Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (489): Pahlawan Indonesia – Khouw Kim An, Mayor Cina Terakhir di Batavia; Letnan, Kapten, Mayor

Tempo Doelo by Tempo Doelo
23.03.2022
Reading Time: 27 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































false
IN


























































































































































Komunitas Cina populasinya cukup banyak di (wilayah) Residentie Batavia.
Oleh karena itu sejumlah kapten yang diangkat, juga masing-masing membawahi
satu atau beberapa letnan (belum ada Majoor). Di afdeeling Bekasi yang terdiri dari
districy Bekasi dan district Tjabangboengin hanya ada satu letnan (lihat
Soerabaijasch handelsblad, 18-01-1890). Letnan di Bekasi ini adalah bawahan
dari Kapiteit di Meester Cornelis. Di Afdeeling Buitenzorg terdapat satu
Kapitein dengan dua letnan (lihat Bataviaasch handelsblad, 28-02-1891). Sedangkan
di Batavia terdapat sejumlah kapitein dan bawahannya letnan. Dalam struktur
baru pada tahun 1893 terdiri dari sebagai berikut (lihat Bataviaasch
handelsblad, 23-09-1893). Di Afdeeling Stad voorsteden van Batavia terdiri dua
wilayah, yakni wilayah satu (hanya) terdapat seorang kaptein yakni The Tjoen
Sek) dan wilayah dua tiga kaptein yakni Khouw Kim Po, Tio Tek Ho dan Lauw Tjeng
Siang plus enam letnan. Salah satu letnan berada di district Kebon Kalapa. Di
Afdeeling Meester Cornelis terdiri sari letnan dan satu wijkmeester
(kelurahan). Di Afdeeling Bekas satu kaptein (Tjan Kim Hay) dan satu
wijkmeester. Di Afdeeling Buitenzorg satu kaptein, satu letnan dan satu
wijkmeester. Di Afd, Tangeran satu kaptein dan tiga letnan. Pada tahun-tahun
ini di Afdeeling Deli (ibu kota di Medan) terdapat satu kaptein (Tjong Yong
Hian) dan dua letnan (salah satu Tjong A Fie).

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Pada
fase perubahan struktur pemimpin komunitas Cina di (residentie) Batavia
diberitakan kali pertama nama Khouw Kim An (lihat Java-bode : nieuws, handels-
en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 21-07-1894). Disebutkan di Batavia
dibentuk maskapai penggilingan padi Adiarsa Hap Liong dengan modal f80.000
untuk usaha persawahan di Karawang yang mana Khouw Kim Yeau memiliki saham 38
lembar masing-masing f1.000 di tiga penggilingan, saham lainnya diambil oleh 7
orang Cina lainnya. Direkturnya adalah Khouw Kim Yauw, komisaris terdiri dari Tan
Wie Siong dan Khonw Kim An. Besar dugaan Khouw Kim An adalah anak dari Khouw
Kim Yauw.

Khouw Kim Yauw diketahui memiliki rumah di
Patekoan (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 04-02-1888). Khouw Kim Yauw juga
memilikiu rumah disewakan di gang Chaulan (lihat Java-bode : nieuws, handels-
en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 02-07-1891). Disebutkan Khouw Kim
Yauw beralamat di Molenvliet. Alamat masuk wilayah Kampong Moeka (lihat Java-bode
: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 20-07-1894).
Khouw Kim Yauw memiliki konsesi permainan dadu dengan sewa f8.200 di Meester
Cornelis selama tiag tahun.(lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 30-09-1895). Khouw Kim Yauw juga
memiliki usaha di Pantjoran (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad
voor Nederlandsch-Indi, 28-10-1896). Khouw Kim Yauw juga memiliki lahan (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 17-07-1899). Dalam hal ini Khouw Kim Yauw adalah pemilik aset dan
pengusaha p0erdagangan.

ADVERTISEMENT

Pada
tahun 1897 Khouw Kim An mendapat kontrak pengadaan timah dari dari Bangka
sebanyak 120.000 pikol (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad
voor Nederlandsch-Indie, 04-06-1897). Khouw Kim An juga memiliki konsesi
pegadaian di Bandoeg dam Garoet masing-masing dengan nilai sewa (pajak) ff320
dan f352 per bulan (lihat Pada De Preanger-bode, 27-09-1897).  Nilai-nilai sewa tersebut cukup besar itu
berarti pasarnya besar. Khouw Kim An juga memiliki konsesi pegadaian di
Tangerang dengan sewa f300 per bulan (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 04-10-1897).

