*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Tidak semua para pionir studi ke
Belanda dapat kembali pulang ke tanah air. Ada beberapa nama yang meninggal di
Belanda karena sakit. Empat guru generasi pertama yang berangkat tahun 1874 ke
Belanda meninggal satu persatu. Guru mudu Raden Adi Sasasmita dan Barnas Lubis
meninggal tahun 1875. Guru muda Raden Soerono yang karena sakit dalam pelayaran
pulang meninggal di tengah perjalanan. Lalu Willem Iskander guru senior yang
menjadi pembimbing mereka juga meninggal pada tahun 1876. Masih ada lagi
guru-guru muda yang meninggal setelah generasi mereka hingga meninggalnya Dr W
Tehupelori tahun 1909 dan RMA Notowirojo tanggal 16 April 1913.
Mas Ario Notowirojo, Bangsawan Pertama Yang Tewas Karena Menuntut Ilmu Di
Belanda’. Siapa mengira Raden Mas Ario Notowirojo menjadi orang berdarah biru
pertama yang tewas saat menuntut ilmu di Belanda. Dia meninggal pada April 1913
dalam usia 22 tahun saat mengikuti pendidikan di sekolah dagang. Kematiannya
itu membuat pria yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Prabu
Suryodilogo ini menjadi salah satu dari lima bangsawan Indonesia yang meninggal
di negeri Kincir Angin dinukil dari historia.id, Selasa, 18 Februari 2020. Sebelum
meninggal ia sempat mendapat perawatan di Swiss. Namun sayang usaha medis itu
tidak dapat menyelamatkan nyawanya.
Lantas
bagaimana sejarah RMA
Notowirojo?
Seperti disebut di atas, RMA
Notowirojo meninggal tahun 1913 saat tengah menjalani studi. Lalu bagaimana
sejarah RMA
Notowirojo?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Raden
Mas Ario Notowirojo: Pribumi Studi di Belanda
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Raden Mas Ario Notowirojo:
Daftar Meninggal Pribumi Studi di Belanda
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



