Siapa KJ Leatemia? Siapa yang
peduli? Tidak ada narasi sejarah KJ Leatemia. Padahal KJ Leatemia adalah salah
satu pionir mahasiswa pribumi di Indonesia. KJ Leatemia ikut berpartisipasi
dalam pembentukan organisasi pribumi di Belanda, Indische Vereeniging pada
tahun 1908. KJ Leatemia memulai pendidikan sekolah menengah di Batavia,
kemudian dilanjutkan di Haarlem dimana Soetan Casajangan pernah studi. KJ
Leatemia kemudian diterima fakultas teknik di universitas bergengsi di Delft.
KJ Leitema berasal dari Ambon.

Indonesia, diselenggarakan di Ambon. Penyelenggaraan pendidikan modern ini
bahkan sudah sejak era Portugis (sebelum kehadiran Belanda). Sebelum KJ
Leatemia dkk dari Ambon melanjutkan studi ke Belanda sudah ada jong Ambon yang
menyelesaikan studi di Belanda yakni JH Wattimena. Kweekschool Ambon dibuka
tahun 1874. Salah satu siswa yang diterima adalah JH Wattimena. Tidak ada
kesulitan bagi JH Wattimena dan lulus tepat waktu. Bataviaasch handelsblad,
08-08-1878 memberitakan pengangkatan JH Wattimena sebagau guru dan ditempatkan di
Allang. Setelah
tiga tahun mengajar di Allang, JH Wattimena dikabarkan akan pergi ke Belanda
untuk studi lebih lanjut (lihat Nederlandsche staatscourant, 12-07-1881). Dalam
berita ini, JH Wattimena tidak sendiri juga ME Anakota. Disebutkan ME Anakota
guru kelas 1 di Hative dan JH Wattimena, guru kelas 1 di Allang (Residentie
Amboina). Mereka berdua studi ke Belanda atas biaya pemerintah (semacam
beasiswa). ME Anakotta tidak berumur panjang, ME Anakotta meninggal selama
pendidikan. JH Wattimena selama mengikuti pendidikan tidak menemukan kesulitan.
Pada tahun 1884, JH Wattimena dikabarkan lulus sekolah guru di Amsterdam dan
mendapat akta guru Lager Onderwijs (LO) (lihat Algemeen Handelsblad, 07-04-1884). JH Wattimena kembali ke tanah
air dengan kapal ss Prins van Oranje berangkat dari Amsterdam dengan tujuan
akhir Batavia pada tanggal 6 September 1884 (lihat Algemeen Handelsblad, 06-09-1884).
Lantas
bagaimana sejarah KJ Leatemia? Seperti disebut di atas, narasi sejarah KJ
Leatemia tidak ada. Padahal KJ Leatemia termasuk mahasiswa pioner studi ke
Belanda dan berpartisipasi dalam pembentukan Indische Vereeniging 1908. Lalu
bagaimana sejarah KJ Leatemia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan KJ
Leatemia: Studi di Batavia, Haarlem dan Delft
Setelah
menyelesaikan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS), KJ Leatemia melanjutkan
studi ke sekolah menengah (HBS). Pada tahun 1906 Leatemia lulus ujian transisi
di sekolah Koningin Wilhelmina School di Batavia dari kelas dua ke kelas tiga
(lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 07-05-1906). Pada tahun 1907 Leatemia lulus ujian akhir
(lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 06-05-1907).
Siswa yang diterima di sekolah HBS adalah
lulusan sekolah dasar ELS. Di Batavia, sekolah HBS diselenggarakan oleh sekolah
KW III School dan sekolah Koningin Wilhelima School. Sekolah KW III
menyelenggarakan HBS 5 tahun. Sedangkan Koningin Wilhelmina School hanya program
HBS 3 tahun dan program kejuruan.