Pada tahun 1898 Khouw Kim An mendapat kontrak
pengadaan beras ke Bangka sebanyak 27.000 pikol dengan harga f6.18 per pikol (lihat
Bataviaasch nieuwsblad, 21-05-1898). Pada tahun 1899 Khouw Kim An menyewakan
lahannya dan bangunan di atasnya untuk tempat kantor pengdaian atau Landraad
(lihat De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 15-03-1899).
Pada tahun 1899 ini Khouw Kim An mendapat kontak pengadaan beras ke Bangka sebanyak
28.700 pikol dengan harga f4.86 per pikol (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 24-05-1899).

Sejauh
ini Khouw Kim An sudah memiliki portofolio yang tinggi di wilayah Batavia. Pada
tahun 1899 Khouw Kim An membeli saham maskapai Adiarsa Hap Liong (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 13-11-1899).

Pengangkatan pimpinan komunitas (kapten atau
letnan) sebagai bagian dari struktur cabang pemerintahan (Hindia Belanda) di
daerah berbeda setiap wilayah sesuai pertumbuhan dan perkembangan komunitasnya.
Luasnya rentang kendali juga berubah dari waktu ke waktu. Hal itu juga yang
terjadi di Medan dimana pertumbuhan komunitas Cina masih terbilang baru. Dengan
meningkatnya populasi Cina di (afdeeling) Deli (migran baru dan mantan kuli
yang tidak pulang lagi ke kampungnya dan memilih menetap di Deli) kebutuhan
pimpinan Tionghoa juga semakin diperlukan lebih banyak. Ketika di Medan
ditempatkan seorang Letnan Cina untuk menambah kekuatan Letnan yang ada di
Laboehan Deli maka Letnan Tjong Yong Hian di Laboehan Deli tahun 1890an ditingkatkan
statusnya dari Letnan menjadi Kapiten. Letnan Cina yang diangkat di Medan
adalah Tjong A Fie (adik dari Tjong Yong Hian sendiri). Pada tahun 1898 Tjong
Yong Hian sudah berpangkat Majoor (lihat De locomotief : Samarangsch handels-
en advertentie-blad, 22-11-1898). Sementara Tjing A Fie diketahui sudah menjadi
kaptein (lihat De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad,
13-04-1899).
Dalam
Dana Kota (Gementeefond) Tjong A Fie aktif sebagai anggota. Komisi Dana Kota
adalah suatu inisiatif pemerintah membentuk kepanitiaan untuk melibatkan swasta
dalam ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota. Kepanitiaan ini terdiri dari
swasta dimana panitia dikepalai oleh Presiden (ibarat pada masa kini Komite
Sekolah). Presiden dalam hal ini adalah Resident. Komisi Dana Kota menjadi
semacam embirio Dewan Kota. Lalu mengapa struktur pemimpin komunitas Cina di
Medan dan di Batavia berbeda? Di Medan sudah ada Majoor tetapi jumlah kaptein
sedikit, sedangakan di Batavia belum ada Majoor tetapi para kapteinnya cukup
banyak, Sesungguhnya populasi komunitas Cina relatif sama banyaknya di Batavia,
bahkan mungkin jauh lebih banyak di Deli (sebagian besar kuli asal Tiongkok di
perkebunan-perkebunan). Sedangkan di wilayah Batavia adalah campuran orang Cina
sejak zaman lampau dan para mogran baru (perdagangan) plus sedikit kuli asal Tiongkok
di sejumlah titik terutama Bekasi dan Tangerang. Dengan kata lain di Deli
populasi Cina lebih mengumkpul pada wilayah (afdeeling) yang sempit, sedangkan
di wilayah (residentie) Batavia lebih menyebar. Di empat afadeeling (Meester
Cornelis, Buitenzorg, Bekasi dan Tangerang) denga pusat komunitas di
(afdeeling) Stad Batavia. Juga di wilayah Batavia sudah ada pusat komunitas
Cina (populasi padat) yang dibentuk sebagai kelurahan dengan mengangkat pejabat
sipil/PNS dari orang Cina sedniri yang dengan jabatan sebagai Wijkmeester.

Lantas
kapan pemimpin komunitas Cina di wilayah (residentie) Batavia ditingkatkan
statusnya dari Kaptein ke Majoor? Yang jelas di wilayah (afdeeling) Deli
statusnya sudah Majoor (Tjong Yong Hian). Status Majoor di Semarang juga sudah
ada. Satu nama yang muncul di Batavia yang berstatus Majoor adalah Tio Tek Ho.

