Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (441): Pahlawan Indonesia – Kapten Karim Lubis; Pengawal Pribadi Soeltan Hamengkoeboewono IX

Tempo Doelo by Tempo Doelo
26.02.2022
Reading Time: 21 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Siapa Karim Lubis? Pangkatnya hanya
kapten infantri pada awal Republik Indonesia. Oleh karena itu namanya tenggelam
diantara para perwira tinggi kolonel dan jenderal. Meski baru sebagai perwira
menengah tetapi namanya begitu penting di lingkaran kraton, dimana saat itu
Jogjakarta adalah ibu kota Republik Indonesia (setelah dipindahkan dari
Djakarta. Kapten Karim Lubis pernah menjadi pengawal pribadi Soeltan
Hamengkoeboewono. Apa tidak ada yang lain? Yang jelas Karim Lubis tidak ada
kaitan tugas dengan Kolonel Zulkifli Lubis, kepala intelijen RI di Jogjakarta.
Sudah barang tentu kapten M Karim Lubis dipilih sultan sendiri..

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Pada tanggal 1 Agustus 1942, Jepang mengeluarkan
petunjuk yang salah satunya adalah pembubaran balatentara Kesultanan
Yogyakarta. Mulai saat itu, Keraton Yogyakarta benar-benar tidak lagi mempunyai
prajurit. Ada yang menyatakan pendapat bahwa pembubaran ini sebenarnya taktik
dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sultan tidak mau Prajurit Keraton
dipergunakan Jepang untuk kepentingannya. Hal ini sejalan dengan strategi Sri
Sultan Hamengku Buwono IX yang membangun selokan Mataram agar penduduk
Yogyakarta tidak dikerahkan Jepang untuk melakukan romusha, kerja paksa untuk
membangun proyek-proyek militer Jepang. Prajurit Keraton dihidupkan kembali
pada tahun 1970. Kemunculannya didorong oleh penyelenggaraan karnaval budaya
waktu itu. Dhaeng adalah kesatuan pertama yang dihidupkan kembali. Kesatuan
Dhaeng dinilai paling menarik karena instrumennya yang ramai sehingga mampu
menarik perhatian masyarakat. Kelengkapan instrumen Prajurit Dhaeng terdiri
dari tambur, seruling, ketipung, dhodhog, bendhe besar, bendhe kecil, kecer,
dan pui-pui. Mulai saat itu, satu persatu kesatuan-kesatuan prajurit yang
disebut sebagai bregada mulai dihidupkan kembali guna melengkapi acara-acara
kebudayaan Keberadaan prajurit ini tidak lagi memiliki fungsi pertahanan.
Semata hanya untuk kegiatan budaya. Dari masa ke masa, keberadaan Prajurit
Keraton mengikuti dinamika zaman. Prajurit yang awalnya berfungsi sebagai
penjaga kedaulatan berangsur-angsur telah berganti fungsi menjadi pengawal
kebudayaan (https://www.kratonjogja.id).

Lantas
bagaimana sejarah M Karim Lubis? Seperti disebut di atas, Karim Lubis pernah
menjadi pengawal pribadi Soeltan Hamengkoeboewono IX. Unik memang, seperti
halnya Dr Willer Hoetagaloeng menjadi dokter pribadi Jenderal Soedirman. Tentu
saja itu terjadi pada era perang kemerdekaan. Lalu bagaimana sejarah Karim
Lubis? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Kapten
Infanteri Karim Lubis; Pengawal Pribadi Soeltan Hamengkoeboewono IX

Beberapa
tahun sebelum sejarah Usman dan Harun di Singapoera, ada satu sejarah yang
berlangsung di Singapura dimana dua warga negara Republik Indonesia hari Senin telah
ditangkap dijatuhi hukuman penjara di Singapura. Soewadi dihukum enam belas
bulan karena mencuri dokumen dan Abdul Salim Harahap juga dihukum enam belas
bulan karena mengajak pencurian dokumen itu. Orang Indonesia ketiga, Karim
Loebis, juga dijatuhi hukuman 18 bulan penjara karena mengarahkan pencurian.
Demikian Reuter melaporkan dari Singapura yang dikutip surat kabar di Djakarta
Het dagblad: uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 08-07-1947.

