Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (449): Pahlawan Indonesia – Kongres Chung Hwa Hui 1927 di Semarang; Anggota Indische Vereeniging

Tempo Doelo by Tempo Doelo
03.03.2022
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Chung Hwa Hui (1928–1942; ‘Asosiasi
Tionghoa’), juga dikenal sebagai CHH adalah sebuah organisasi dan partai
politik pro-Belanda konservatif di Hindia Belanda (baca: Indonesia), yang
sering dikritik karena menjadi corong dari kalangan berkuasa Tionghoa kolonial.
Partai tersebut mengkampanyekan kesetaraan hukum antara etnis Tionghoa dan
orang Eropa di koloni tersebut, dan mengadvokasikan keikutsertaan politik etnis
Tionghoa di negara kolonial Belanda tersebut. Awalnya partai Chung Hwa Hui ini ada
organisasi mahasiswa Cina di Belanda yang aktivitasnya bermula di Belanda tahun
1910 saat mana di Belanda sudah terbentuk organisasi mahasiswa pribumi di
Belanda sejak 1908 (Indische Vereeniging).

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Chung Hwa Hui (1928–1942; the ‘Chinese Association’),
also known as CHH, was a conservative, largely pro-Dutch political organisation
and party in the Dutch East Indies (today Indonesia), often criticised as a
mouthpiece of the colonial Chinese establishment. The party campaigned for
legal equality between the colony’s ethnic Chinese subjects and Europeans, and
advocated ethnic Chinese political participation in the Dutch colonial state. Founded
in 1928 after preliminary congresses through 1926 and 1927, CHH was loosely
associated with the eponymous Chung Hwa Hui Nederland, a Peranakan student
association in the Netherlands, established in 1911 in Leiden. Throughout its
existence, CHH was dominated by its founding and only president H. H. Kan, a
patrician doyen of the Cabang Atas. Members of the party’s founding executive
committee consisted of other scions of the Cabang Atas, such as Khouw Kim An,
the 5th Majoor der Chinezen of Batavia, Han Tiauw Tjong and Loa Sek Hie, or
representatives of ethnic Chinese conglomerates, including Oei Tjong Hauw [id],
head of Kian Gwan, Asia’s largest multinational at the time, and the Semarang
business tycoon Thio Thiam Tjong. Due to its elitist leadership, CHH was
referred to by critics as the ‘Packard Club’ after the expensive cars many of
its leaders used. The general membership of the political party was drawn largely
from Dutch-educated, upper and upper-middle class Peranakan circles. Chung Hwa
Hui was loyal to the Dutch East Indies and supported Indies nationality, but
campaigned vigorously for legal equality with Europeans for the colony’s
Chinese subjects. To this end, the party advocated ethnic Chinese participation
in colonial Indonesian politics: until the Japanese invasion in 1942, the
majority of ethnic Chinese members of the Volksraad were CHH leaders. HH Kan
articulated in his Dutch maiden speech to the Volksraad in 1918 a position that
later came to define CHH. (Wikiepdia)

Lantas
bagaimana sejarah partai Chung Hwa Hui di Indonesia (baca: Hindia Belanda)? Seperti
disebut di atas, partai ini awalnya sebuah organisasi mahasiswa Cina asal
Hindia di Belanda yang didirikan tahun 1911. Lalu bagaimana sejarah partai
Chung Hwa Hui di Indonesia? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Kongres
Chung Hwa di Semarang 1927: Chung Hwa Hui di Belanda

Anggota
mahasiswa yang tergabung dalam Indische Vereeniging yang telah selesai studi di
Belanda telah banyak yang pulangi ke tanah air Indonesia. Demikian juga mahasiswa
anggota Chung Hwa Hui yang telah selesai studi di Belanda sudah banyak yang kembali
ke Hindia Belanda. Pada tahun 1927 pendiri dan ketua Indische Vereeniging
(1908) di Belanda Radjioen Harahap gelar Sotan Casajangan adalah direktur
sekolah guru Normaal School di Meester Cornelis (kini gedung SMA N 68 Jalan
Salemba Raya Jakarta). Yap Hong Tjoen pendiri dan ketua Chung Hwa Hui (1911) menjadi
pimpinan rumah sakit mata di Jogjakarta. Dalam konteks inilah kongres Chung Hwa
Hui akan diselenggarakan yang akan diadakan di  Semarang pada bulan April 1927 (lihat De
locomotief, 22-02-1927).

