Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (497): Pahlawan Indonesia dan SM Latif Studi Pertanian di Belanda; Rijkslandbouwschool Wageningen

Tempo Doelo by Tempo Doelo
28.03.2022
Reading Time: 17 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Seperti halnya Institut Pertanian
Bogor, sesungguhnya University of Wageningen di Belanda masih terbilang baru di
Eropa. Universiteet Waginengen berawal dari Landbouwhogeschool yang didirikan
pada tahun 1918. Sebelumnya yang sudah ada adalah sekolah pertanian pemerintah
Rijks Landbouwschool yang bermula tahun 1876. Landbouwschool setingkat sekolah
menengah (HBS). Pribumi yang melanjutkan studi ke Belanda, yang memilih studi
di Wageningen antara lain SM Latif (diterima tahun 1908).

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

In 1876 werd de Rijkslandbouwschool
in Wageningen gevestigd. De Rijkslandbouwschool startte met een driejarige hbs
en een tweejarige kopstudie. De 32 studenten die in het eerste jaar startten
kregen les op een perfecte locatie voor landbouwonderwijs, midden op het
platteland omringd door zand-, klei- en veengrond. De school bleek in een grote
behoefte te voldoen, maar had ook wat last van de snel veranderende wensen op
onderwijsgebied. Uiteindelijk, na tweede eerdere reorganisaties, werd besloten
in 1904 de Rijkslandbouwschool weer op te heffen en deze te vervangen door vier
zelfstandige inrichtingen, allen gevestigd te Wageningen. Deze inrichtingen
werden de Rijks Hogere Land-, Tuin- en Bosbouwschool, de Rijkslandbouwschool,
de Rijkstuinbouwschool en de Rijks Hogere Burger School. De Rijks Hogere Land-,
Tuin- en Bosbouwschool is sindsdien sterk gegroeid en kreeg in 1918 erkenning
door een verheffing tot Landbouwhogeschool. De Rijkslandbouwschool maakte ook
een sterke groei door. Zij kwam echter wel vlot in de problemen. Niet alleen
boerenzonen, met een voorkeur voor de praktijk van de Nederlandse landbouw,
stroomden toe, maar ook tal van stedelingen, met een voorkeur voor de tropische
landbouw, kwamen naar Wageningen. Deze laatste groep werd uiteindelijk verreweg
de grootste, terwijl het onderwijs afgestemd was op de behoefte van de
Nederlandse landbouw. Als gevolg van een herziening van de wet op het
wetenschappelijk onderwijs heette de Landbouwhogeschool vanaf 1986
Landbouwuniversiteit. Het ontwerp van Arboretum De Dreijen dateert van 1895 en
staat in direct verband met de totstandkoming van de Rijkstuinbouwschool een
jaar later. De aanstaande leerlingen moesten hier kennis kunnen maken met het
‘materiaal van de tuinbouwwetenschap’, in dit geval vooral sierbomen en
-struiken.
(https://wikiwageningen.nl)

Lantas
bagaimana sejarah SM Latif? Seperti disebut di atas, SM Latif pribumi yang
berangkat melanjutkan studi ke Belanda SM Latif memilih studi di Rijks
Landbouwschool di Wageningen (masuk 1908). Tidak hanya SM Latif yang studi di
sekolah pertanian ini. Lalu bagaimana sejarah SM Latif? Seperti kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia – SM Latif
Studi Pertanian di Belanda: Rijkslandbouwschool Wageningen

Pada
tahun 1908 diadakan ujian masuk sekolah Gymnasium Koning Willem III School (KW
III S) di Batavia yang diadakan di beberapa tempat (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 25-04-1908). Salah satu yang lulus adalah M Latif. Nama M Latif ini
diduga kuat adalah nama siswa SM Latif yang melanjutkan sekolah di sekolah
menengah (HBS) di Haarlem (lihat Nieuwe Haarlemsche courant, 14-07-1909).
Disebutkan ujian transisi di Hoogere Burgerschool (HBS) 5 tahun di Harlem, yang
mana yang lulus ujian naik dari kelas satu ke kelas dua antara lain SM Latif. Ini
mengindikasikan bahwa SM :Latif masuk HBS Haarlem tahun 1908.

Siswa yang diterima di sekolah HBS adalah
lulusan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS). SM Latif dapat dikatakan sebagai
siswa pribumi pertama melanjutkan studi ke Belanda sebagai lulusan ELS (masuk
di HBS kelas satu). Yang lainnya adalah siswa HBS di Batavia yang meneruskan
sekolah HBS di Balenada. Dua diantaranya adalah Raden Soemitro (masuk 1906) dan
KJ Leatemia (1907). Selebihnya adalah lulusan sekolag guru Kweekschool, lulusan
sekolah kedokteran Docter Djawa School dan lulusan HBS.