Kabinet Amir Sjarifuddin Harahap diresmikan
pada tanggal 3 Juli 1947 (setelah kabinet Soetan Sjahrir berakhir). Sejak awal
dibentuk kabinet RI pada tanggal 2 September 1945 hingga Kabinet Amir, yang
menjadi Menteri Pertahanan/KR adalah Mr Amir Sjarifoeddin Harahap. Pada kabinet
sebelumnya Mr Amir Sjarifoeddin Harahap adalah menteri dengan nomenklatur Menteri
Keamanan Rakyat yang pada Kabinet Amir ini diubah namanya menjadi Menteri
Pertahanan. Pada Kabinet Amir ini, Mr Amir Sjarifoeddin Harahap selain Perdana
Menteri, tetap sebagai Menteri Keamanan Rakyar/Menteri Pertahanan. Kepala
intelijen negara Republik Indonesia yang beribukota di Jogjakarta masih tetap
Kolonel Zulkifli Lubis. Beberapa waktu sebelum telah berlangsung perundingan
antara pihak Republik Indonesia dan pihak Belanda (NICA). Perundingan diadakan
di Linggarjati, yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan
Indonesia dimana hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Batavia/Djakarta
pada tanggal 15 November 1946 dan ditandatangani secara sah oleh kedua negara
pada 25 Maret 1947. Hasil perundingan tersebut menghasilkan 17 pasal yang
antara lain berisi: (1) Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik
Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera,dan Madura; (2) Belanda harus meninggalkan
wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949; (3) Pihak Belanda dan
Indonesia sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS); (4) Dalam
bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Persemakmuran Indonesia-Belanda
dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni. Mengenai RIS sendiri, Soekarno
menerima kompromi tersebut untuk menghindari perlawanan terhadap Belanda yang
sulit dan pemahamannya mengenai sistem republik, maka ia dapat memimpin RIS
yang mayoritasnya penduduk Indonesia. Sementara Komisi Jenderal juga menerima
kompromi tersebut karena kemungkinan perang dapat dihindari dan hubungan
Belanda dengan Indonesia dapat berlanjut (Wikipedia). Dalam konteks itulah tiga
warga negara RI ditangkap dan dihukum di Singapoera dimana militer Inggris di
Asia Tenggara berkedudukan.

Tiga
warga negara RI Soewadi, Abdul Salim Harahap dan Karim Loebis di Singapoera
terlibat dalam pencurian dokumen rahasia diduga kuat sebagai bagian terdepan
aksi intelijen RI dalam hubungan yang terjadi antara perselisihan Belanda
(NICA) dan Republik Indonesia di wilayah Indonesia. Seperti disebut di atas,
Karim Loebis dijatuhi hukum lebih berat karena dianggap yang bertanggungjawab
penuh di belakang dalam aksi pencurian dokumen tersebut. Soewadi dan Abdul
Salim Harahap melakukan aksi di lapangan yang kemudian dikenakan hukuman yang
sama (16 bulan penjara).

Sebagaimana diketahui kelak pada tanggal 8
Maret 1965, Usman dan Harun ditugaskan untuk melakukan sabotase di Singapura
dengan dilengkapi dengan perahu karet dan 12,5 kilogram (28 pon) bahan peledak,
mereka diberitahu untuk membom sebuah rumah tenaga listrik, tetapi sebaliknya,
pada tanggal 10 Maret 1965, mereka menargetkan bangunan sipil, bangunan Hong
Kong and Shanghai Bank, yang sekarang dikenal sebagai MacDonald House,
menewaskan 3 orang dan melukai sedikitnya 33 lainnya, yang semuanya warga sipil
(Wikipedia). Keduanya duhukum berat. Setelah sempat pihak RI meminta
pengurangan hukuman kepada keduanya, namun diabaikan, dua Indonesia tersebut dihukum
gantung di Penjara Changi, Singapura, pada 17 Oktober 1968. Jenazah Usman dan
Harun kemudian dibawa kembali ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
Kalibata, Djakarta.