Setelah
menyelesaikan HBS 3 tahun di Koningin Wilhelmina School Batavia, Leatemia
berangkat ke Belanda (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 22-05-1907). Disebutkan kapal ss Koning Willkem III berangkat
tanggal 22 dari Batavia dengan tujuan akhir Europa. Salah satu penumpang adalah
KJ Leatemia. Dari semua penumpang kapal hanya KJ Leatemia yang bernama non
Eropa/Belanda.
Di Belanda sudah ada beberapa pribumi yang
melnajutkan studi. Dua yang paling senior adalah Raden Kartono (abang dari RA
Kartini) yang tiba tahun 1896 dan Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan yang
tiba tahun 1903 bersama B Djamaloedin. Siswa lainnya adalah Raden Soemitro
siswa HBS sdi KW III S Batavia yang meneruskan studi HBS di Leiden dan pada
tahun 1907 lulus dan tengah mengikuti ujian nasional masuk universita. Sejumlah
lulusan Docter Djawa School di Batavia, antara lain Abdoel Rivai, WK dan TJ
Tehupelory dan F Laoh serta R Boenjamin. Juga ada lulusan ELS SM Latif yang
melanjutkan studi di sekolah pertanian Wageningen.
KJ
Leatemia meneruskan HBS di Haalem. Pada tahun 1908 Soetan Casajangan
menginisiasi pembentukan organisasi orang pribumi berasal dari Hindia yang
belajar di Belanda. Pembentukan ini dilakukan di kediaman Soetan Casajangan di
Leiden pada tanggal 25 Oktober. Organisasi tersebut diberi nama Indische
Vereeniging yang mana sebagai ketua Soetan Casajangan dan sekretaris Raden
Soemitro..
Tampaknya Leatemia menyukai olah raga atletik Pada
1909 di Haarlem, Leatemia ikut berpartisipasi kejuaraan atletik sekota Haarlem
yang turun pada lari estafet. Dalam kejuaraan ini timnya termasuk yang mendapat
penghargaan (lihat Nieuwe Haarlemsche courant, 06-09-1909).
Pada
tahun 1910 Leatemia lulus ujian nasional masuk universitas (lihat Verzameling
van verslagen en rapporten behoorende bij de Nederlandsche Staatscourant. 01-01-1910).
Disebutkan yang lulus yang berasal dari HBS di Haarlem antara lain Karel Johan,
lahir 27 Januari 1890 di Saparoea. Leatemia
diterima di universitet te Delft (lihat Delftsche courant, 07-01-1911). Disebutkan
mahasiswa Leatemua beralamat di Oude Delft No. 130.

ke tanah aor. Soetan Casajangan sendiri telah menyelesaikan sekolah guru akta
LO tahun 1909 dan tahun 1911 telah menyelesaikan progranm guru akta MO (setara
sarjana pendidikan lulusan IKIP yang sekarang), Dalam kunjungan anggota
Indische Vereeniging ke museum angkatan laut tanggal 13 Juli dipimpin oleh
ketua Indische Vereeniging Raden Mas Notosoeroto. Dalam kunjungan ini termasuk
antara lain RM Soerjopoetro, Loekman Djajadiningrat, Raden Sarengat dan
Leatemia (lihat De expres, 23-08-1913).
Nama-nama yang disebut tersebut studi teknik di Delft.
Leartemia,
selain aktif di organisasi pribumi Indische Vereeniging juga aktif dalam
organisasi lainnya yakniu Onze Kolonien. Pengurus baru Studentenvereeniging
Obze Kolonien pada tahun 1914 Leatemia duduk sebagai sekretaris dimana sebagai
ketua A Baker (lihat Delftsche courant, 28-03-1914). Pada tahun 1914 ini Leatemia
lulus ujian propadeutisch pada bidang wee- en waterbouwkunde di Technische
Hoogeschool te Delft (lihat Delftsche courant, 29-09-1914). Yang sama-sama
lulus dengan Leatemia, antara lain adalah Raden Mas Notodhiningrat, Raden
Sarengat dan Raden Soerjowinoto.
Tunggu deskripsi lengkapnya
KJ Leetemia: Soetan Casajangan,
WK Tehupelory dan Sarikat Ambon
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




