*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Ada satu masa dimana peradaban
Nusantara mulai dipekernalkan di Belanda. Promosi ini menjadi penting karena
tidak semua orang Belanda di Hindia mengenal peradaban pribumi (baca:
nusantara), lebih-lebih orang Belanda di Belanda. Kehadiran mahasiswa-mahasiswa
pribumi di Belanda menjadi agen yang penting untuk memperkenalkan peradaban
nusantara di Belanda. Masa itu bertepatan dengan masa politik etik. Selama ini
yang dipromosikan di Belanda adalah produk ekspor hasil bumi Nusantara yang
diperdagangkan oleh orang Belanda sendiri.

Nasantara) telah membuat jarak yang lebar antara pengetahuan, sikap dan
perilakuk antara orang Belanda dengan orang pribumi. Sikap rasial ini
menyebabkan orang Belanda yang datang menganggap rendah orang pribumi. Akibatnya
orang Belanda di Belanda ikut memandangrendah orang pribumi. Orang Belanda
hanya melihat satu sisi saja: bumi nusantara yang subur, kaya produk ekspor,
penduduk yang dapat ditekan dengan kekuatan militer dan penduduk dianggap
setara hewan (diburu). Namun diaantara orang Belanda, lambat laun muncul
orang-orang yang humanis, terutama orang Indo (orang Belanda lahir di Hindia).
Orang-orang Belanda yang humanis inilah yang membuka mata dan hati yang memberi
jalan bagi orang pribumi mendapatkan peradaban Eropa/Belanda. Peradaban Belanda
yang pertama itu adalah pendidikan modern (aksara Latin), peningkatan
pendidikan hingga siswa pribumi bersaing di universitas-universitas Belanda. Peradaban
lainnya adalah jurnalistik dan peradaban berorganisasi. Melalui peradaban yang
diintroduksi inilah orang pribumi (baca: Indonesia) menemukan jalan untuk
berjuang melawan Belanda. Salah satu dari fase perjuangan ini adalah upaya
mempromosikan peradaban Nusantara (baca: penduduk pribumi).
Lantas
bagaimana sejarah promosi peradaban Nusantara di Belanda? Seperti disebut di
atas, upaya promosi ini dimulai oleh mahaiswa-mahasiswa pribumi di Belanda.
Kemampuan mahasiswa pribumi dalam akademik di universitas di Belanda termasuk
bagian dari promosi Nusantara itu. Lalu bagaimana sejarah promosi peradaban
Nusantara di Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Promosi
Peradaban Nusantara di Belanda: Produk Zaman Kuno hinggaa Era Hindia Belanda
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Promosi Peradaban Nusantara di
Belanda: Mahasiswa Pribumi dan Orang Belanda Peminat (Sejarah) Hindia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