Dokumen
yang dicuri oleh tiga agen intelijen Indonesia di Singapura tersebut di dalam
berita disebut dokumen berbahasa Inggris. Gugatan kepada tiga Indonesia tersebut
dilakukan setelah serangkaian penggeledahan yang dilakukan oleh polisi
Singapura di kantor dan rumah Indonesia dan Malaysia pada hari Sabtu. Kasus ini
sebelumnya pertama kali diberitakan kantor berita Republik Indonesia, Antara yang
menyebutkan digeledah namun belakangan dibantah. Dokumen-dokumen yang
bersangkutan, yang telah diserahkan kepada Soewadi oleh seorang pegawai Melayu,
ternyata adalah surat-surat dari Lord Killearn yang dikirim olehnya ke Batavia
pada bulan November 1946 dan Januari 1947, dan sebuah surat dari Lord Killearn
kepada Kantor Luar Negeri Inggris bertanggal pada bulan November 1946 dan
Januari 1947. dikirim pada bulan April ’47. Ketiga terdakwa dalam kasus
tersebut mengakui bersalah.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Kapten  Karim Lubis: Karir Selanjutnya

Seperti
yang diberitakan Karim Loebis ditangkap pada bulan Juli 1947 dan dikenakan
penjara 18 bulan (1,5 tahun), maka dengan mengitung maju, Karim Loebis sudah
dibebaskan pada bulan Januari tahun 1949. Oleh karena Karim Loebis diduga kuat
adalah agen intelijen RI utama di Singapura, maka sudah barang tentu akan
kembali ke Jogja (ibu kota RI), Sebab Batavia/Djakarta adalah ibu kota
Belanda/NICA sebagai pusat dari federasi dari negara-negara federal yang telah
dibentuk Belanda seperti Negara Jawa Timur, Negara Indonesia Timur, Negara
Sumatra Selatan dan Negara Sumatra Timur. Sebagai bagian dari intelijen RI
dalam hal ini sudah diduga pasti Karim Loebis akan menuju Jogjakarta untuk
melapor kepada atasannya Kolonel Zulkifli Lubis (Kepala Intelijen RI).

Keberadaan Kolonel Zulkifli Lubis sudah berada
di Jogjakarta pada awal tahun 1946. Sebagaimana diketahui ibu kota RI
dipindahkan dari Djakarta ke Jogjakarta pada bulan Januari 1946 dimana rombongan
Presiden dan Wakil Presiden berangkat ke Jogjakarta dengan kereta api dari
Stasion Manggarai. Rombongan terakhir para pejabat dan pegawai pemerintah dari
Djakarta ke Jogjakarta berangkat pada bulan April 1946 yang dipimpin oleh
Overste (Letnan Kolonel) Mr Arifin Harahap (adik dari Mr Amir Sjarifoeddin
Harahap). Setelah elemen pemerintah RI dievakuasi dari Djakarta baru beberapa
bulan kemudian diadakan perwakilan RI di Djakarta (semacam pos atase militer
atau kedubes) di wilayah pendudukan Belanda/NICA. Yang menjadi atase
militer/dubes adalah Overste Mr Arifin Harahap (kelak diangkat menjadi menteri
perdagangan).