Pada tahun 1927 baik Indische Vereeniging dan
Chung Hwa Hui masih eksis sebagai organisas0-organisasi mahasiswa asal Hindia
di Belanda. Pada tahun 1917 ketua Indische Vereeniging (dengan nama yang telah
diubah tahun 1924 menjadi Perhimpoenan Indonesia) adalah Mohamad Hatta yang
tengah kuliah di fakultas ekonomi Universiteit Rotterdam. Anggota Indische
Vereening pada tahun 1927 ini antara lain Raden Soepomo yang meraih gelar
doktor (Ph.D) dalam bidang hukum pada bulan Juli (lihat De Tijd :
godsdienstig-staatkundig dagblad, 08-07-1927) segera pulang ke tanah air (lihat
De Tijd : godsdienstig-staatkundig dagblad, 30-08-1927). Yang berangkat dari
Indonesia untuk studi ke Belanda antara lain Tarip Siregar pada bulan Agustus
(lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 23-08-1927). Boleh jadi
kapal yang membawa mereka berdua berpapasan di tengah pelayaran. Tarip Siregar
akan studi kedokteran hewan di Universiteit te Utrecht. Pada tahun 1927 ini di
Belanda Ida Loemongga Nasoetion lulus fakultas kedokteran di Universiteit te
Utrecht yang langsung melanjutkan program doktoral di Universiteit Amsterdam.
Ida Loemongga adalah perempuan pribumi pertama studi ke Belanda (tiba di
Belanda tahun 1922).

Penyelenggaraan
Kongres Chung Hwa Hui di Semarang merupakan hasil dari pertemuan yang
sebelumnya diadakan di Jogjakarta pada tanggal 1 Agustus 1926 oleh beberapa anggota
Chung Hwa Hui. Tujuan dari pertemuan ini dan kongres yang akan diadakan
sekarang adalah untuk memperkuat kelompok Chung Hwa Hui yang terbentuk selama
kuliah di Belanda, dan terbentuknya klub Chung Hwa dan diadakannya kongres pada
bulan April di Semarang. Disebutkan panitia kongres terdiri dari Oei Tjiong
Hauw, Thio Thiam Tjong, Liem Tjiauw Liat, Tan Tek Peng, Tan Tiong Khing dan The
Sin Tjo sedangkan panitia persiapan (SC) terdiri dari Dr Yap Hang Tjoen, Dr Ir
Han Tiauw Tjong, Ir. Be Tiat Tjong, Kan Hok Hoei dan Dr. Teng Sioe Hie.

Sebelum pertemuan para alumni Chung Hwa Hui di
Jogjakarta Agustus 1926 ada tiga peristiwa penting yang terjadi di Batavia.
Parada Harahap di Batavia mulai menggalang
persatuan Hindia yang meliputi orang Indo, Cina, Arab dan pribumi (lihat
Bataviaasch nieuwsblad, 13-01-1925). Disebutkan badan pengurus adalah voorzitter,
PJA Maltimo, secretaris Th van Nitterlk, penningmeester, Mobamad Djamli,
commissarissen: Parada Harahap, Raden Goenawan, Oey Kim Koel, JK Panggabean, Ph.
J. Krancber en A. Cbatib. Parada Harahap adalah pemimpin surat kabar Bintang
Hindia di Batavia, sedangkan Dr Raden Goenawan adalah mantan ketua Indische
Vereeniging (1918/1919). Peristiwa kedua adalah didirikan sarikat jurnalis
Hindia di Batavia (lihat Deli courant, 02-09-1925). Badan pengurus ketua
terpilih pada pertemuan: Tabrani DI (Hindia Baroe). wakil ketua: Kwee Kek Beng
(Sin Po), sekretaris: WR Soepratman (Alpena), bendahara Boen Joe On
(Perniagaan) dan RS Palindih (Berita). Anggota Dewan Pengawas adalah: Parada
Harahap (Bintang Hindia), Sing Yen Chen (Sin Po, edisi Mandarin), Khoe Boen
Sioe (Keng Po), Boe Giauw Tjoen (Sin Po) dan Achmad Wongsosewojo (Volkslectuur),
(lihat Overzicht van de Inlandsche en Maleisisch-Chineesche pers, 1925). Serikat
pekerja juga telah dibentuk di Medan, dimana Parada Harahap akan melakukan
propaganda untuk afiliasi di Sumatera. Peristiwa ketiga di Batavia adalah
Kongres Pemuda pada bulan April 1926 tanggal 30 (hari Jumat) yang diadakan di gedung Loge Freemason atau Lux
Orientes (tidak jauh dari kantor surat kabar Bintang Hindia dan kantor berita
Alpena) yang turut dihadiri berbagai organisasi pemuda (lihat De locomotief, 01-05-1926)..
Panitia Kongres Pemuda pertama ini
Tabrani (ketua); Bahder Djohan (wakil
ketua), Soemarto (sekretaris), J Toule Solehuwy (bendahara); Komisaris P.
Pinontoan. Selain Tabrani, semua adalah siswa STOVIA dan Rechthoogeschool’,
Dari tiga peristiwa ini ada peran aktif dari Parada Harahap. Kantor berita
Alpena dipimpin oleh Parada Harahap di bawah NV Bintang Hindia dimana editornya
adalah WR Soepratman. Pasca pertemuan para mantan pengurus Chung Hwa Hui di
Belanda yang diadakan Agustus 1926 di Bandoeng pada bulan November 1926 Algenieene Studieclub
menyelenggarakan rapat umum di Bandoeng yang dihadiri asekitar 600 orang dengan
tema “Politik dan Ekonomi dalam pemerintahan kolonial” (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 08-11-1926). Disebutkan dalam rapat umum ketua panitia adalah Ir
Darmawan Mangoenkoesoemo. Dalam rapat umum ini juga dihadiri Dr Tjipto, Dr
Douwes Dekker, Dr Goenawan dan Mohamad Sanoesi. Dalam rapat umum ini Ir.
Anwari, Ir. Soekarno dan guru Kadmirah duduk di meja dewan. Ir Darmawan
Mangoenkoesoemo adalah adalah mantan pengurus Indische Vereeniging di Belanda,
yang merupakan adik dari Dr Goenawan Mangoensoemoe dan Dr Tjipto
Mangoenkoesoemo.

