Seperti halnya Institut Pertanian
Bogor, sesungguhnya University of Wageningen di Belanda masih terbilang baru di
Eropa. Universiteet Waginengen berawal dari Landbouwhogeschool yang didirikan
pada tahun 1918. Sebelumnya yang sudah ada adalah sekolah pertanian pemerintah
Rijks Landbouwschool yang bermula tahun 1876. Landbouwschool setingkat sekolah
menengah (HBS). Pribumi yang melanjutkan studi ke Belanda, yang memilih studi
di Wageningen antara lain SM Latif (diterima tahun 1908).

in Wageningen gevestigd. De Rijkslandbouwschool startte met een driejarige hbs
en een tweejarige kopstudie. De 32 studenten die in het eerste jaar startten
kregen les op een perfecte locatie voor landbouwonderwijs, midden op het
platteland omringd door zand-, klei- en veengrond. De school bleek in een grote
behoefte te voldoen, maar had ook wat last van de snel veranderende wensen op
onderwijsgebied. Uiteindelijk, na tweede eerdere reorganisaties, werd besloten
in 1904 de Rijkslandbouwschool weer op te heffen en deze te vervangen door vier
zelfstandige inrichtingen, allen gevestigd te Wageningen. Deze inrichtingen
werden de Rijks Hogere Land-, Tuin- en Bosbouwschool, de Rijkslandbouwschool,
de Rijkstuinbouwschool en de Rijks Hogere Burger School. De Rijks Hogere Land-,
Tuin- en Bosbouwschool is sindsdien sterk gegroeid en kreeg in 1918 erkenning
door een verheffing tot Landbouwhogeschool. De Rijkslandbouwschool maakte ook
een sterke groei door. Zij kwam echter wel vlot in de problemen. Niet alleen
boerenzonen, met een voorkeur voor de praktijk van de Nederlandse landbouw,
stroomden toe, maar ook tal van stedelingen, met een voorkeur voor de tropische
landbouw, kwamen naar Wageningen. Deze laatste groep werd uiteindelijk verreweg
de grootste, terwijl het onderwijs afgestemd was op de behoefte van de
Nederlandse landbouw. Als gevolg van een herziening van de wet op het
wetenschappelijk onderwijs heette de Landbouwhogeschool vanaf 1986
Landbouwuniversiteit. Het ontwerp van Arboretum De Dreijen dateert van 1895 en
staat in direct verband met de totstandkoming van de Rijkstuinbouwschool een
jaar later. De aanstaande leerlingen moesten hier kennis kunnen maken met het
‘materiaal van de tuinbouwwetenschap’, in dit geval vooral sierbomen en
-struiken. (https://wikiwageningen.nl)
Lantas
bagaimana sejarah SM Latif? Seperti disebut di atas, SM Latif pribumi yang
berangkat melanjutkan studi ke Belanda SM Latif memilih studi di Rijks
Landbouwschool di Wageningen (masuk 1908). Tidak hanya SM Latif yang studi di
sekolah pertanian ini. Lalu bagaimana sejarah SM Latif? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia – SM Latif
Studi Pertanian di Belanda: Rijkslandbouwschool Wageningen
Pada
tahun 1908 diadakan ujian masuk sekolah Gymnasium Koning Willem III School (KW
III S) di Batavia yang diadakan di beberapa tempat (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 25-04-1908). Salah satu yang lulus adalah M Latif. Nama M Latif ini
diduga kuat adalah nama siswa SM Latif yang melanjutkan sekolah di sekolah
menengah (HBS) di Haarlem (lihat Nieuwe Haarlemsche courant, 14-07-1909).
Disebutkan ujian transisi di Hoogere Burgerschool (HBS) 5 tahun di Harlem, yang
mana yang lulus ujian naik dari kelas satu ke kelas dua antara lain SM Latif. Ini
mengindikasikan bahwa SM :Latif masuk HBS Haarlem tahun 1908.
Siswa yang diterima di sekolah HBS adalah
lulusan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS). SM Latif dapat dikatakan sebagai
siswa pribumi pertama melanjutkan studi ke Belanda sebagai lulusan ELS (masuk
di HBS kelas satu). Yang lainnya adalah siswa HBS di Batavia yang meneruskan
sekolah HBS di Balenada. Dua diantaranya adalah Raden Soemitro (masuk 1906) dan
KJ Leatemia (1907). Selebihnya adalah lulusan sekolag guru Kweekschool, lulusan
sekolah kedokteran Docter Djawa School dan lulusan HBS.
