadi
guru di Bandoeng memohon kepada pemerintah nama barunya Christian Soejoed
dengan nama belakang yang baru Hekker. Setelah dengan nama baru, Raden Soejoed
alias Christian Soejoed alias Christian Hekker menjadi guru di sekolah
(misionaris) di Depok. Pribumi bernama Christian Hekker pada masa tuanya diketahui
sebagai pendeta.

Lantas
bagaimana sejarah Raden Soejoed
? Seperti disebut di atas, Raden Soejoed yang studi
keguruan di Belanda kemudian mengganti namanya menjadi Christian Hekker. Lalu
bagaimana sejarah Raden Soejoed
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Raden
Soejoed; Guru Hekker di Haarlem dan Willem Iskander

Pemerintah
Hindia Belanda mengirim tiga guru muda studi keguruan di Belanda. Untuk
mendampingi tiga guru muda ini ditunjuk guru (senior) Willem Iskander, kepala
sekolah guru di Tanobato, Afdeeling Angkola Mandailing Residentie Tapanoeli.
Untuk sementara sekolah guru Tanobato ditutup, Willem Iskander yang diberi
beasiswa untuk melanjutkan studi dalam mendapatkan akta guru kepala diproyeksi
akan menjadi direktur sekolah guru yang lebijh besar yang akan dibuka tahun
1879 di Padang Sidempoean (ibu kota Angkola Mandailing). Tuga guru muda
tersebut adalah Barnas Lubis asisten Willem Iskander di Tanobato, Raden Soerono
dari sekolah guru Soeracarta dan Raden Ardi Sasmita dari Bandoeng. Willem
Isdkander dan tiga guru muda berangkat ke Belanda dari Batavia pada bulan Mei
1874.

De standaard, 07-10-1874: ‘Sekolah guru di
Hindia Belanda. Wilayah Hindia Belanda berpenduduk 24 juta jiwa, dan harus
diperkirakan setidaknya ada tiga juta yang bersekolah. Tiga juta anak ini akan
membutuhkan setidaknya sepuluh ribu sekolah dimana satu sekolah erdiri dari 150
anak. Staf pengajar untuk sekolah-sekolah ini harus terbentuk 40 ribu. Segera
setelah persyaratan ini dipenuhi, baru disebut pendidikan pribumi memadai. Namun
sejauh mana kasusnya? Menurut pernyataan terakhir, jumlah anak sekolah swasta untuk
pulau Jawa dan Madura hanya ada 5.950, di sekolah pemerintah 9.682, secara
total 15.641 anak. Begitu juga untuk luar Jawa/Madura di sekolah swaasta 14.003
dan pemerintah 14.281. Jumlah seluruh sekolah pribumi untuk seluruh Hindia
Belanda: sekolah swasta 20.052, sekolah negeri 23.973, bersama-sama 44.025
sekolah! Empat puluh empat ribu anak sekolah dari populasi 24 juta, tidak ada
satu pun anak sekolah dari lima ratus penduduk dan itu setara dengan seluruh
populasi sekolah di Amsterdam 510, di Rotterdam 208, di Den Haag 150, Utrecht 90.
Suatu keadaan yang sangat menyedihkan, benar-benar memalukan! Tentu saja
sekolah-sekolah agama pribumi tidak diperhitungkan baik dalam gambar pertama
maupun kedua. Sebagai perbandingan, kami mengambil secara eksklusif
sekolah-sekolah yang didirikan di bawah pengaruh Eropa, baik di abad kedelapan
belas maupun di abad ini. Hampir satu juta telah disisihkan dalam anggaran
untuk Hindia Belanda untuk pendidikan segelintir orang Eropa yang kita miliki enam
ton emas penuh….Setidaknya upaya pertama yang lemah untuk meningkatkan
pendidikan penduduk asli telah dilakukan. Tiga pribumi ditempatkan di Amsterdam
di rumah Hekker, untuk dilatih untuk ujian asisten guru Mereka adalah: seorang
Soenda Mas Ardi Sasmita, seorang Jawa Raden Mas Soerono dan seorang Mandheling
Si Banas. Sesuai keinginan, ini tidak bergerak maju. Mereka ingin mengukir,
tetapi tidak ada kayu. Akan tetap apa adanya, dan apa yang masih diperoleh
tidaklah cukup. Pemerintah sendiri menyatakan pada tahun 1873 sekolah guru Solo
menghasilkan empat guru dan sekolag guru Bandong hanya satu. Sekolah guru masih
kurang metodologi sebagai sekolah guru masih dianggap tidak cukup oleh Komisi
Pendidikan. Sekolah guru di Fort de Koek tidak menghasilkan guru pada tahun
1872; sementara yang di Tano Bato hasil ujian yang diadakan pada tahun 1872
enam belas orang mengajukan ujian kepala sekolah, delapan diantaranya lulus dan
ujian her tiga orang diterima dan empat orang ditolak. Dalam hubungan ini diketahui
bahwa Prinsip-prinsip Undang-Undang Sekolah tahun 1857 yang tidak dapat
dipertahankan telah diperkenalkan di negara ini, baru-baru ini, Tes untuk
Sekolah-sekolah Hindia diperkenalkan. Apakah mungkin ada kekurangan yang
menghambat perkembangan sekolah-sekolah Hindia?’.  