Pasca Kongres Chung Hwa Hui di Semarang (April
1927), pada bulan Juli 1927 di Bandoeng yang dimotori oleh pengurus Algemenen
Studieclub dibentuk sarikat baru yang diberi nama Perhimpoenan Nasional
Indonesia (PNI) yang mana sebagai ketua Ir Soekarno. Dalam situasi dan kondisi
ini kembali Parada Harahap, yang juga sekretaris organisasi kebangsaan
Sumtranen Bond menggagas diadakan pertemuan para pemimpin organisasi kebangsaan
di Batavia pada bulan September di rumah Prof Husein Djajadiningrat. Catatan:
Husein Djajadingrat yang merupakan dekan fakultas hukum di Batavia adalah mantan
ketua Indische Vereeniging di Belanda (1910-1912). Seperti disebut di atas
mantan ketua Indische Vereeniging yang pertama Radjioen Harahap gelar Soetan
Casajangan sebagai direktur sekolah guru Normaal School di Meester Cornelis.

Dalam
pertemuan para pemimpin organisasi kebangsaan tersebut sepakat membentuk
federasi yang diberi nama Permoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan Kebangsaan
Indonesia yang disingkat PPPKI. Badan pengurus secara aklamasi dirunjuk MH
Thamrin (Kaoem Betawi) sebagai ketua dan Parada Harahap sendiri sebagai
sekretaris. Program PPPKI pertama adalah membangun gedung Nasional (gedung
PPPKI) di gang Kenari dan menyelenggarakan Kongres PPPKI pada bulan September 1928
di Batavia. Dalam pertemuan ini turut dihadiri pewakilan Pasoendan, Jong
Islamiten Bond, Studieclub Soerabaja yang diwakili pimpinannya Dr Soetomo dan
PNI Bandoeng yang diwakili ketuanya Ir Soekarno. Dalam pertemuan ini jugaa
dihadiri Abdoel Firman Siregar gelar Mangaradja Soangkoepon yang baru terpilih
sebagai anggota Volksraad dari dapil Oost Sumatra. Catatan: Dr Soetomo adalah
mantan Indische Vereeniging di Belanda (1921-1922). Mangaradja Soangkoepon juga
adalah mantanfg anggota Indische Vereeniging (1910-1915).

Dalam
hal ini para alumni Indische Vereeniging (Batavia dan Bandoeng) dan para alumni
Chung Hwa Hui (Jogjakarta dan Semarang) telah menjadi motor dalam berbagai
peristiwa penting di Indonesia (baca: Hinidia Belanda). Seperti kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.

Setiap peristiwa ada yang mendahuluinya dan antara peristiwa itu sendiri
terdapat relasi satu sama lain. Dalam hal relasi pertama antara Indische
Vereeniging yang didirikan Soetan Casajangan tahun 1910 di Belanda dan Chung
Hwa Hui yang didirikan Yap Hong Tjoen tahun 1911 di Belanda.

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

Partai Chung Hwa Hui di
Indonesia: Para Anggota Indische Vereeniging

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Hadits Palsu & Batil Seputar Penciptaan Alam Karena Nabi

Sikap Seorang Muslim Kala Menghadapi Musibah

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?