Seperti di sebut di atas, dalam struktur baru
tahun 1893, Tio Tek Ho berpangkat kaptein (lihat
Bataviaasch handelsblad, 23-09-1893).
Tio Tek Ho sendiri mendapat kenaikan pangkat dari letnan ke kaptein pada tahun
1890 (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 29-03-1890). Pafa tahun 1897 Tio Tek Ho
sudah disebut beroangkat Majoor (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en
advertentie-blad, 13-02-1897). Sementara setahun sebelumnya Tio Tek Ho dicatat
masih berpangkat kaptein (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en
advertentie-blad, 30-07-1896). Pada tahun 1900 Tio Tek Ho masih sebagai Majoor
(lihat De nieuwe vorstenlanden, 19-02-1900).  

Pemimpin
komunitas Cina di Batavia dengan status Majoor diduga kuat baru dimulai pada
tahun 1897. Besar dugaan penetapan status Major oleh pemerintah bagi pemimpin
komunitas diduga penerapannya relatif bersamaan di Medan, Batavia, Semarang dan
Soerabaja (mungkin di kota lain terutama di wilayah Selat Karimata).
Pangangkatan Tjong Yong Hian di Medan, Tio Tek Ho di Batavia dan Oei Tiong Ham
di Semarang relatif bersamaan.

Sebagaimana dilihat nanti, pada tahun 1911 Majoor
Tjong Yong Hian meninggal di Medan. Lalu kemudian Kaptein Tjong A Fie (sang
adik) dinaikkan statusnya menjadi Majoor der Chineezen. Di Semarang Oei Tiong
Ham telah digantikan oleh (saudaranya) Oei Tiong Bing. Lalu bagaimana Tio Tek
Ho yang masih Majoor pada tahun 1900 digantikan oleh generasi berikutnya?

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Pemimpin Komunitas dari Masa
ke Masa: Letnan, Kapten, Mayor

Komunitas
Cina sudah semakin diakui di Hindia Belanda. Komunitas-komunitas itu telah
memiliki pemimpin sendiri yang diintegrasikan sebagai bagian tidak terpisahkan
dengan cabang-cabang pemerintah, Di wilayah Residentie Batavia status pemimpin
komunitas Cina tertinggi adalah Majoor. Untuk saat ini majoor dijabat oleh Nie
Hok Tjoan.  Dalam situasi ini dengan
portofolio yang sudah tinggi, Khouw Kim An bergabung dengan perkumpulan baru
yang dibentuk di Batavia (lihat De Preanger-bode, 06-10-1900). Perkumpulan itu
diberi nama Tiong Hoa Hwe Koan yang badan hukumnya sedang dipersiapkan dengan
tujuan mempromosikan dan melestarikan ajaran Konfusius. Dalam rapat yang
diadakan, untuk mendukung pendanaan awal, diedarkan dan ditandatangani oleh 20
peserta yang menjadi donatur yang terkumpul sebesar f40.000; yang mana dua
diantara anggota Khouw Kim An dan Lie Hin Liam masing-masing berkontribusi
sebesar f5.000.

Soerabaijasch handelsblad, 12-06-1900: ‘Di
Batavia telah didirikan perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan, yang bertujuan untuk
membentuk dana untuk kebutuhan biaya: (a) Memajukan budaya  dan adat istiadat Tionghoa sebanyak mungkin
sesuai dengan peraturan Khong Hoe Tjoe, tidak bertentangan dengan moral , dan
mempromosikan di bawah elemen Cina dari pada kitab suci dan bahasa; (b) Untuk
pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam huruf (a) di atas, pendirian dan
pemeliharaan suatu bangunan atau lainnya, sebagai tempat pertemuan untuk
membahas kepentingan perkumpulan, dan hal-hal lain untuk kepentingan umum,
untuk mencapai tujuan yang ditentukan, sama sekali tidak melanggar ketentuan
dan peraturan perundang-undangan; (c) Mengumpulkan koleksi buku untuk mendapatkan
pengetahuan umum dan pengajaran.

Perkumpulan
Tiong Hoa Hwe Koan tidak sepenuhnya mengadopsi budaya dan adat-istiadat yang
ada di Tiongkok. Orang China di Batavia tampaknya ingin memutuskan sebagian
dari adat lama; mereka hanya menghapuskan beberapa yang disebut hari suci dimana
mereka harus sembahjang (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en
advertentie-blad, 28-12-1900). Disebutkan perkumpulan Tiong Hoa Rwee Koan juga
dalam programnya akan mendirikan panti asuhan untuk anak-anak Tionghoa. Dari Semarang
juga diketahui Orang Cina akan menyelenggarakan konferensi untuk meniru orang
(Cina di) Batavia. Perkumpulan ini diterima dan disetujui pemerintah (lihat De
locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 08-05-1901). Disebutkan
persetujuan telah diberikan [oleh pemerintah/GG di Buitenzorg] untuk perubahan
anggaran dasar perkumpulan Tiong Hoa Hwee Koan di Batavia.