Pada
saat SM Latif memulai studi di HBS Haarlem (1908), di Belanda pada tanggal 25
Oktober 1908 di tempat kediaman Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan di
Leiden diadakan pertemuan pribumi asal Hindia yang sedang atau persiapan studi
di Belanda. Hasil keputusan pertemuan tersebut disepakati pembentukan
organisasi yang diberi nama Indische Vereeniging. Untuk pengurus dipilih Soetan
Casajangan dan sebagai sekretaris Raden Soemitro. Soetan Casajangan sendiri lulusan
Kweekschool Padang Sidempoean studi di Rijkskweekschool di Leiden. Sedangkan
Raden Soemitro baru diterima di Indisch Administrative Dienst di Leiden. SM
Latif hadir dalam pertemuan di Leiden tersebut.
Siapa Soetan Mohamad Latif tidak
terinformasikan. Yang jelas, saat ujian masuk di HBS KW III School Batavia, SM
Latif mengikuti ujian di Padang. Oleh karena SM Latif baru lulus sekolah dasar
(ELS) dan kemudian melanjutkan studi ke Belanda (di Haarlem) diduga berada di
bawah bimbingan/asukan Soetan Casajangan (guru di Padang Sidempoean yang
melanjutkan studi ke Belanda, sejak 1903). Sebelum kuliah di Rijkskweekschool
di Leiden, Soetan Casajangan lebih dulu studi magang di Haarlem. Lulusan ELS
yang melanjurtkan studi ke Belanda kemudian antara lain Abdoel Firman gelar
Mangaradja Soeangkoepon (lulusan ELS Medan tiba di Belanda tahun 1910) dan
kemudian Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia (lulusan ELS Sibolga tiba
di Belanda 1911).
SM
Latif ternyata siswa pemberani. M Latif menjadi sekretaris Jong Nederland
afdeeling Haarlen (lihat Nieuwe Haarlemsche courant, 05-10-1909). Jong
Nederlanad adalah golongan pemdua dari Agemene Nederland Verbond, Masih di
Haarlem, KJ Leatemia aktif dalam olah raga atletik dimana pada tahun 1909 Leatemia
ikut berpartisipasi kejuaraan atletik sekota Haarlem yang turun pada lari
estafet. Dalam kejuaraan ini timnya termasuk yang mendapat penghargaan (lihat
Nieuwe Haarlemsche courant, 06-09-1909). Besar dugaan ikut organisasi atau ikut
olah raga di Haarlem sebagai bagian dari eskul. Pada tahun 1911 SM Latif lulus
ujian masuk sekolah pertanian pemerintah Rijks Landbouwschool di Wageningen
(lihat Arnhemsche courant, 17-07-1911(. Disebutkan SM Latif ditempatkan di
kelas dua.
Jika SM Latif masuk HBS di Haarlem pada tahun
1908 atau 1909, jika dan hanya jika lancar studi, pada tahun 1911 SM Latif
lulus ujian kelas dua (naik ke kelas tiga). Persyaratan masuk di sekolah
Landbouwschool Wageningen adalah siswa HBS yang lulus kelas dua ditempatkan di
kelas satu. Siswa HBS yang lulius kelas satu ditempatkan di kelas persiapan
(satu tahun). Oleh karena SM Latif lulus kelas dua HBS, maka pada saat ujian
masuk di Landbouwschool SM Latif ditempatkan di kelas satu..
Pada
tahun 1912 SM Latif lulus ujian di Landbouwschool di Wageningen dari kelas naik
kelas dua (lihat Arnhemsche courant, 08-07-1912). Pada tahun 1914 SM Latif
lulus ujian akhir di Landboiwschool (lihat Provinciale Overijsselsche en
Zwolsche courant, 16-07-1914). Ini mengindikasikan bahwa SM Latif lancar dalam
studi di Landbouwschool Wageningen.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
SM Latif: Landbouwschool hingga Landbouwhogeschool di Wageningen
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



