Studi ke Belanda adalah awal
pencerdasan bangsa bagi pribumi. Studi ke Belanda menjadi kawah candradimuka
persatuan bangsa, perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapakai kemerdekaan. Pemuda-pemudi
pribumi yang studi ke Belanda tergabung dalam organisasi mahasiswa Indische
Vereeniging. Namun sejarah studi ke Belanda kerap disalahartikan dan sejarahnya
juga dinarasikan kurang akurat.
Perhimpunan Hindia adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri
Belanda yang berdiri pada tahun 1908.Indische Vereeniging berdiri atas prakarsa
Soetan Kasajangan Soripada dan R.M. Noto Soeroto yang tujuan utamanya ialah
mengadakan pesta dansa-dansa dan pidato-pidato.Sejak Cipto Mangoenkoesoemo dan
Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) masuk, pada 1913, mulailah mereka
memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa
pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah
vereeninging ini memasuki kancah politik. Waktu itu pula vereeniging
menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama Hindia Poetera, tetapi isinya sama
sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah studi ke Belanda? Seperti disebut di atas, studi ke Belanda
adalah awal perncerdasan bangsa dan studi ke Belanda adalah kawah candradimuka
dan mempersatukan keceerdasan dalam pejuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan. Lalu
bagaimana sejarah studi ke Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Studi
ke Belanda; Memperluas Kecerdasan Menyatukan Perjuangan Bangsa
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Studi ke Belanda: Indische
Vereeniging
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