Khouw Kim An dalam bisnis terus sukses. Pada
tahun 1900 Khouw Kim An mendapat konsesi (perpanjangan) pegadaian di Bandoeng dan
Garoet dengan nilai sewa f2.300 dan f500 terhitung sejak 1 Januari 1901 hingga
Maret 1903 (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 30-10-1900).
Disebutkan untuk Bandoeng dan Garoet Khouw Kim An berkongsi dengan Kapitein Khouw
Kim Po dan Khouw Keng Lion, Seperti disebit di atas Kapitein Khouw Kim Po satu
era dengan Majoor Tio Tek Ho (pada tahun 1893).

Perkumpulan
Tiong Hoa Kwee Koan sendiri diketuai oleh Phoa Keng Hek (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 17-12-1902). Disebutkan konsul Inggris datang
berkunjung ke kantor Tiong Hoa Rwee Koan yang diterima presiden Phoa Keng Hek
yang dalam kunjungan ini juga konsul mengunjungi sekolah-sekolah perkumpulan.
Dalam perkembangannya diketahui Khouw Kim An diangkat sebagai letnan der
Chineesen pada tahun 1905 (lihat De locomotief, 14-02-1905). Disebutkan
diangkat sebagai letnan der Chineezeen yang juga menjadi anggota dewan Cina di
Batavia Khouw Kim An, Dalam pengangkatan sebagai letnan ini juga bersamaan
dengan Khoa A Fan, Nio Hoei Oen dan Lie Hin Liam. Dalam hal ini Khouw Kim An
akan duduk di dewan Cina bersama rekan kongsinya Kaptein Khouw Kim Po, Seperti
disebut di atas, aaat ini yang menjadi Majoor der Chineezen adalah Tio Tek Ho.
Namun dalam hal ini Tio Tek Ho tidak berumur panjang.

Pada tahun 1908 Majoor Tio Tek Ho diberitakan
meninggal (lihat De locomotief, 11-01-1908). Disebutkan Tio Tek Ho meninggal
mendadak yang diawali demam. Tio Tek Ho oleh keluarga meninggal pada usia 50
tahun (lihat Bataviaasch handelsblad, 11-01-1908). Tio Tek Ho disebut telah
berdinas pada pemerintah sebagai perwira (mulai dati letnan) dan 12 tahun
terakhir sebagai pimpinan puncak majoor (lihat Soerabaijasch handelsblad, 14-01-1908).
Pengganti Tio Tek Ho sebagai Majoor di Batavia adalah Nie Hok Tjoan (lihat
Algemeen Handelsblad, 11-02-1908). Nama ini seakan mengingatkan pada masa
lampau nama Nie Hoe Kong sebagai kaptein der Chineezren pada era VOC pada saat
terjadi kerusuhan tahun 1740. Pada tahun 1908 ini Mejoor di Medan masih dijabat
Tjong Yong Hian, di Semarang jabatan Majoor dijabat oleh Oei Tiong Bing. Di
Solo juga sudah ada jabatan dengan status Majoor der Chineezen. Dalam berita
lain juga disebut perkumpulan Tiong Hoa Rwee Koan tidak hanya di Batavia tetapi
juga sudah ada di tempat lain, misalnya baru-baru ini dibukan cabang Koedoes
(lihat Bataviaasch nieuwsblad, 13-05-1908).

Portofolio
Khouw Kim terus meningkat di Batavia. Tidak hanya pengusaha yang sukses, juga
menjadi bagian dari pendirian perkumpulan Tiong Hoa Kwee Koan. Networking ini
juga semakin kuat karena Khouw Kim An juga telah menjadi bagian dari Chinesche
Raad dengan pangkat letnan dimana salah satu kaptein senior (Khouw Kim Po) adalah
rekan kongsi binsisnya. Lalu apakah Khoum Kim An akan dapat mencapai status
Majoor?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Ceklist Obat dan Perlengkapan P3K yang Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung

Ternyata Basuki Pakai Sepatu Saat Ziarahi Ibu Angkatnya

JNE “Happiness Connection” Membangun UKM Indonesia

Iklan

Recommended Stories

Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Nataru 2024

11.12.2023

Lagi Rencanakan Bulan Madu Berkelas? Jelajahi Destinasi Romantis ini Untuk Perjalanan yang Berkesan

28.12.2023
Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

08.11.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?