Namun
tidak lama setelah di Belanda, Barnas Lubis sakit dan lalu meninggal. Kemudian
Raden Soerono jatuh sakit. Untuk mempercepatkan kesembuhannya, dikirim kembali
ke tanah air, tetapi meninggal di dalam pelayaran di sekitar Port Said. Willem
Iskander dan Raden Adi Sasmita menjadi gamang. Willem Iskander tampaknya
frustasi dan kemudian diberitakan meninggal pada bulan Juni 1876 di Amsterdam.
Apakah Raden Ardi Sasmita masih tetap bisa bertahan? Dalam konteks inilah,
pengiriman guru muda studi keguruan ke Belanda, Pemerintah Hindia Belanda
kembali mengirim tiga guru muda untuk studi keguruan ke Belanda yakni Raden
Kamil, Raden Soejoed dan Hamsah pada tahun 1877. Seperti halnya Raden Soerono,
Barnas Lubis dan Raden Ardi Sasmita di Belanda, Raden Kamil, Raden Soejoed dan
Hamasah akan dididik di bawah pengasan D Hekker.

Raden Kamis, Raden Soejoed dan Hamsah berangkat
ke Belanda dengan menumpang kapal ss Koning der Nederlanden (lihat Algemeen
Handelsblad, 30-06-1877). Disebutkan kapal ss Koning der Nederlanden berangkat
dari Batavia dengan tujuan akhir Nederland dimana terdapat nama penumpang Raden
Kamis, Raden Soejoed dan Hamsah. Dari puluhan penumpang hanya mereka bertiga
yang bernama non Eropa/Belanda.

Pada
tahun 1878 Pemerintah Hindia Belanda kembali mengirim dua guru muda untuk studi
ke Belanda. Dua guru muda tersebut adalah Jozias Ratulangi dan Elias Kandou.
Mereka berdua berangkat dengan kapal ss Prins van Oranje dari Batavia dengan
tujuan akhir Nederland (lihat Bataviaasch handelsblad, 27-04-1878). Dari
puluhan penumpang hanya mereka bedua yang bernama non Eropa/Belanda. Dalam dua
tahun terakhir Pemerintah Hindia Belanda telah mengirim lima guru muda untuk
studi ke Belanda yakni Raden Kamil. Raden Soejoed, Hamsah, Jozias Ratulangi dan
Elias Kandou. Lantas bagaimana dengan Raden Ardi Sasmita?

Pada tahun 1879 guru muda Hamsah setelah beberapa
lama di Belanda, dan belum menyelesaikan studi, kembali ke tanah air (lihat Het
vaderland, 14-04-1879). Disebutkan kapal st Amalia dari Nieuwediep dengan
tujuan akhir Batavia dimana di dalamnya terdapat penumpang bernama S Hamsah.
Dalam manifes kapal juga terdapat nama Mas Ardi Sasmita. Dari puluhan penumpang
hanya mereka berdua bernama non Eropa/Belanda. Mas Ardi Sasnita yang berangkat
dengan Willem Iskander ke Belanda tahun 1874 kembali ke tanah air. Lalu apakah
Mas Ardi Sasmita telah menyelsaikan studinya?

Dengan
kepulangan Hamsah dan Mas Ardi Sasmita, guru muda yang meneruskan studi di
Belanda sebanyak empat orang, yakni Raden Kamil, Soejoed, Jozias Ratulangi dan
Elias Kandou. Pada tahun 1880 tiga dari empat guru muda telah menyelesaikan
studi (lihat Dagblad van Zuidholland en ‘s Gravenhage, 10-11-1880). Disebutkan tiga
dari empat pemuda pribumi yang dilatih di Amsterdam baru saja lulus ujian untuk
asisten guru dan akan segera kembali ke Hindia Belanda. Guru muda yang keempat
masih belum siap untuk melakukan ujian.