Pada
saat SM Latif memulai studi di HBS Haarlem (1908), di Belanda pada tanggal 25
Oktober 1908 di tempat kediaman Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan di
Leiden diadakan pertemuan pribumi asal Hindia yang sedang atau persiapan studi
di Belanda. Hasil keputusan pertemuan tersebut disepakati pembentukan
organisasi yang diberi nama Indische Vereeniging. Untuk pengurus dipilih Soetan
Casajangan dan sebagai sekretaris Raden Soemitro. Soetan Casajangan sendiri lulusan
Kweekschool Padang Sidempoean studi di Rijkskweekschool di Leiden. Sedangkan
Raden Soemitro baru diterima di Indisch Administrative Dienst di Leiden. SM
Latif hadir dalam pertemuan di Leiden tersebut.

Siapa Soetan Mohamad Latif tidak
terinformasikan. Yang jelas, saat ujian masuk di HBS KW III School Batavia, SM
Latif mengikuti ujian di Padang. Oleh karena SM Latif baru lulus sekolah dasar
(ELS) dan kemudian melanjutkan studi ke Belanda (di Haarlem) diduga berada di
bawah bimbingan/asukan Soetan Casajangan (guru di Padang Sidempoean yang
melanjutkan studi ke Belanda, sejak 1903). Sebelum kuliah di Rijkskweekschool
di Leiden, Soetan Casajangan lebih dulu studi magang di Haarlem. Lulusan ELS
yang melanjurtkan studi ke Belanda kemudian antara lain Abdoel Firman gelar
Mangaradja Soeangkoepon (lulusan ELS Medan tiba di Belanda tahun 1910) dan
kemudian Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia (lulusan ELS Sibolga tiba
di Belanda 1911).   

SM
Latif ternyata siswa pemberani. M Latif menjadi sekretaris Jong Nederland
afdeeling Haarlen (lihat Nieuwe Haarlemsche courant, 05-10-1909). Jong
Nederlanad adalah golongan pemdua dari Agemene Nederland Verbond, Masih di
Haarlem, KJ Leatemia aktif dalam olah raga atletik dimana pada tahun 1909 Leatemia
ikut berpartisipasi kejuaraan atletik sekota Haarlem yang turun pada lari
estafet. Dalam kejuaraan ini timnya termasuk yang mendapat penghargaan (lihat
Nieuwe Haarlemsche courant, 06-09-1909). Besar dugaan ikut organisasi atau ikut
olah raga di Haarlem sebagai bagian dari eskul. Pada tahun 1911 SM Latif lulus
ujian masuk sekolah pertanian pemerintah Rijks Landbouwschool di Wageningen
(lihat Arnhemsche courant, 17-07-1911(. Disebutkan SM Latif ditempatkan di
kelas dua.

Jika SM Latif masuk HBS di Haarlem pada tahun
1908 atau 1909, jika dan hanya jika lancar studi, pada tahun 1911 SM Latif
lulus ujian kelas dua (naik ke kelas tiga). Persyaratan masuk di sekolah
Landbouwschool Wageningen adalah siswa HBS yang lulus kelas dua ditempatkan di
kelas satu. Siswa HBS yang lulius kelas satu ditempatkan di kelas persiapan
(satu tahun). Oleh karena SM Latif lulus kelas dua HBS, maka pada saat ujian
masuk di Landbouwschool SM Latif ditempatkan di kelas satu..

Pada
tahun 1912 SM Latif lulus ujian di Landbouwschool di Wageningen dari kelas naik
kelas dua (lihat Arnhemsche courant, 08-07-1912). Pada tahun 1914 SM Latif
lulus ujian akhir di Landboiwschool (lihat Provinciale Overijsselsche en
Zwolsche courant, 16-07-1914). Ini mengindikasikan bahwa SM Latif lancar dalam
studi di Landbouwschool Wageningen.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

SM Latif: Landbouwschool  hingga Landbouwhogeschool di Wageningen

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

AMPUNAN ALLAH ADA TERUS BUKAN HANYA DI 10 HARI PERTENGAHAN RAMADHAN SAJA

Sejarah Menjadi Indonesia (498): Pahlawan Indonesia-JD Apituley Studi di Amsterdam; Indische Vereeniging-Reorganisasi STOVIA

Iklan

Recommended Stories

RAMADHAN DISEBUT JUGA BULAN AL QUR-AN

06.06.2016

MENIKMATI KEINDAHAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT YANG EKSOTIS

28.07.2017
Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua

Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua

01.03.2021

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?