Raden Kamil, Jozias Ratulangi dan Elias Kandou
kembali ke tanah air pada bulan Desember 1880 (lihat Opregte Haarlemsche
Courant, 06-12-1880). Disebutkan dari Amsterdam tanggal 4 Desember berangkat dengan
tujuan akhir Batavia kapal ss Prins van Oranje dimana diantara penumpang
terdapat nama Raden Kamil, Jozias Ratulangi dan Elias Kandou. Dari puluhan
penumpang hanya mereka bertiga nama non Eropa/Belanda.

Tampaknya
guru muda yang belum menyelesaikan studi di Belanda adalah Raden Soejoed yang
berasal dari Magelang. Apa yang menyebabkan Raden Soejoed mengalami kesulitan
dalam studi di Belanda. Dua guru yang berasal dari Minahasa yang datang
belakangan telah lulus di Belanda. Apakah ada faktor non akademik yang mempengaruhinya?

Sementara itu Pemerintah Hindia Belanda kembali
merencanakan mengirim tiga guru muda satu dari Residentie Padangsche Benelanden
dan dua dari Residentie Ambon. Namun yang terinformasikan dua guru muda dari
Ambon berangkat ke Belanda. Kedua guru dari Ambon tersebut adalah ME Anakotta
dan JH Wattimena berangkat tahun 1881 (lihat Het nieuws van den dag: kleine
courant, 16-09-1881). Disebutkan kapal ss Conrad dari Batavia menuju Amsterdam
pada tanggal 13 Agustus 1881 dimana terdapat dua penumpang bernama ME Anakotta
dan JH Wattimena. Dalam manifest kapal ini hanya mereka berdua dengan nama non
Eropa/Belanda. Pada tahun 1881 sekolah guru yang ada di Hindia Belanda berada
di Magelang (suksesi Soeracarta), Fort de Kock. Tondano (didirkan 1873), Ambon
(didirikan 1874), Probolinggo (didirikan 1875), Banjarmasin (1875-1893),
Makassar (1876-1895) dan Padang Sidempuan (1879-1891).

Dalam
perkembangannya diketahui bahwa Raden Soejoed akhirnya menyelesaikan studinya
di Belanda. Setelah kembali ke tanah air, Raden Soejoed ditempatkan di sekolah
guru Magelang dimana sebelumnya Raden Kamil ditempatkan. Pada tahun 1885 Raden
Soejoed dipindahkan dari Megelang ke sekolah guru di Bandoeng (lihat Java-bode
: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 12-01-1885).
Disebutkan terhitung sejak 1 Februari 1885 Raden Soejoed dari Magelang
dipindahkan ke sekolah guru di Bandoeng;

Pada tahun 1885 sekolah guru di Megelang telah
ditingkatkan statusnya sebagai sekolah guru utama Hoofdenschool.  Selain sekolah guru Magelang, yang juga
berubah menjadi Hoofdenschool adalah sekolah guru di Tondano, di Probolinggo
dan di Fort de Kock. Lalu bagaimana dengan Raden Kamil sendiri di Magelang?  Raden Kamil tetap di Magelang tetapi ditempatkan
sebagai guru di Hoofdenschool Magelang terhitung sejak 1 Februari 1885. Sekolah
guru yang masih ada pada tahun 1885 adalah sekolah guru di Ambon, Bandoeng,
Padang Sidempoean, Banjarmasin dan Makassar (dan Palembang?).  

Pada
tahun 1886 di Bandoeng, Raden Soejoed telah menikah (lihat Java-bode : nieuws,
handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 01-07-1886). Disebutkan untuk
banyak tanda bunga yang diterima dalam pernikahan mereka, yang bertanda tangan
di bawah ini juga mengucapkan terima kasih yang tulus atas nama perkawinan mereka.
C. Soejoed dan HJM Soejoed Honze. Bahdoeng, 27 Juni 1886.

Nederlandsche staatscourant, 10-07-1886: ‘Menteri Koloni. Merujuk
Pasal 3 Ordonansi tanggal 30 Juli 1883 (Indisch Staatsblad, No. 192), diumumkan
bahwa Raden Soejoed, asisten guru di Bandoeng, atas permintaan dd. 11 Maret
1886, telah mengajukan permohonan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda untuk
mengambil nama keluarga (lastname) Hekker’.

Raden
Soejoed tetap berada di sekolah guru di Bandoeng dan diangkat kembali pada
tahun 1890 (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie,
20-01-1890). Disebutkan diangkat asisten guru Eropa di sekolah guru Bandoeng, asisten
guru pribumi kelas-1di sekolah tersebut Ch. Hekker, sebelumnya bernama Raden Soejoed.
Dalam hubungan ini Raden Soejoed disebutkan seorang Kristen (lihat Java-bode :
nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 14-02-1890).
Disebutkan Raden Soejoed, guru di sekolah guru di Bandoeng, orang Kristen ini,
berasimilasi dengan orang Eropa, lulus ujian tahun lalu dalam Het Maleisch en
dat in de Land-en Volkenkunde van Nederlandsch lndie (Bahasa Melayu dan Etnologi).

Sejak kapan Raden Soejoed beragama Kristen?
Raden Soejoed berasal dari Magelang. Kegiatan zending di Midden Java baru
dimulai pada tahun 1861 (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad
voor Nederlandsch-Indie, 24-04-1861). Masih terbatas di Semarang. Pada tahun
ini kegiatan zending dimulai di wilayah Silindoeng (Bataklanden) dengan
kehadiran Nommensen untuk membantu Krammmer dan istri. Sedangkan kegiatan
zending di (wilayah) Magelang baru dimulai pada tahun 1913. Seperti disebut di
atas, Raden Soejoed terinformasikan sebagai seorang Kristen pada tahun 1890 ini.
Raden Soejoed dipindahkan dari Magelang ke Bandoeng tahun 1885. Lalu, apakah
Raden Soejoed menjadi Kristen ketika masih studi keguruan di Belanda? Pada
tahun 1886 Raden Soejoed di Bandoeng menikah dengan gadis Eropa/Belanda dan
pada tahun itu juga Raden Soejoed mangajukan permohonan untuk nama keluarga
(lastname) Hekker. Bukanlah nama D Hekker adalah guru pengawas guru-guru muda
di Belanda? Apakah ada kaitan pernikahan dengan gadis Belanda dan penambahan
nama keluarga (lastname) Hekker terkait dengan nama D Hekker di Belanda dan
menjadi Kristen guru Raden Soejoed?

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Raden Soejoed: Guru Hekker di
Haarlem hingga Soejoed Hekker di Depok

Raden
Soejoed alias Christiaan Hekker adalah orang Jawa yang telah bergaul dengan
orang Eropa (lihat  De locomotief:
Samarangsch handels- en advertentie-blad, 02-05-1901).  Christiaan Hekker, yang dalam artikel ini
dipertukarkan namanya dengan nama lama Raden Soejoed adalah salah satu pribumi
yang diinginkan oleh para pegiat pendidikan Eropa terhadap para terpelajar
pribumi. Tidak hanya dalam bahasa Belanda dan pergaulan juga (jika diinginkan)
menjadi seorang Kristen. Hingga sejauh ini, yang telah diketahui, baru Raden
Soejoed, pribumi terpelajar, yang disebutkan secara tulus, yang telah beralih
agama. Raden Soejoed kemudian diketahui telah di Depok sebagai kepala sekolah
(lihat De locomotief, 07-04-1908).

Besar dugaan Raden Soejoed pindah ke Depok
pada tahun 1905 (sebagai kepala sekolah). Hal ini didasarkan keterangan bahwa
pada tahun 1905 sekolah guru/Hoofdenschool Bandoeng telah diubah statusnya
menjadi sekolah pamong (OSVIA). Sehubungan dengan itu pada akhir tahun 1904
keluar pengumuman pengangkatan Ch Hekker sebagai kepala sekolah yang
ditempatkan di Depok (lihat Sumatra-bode, 12-11-1904). Rekannya sesama guru di
Hoofdenschool Darma Koesoema pada tahun 1905 dipindahkan ke sekolah guru (kweekschool)
yang juga di Bandoeng.

Raden
Soejoed alias Christiaan Hekker akan cukup nyaman di Depok sebagai kepala
sekolah, karena sebagian besar warga (Gemeente) Depok adalh beragama Kristen.
Sebagaimana diketahui mereka bergama Kristen sejak era VOC yang berawal sebagai
pekerja tuan tanah Cornelis Chastelein. Penempatan Ch Hekker di Depok sebagai
guru pemerintah.

De Preanger-bode, 24-06-1908: ‘Karena lama
mengabdi, cuti setahun ke Eropa, diberikan kepada kepala sekolah Depoksche
School di Depok (Batavia), Ch. Hekker, dengan ketentuan mengundurkan diri dari
jabatannya pada tanggal 2 Juli 1908.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C

Bersiap ke Mekkah, Mencari Bekal untuk Barzakh

Bersiap ke Mekkah, Mencari Bekal untuk Barzakh

Iklan

Recommended Stories

AL ‘ALIM SALAH SATU NAMA ALLAH YANG MAHAINDAH

30.09.2016

Resep Sayur Lodeh Istimewa Super Pedas ala My Mom

14.06.2011

Suasana kamp tawanan Cideng menurut sketsa penghuninya, 1945

24.08.2019

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?