Karim
Lubis tampaknya setelah di Jogjakarta telah mendapat kenaikan pangkat dari
Letnan menjadi Kapten. Namun harus diingat ibu kota Jogjakarta saat itu sudah
sejak 18 Desember 1948 telah diduduki Belanda (sejak awal agresi militer
Belanda II) dimana para pemimpin Indonesia telah ditangkap dan sebagian
diasingkan seperti Ir Soekarno ke Parapat dan Drs Mohamad Hatta ke Bangka.
Satu-satu perwakilan Republik di Jogjakarta adalah Soeltan Hamengkoeboewona
(sebagai kepala daerah), yang dalam hal ini Hamengkoeboewono sebagai Sultan di
Jogjakarta terus diawasi oleh militer Belanda.

Sementara para TNI sebagian besar telah
mengungsi ke luar kota untuk bergerilya seperti Jenderal Soedirman ke selatan
Jogjakarta dan Kediri, Major Jenderal Abdoel Haris Nasoetion ke Jawa Barat di
wilayah selatan Tjiandjoer dan Soekaboemi serta Kolonel TB Simatoepang di
selatan Semarang di wilayah Banaran.

Sementara
TNI terus bergerilya di wilayah gerilya (wilayah Republik), hubungan antara YNI
dan Soeltan Hamengkoeboewono terus terjalin, tentu saja secara rahasia. Dalam
hal inilah peran Kapten Karim Lubis menjadi penting di dalam kraton dengan
berbagai kualifikasi, baik sebagai militer, sebagai agen intelijen dan dalam
hal ini menjadi pengawal pribadi Soeltan sendiri. Dalam konteks inilah Kapten
Karim Lubis bertindak sebagai ajudan Soeltan Hamengkoeboewono sebagai
satu-satunya tokoh Republik terpenting yang masih tersisa di Jogjakarta.

Pada bulan April 1949 diadakan perundingan
antara perwakilan RI dan perwakilan Belanda/NICA (perundingan Roem-Royen).
Hasil perundingan ini antara lain disepakati gencatan senjata dan dilakukan
persiapan untuk perundingan lebih lanjut, Konfernsi Medja Boendar (KMB) di Den
Haag. Pada bulan Juni evakuasi pasukan Belanda dari Jogjakarta dilakukan (untuk
pemulihan pemerintahan RI di Jogjakarta). Untuk mengantisipasi situasi vakum aparatur
keamanan pasca evakuasi militer, Soeltan Jogja agak kebingungan karena petinggi
TNI tidak diketahui dimana bergerilya. Untuk itu dikirim berbagai utusan ke
berbagai wilayah gerilya. Akhirnya yang ditemukan lebih dulu adalah arena
dimana berada Kolonel TB Simatoepan di utara wilayah Magelang (pegunungan
Banaran). Kolonel TB Simatoepang tepat waktu tiba di Jogjakarta sebelum pasukan
Belanda terakhir dievakuasi. Soeltan Joga menjadi tenang. Kolonel TB
Simatoepang dengan Soeltan Jogja yang melakukan serah terima dalam peralihan
dari Belanda/NIC ke RI di Jogjakarta. Dua minggu kemudian setelah situasi
kondusif (aman dan fasilitas pemerintah dirapihkan) baru tiba rombongan
pemimpin RI dari Bangka (Mohamad Hatta). Lalu kemudian menyusul rombongan Ir
Soekarno. Rombongan yang terakhir tiba di Jogjakarta adalah Jenderal Soedirman
yang disambut Kolonel TB Simatoepang di batas kota. Jenderal Soedirman tidak
bersedia bertemu Ir Sokarno dan Drs Mohamad Hatta. Mengapa? Sementara itu Major
Jenderal Abdoel Haris Nasoetion tidak kembali ke Jogjakarta, tetap tetap stay
di wilayah Soekaboemi. Lantas dimana Kolonel Zulkifli Loebis? Tidak
terinformasikan. Boleh jadi karena komandan intelijen RI lebih banyak kerja diam
di belakang panggung.

Setelah
pemulihan pemerintahan di ibu kota RI di Jogjakarta, Perdana Menteri RI Mohamad
Hatta memimpin delegasi RI ke Den Haag. Delegasi ini di Den Haag melakukan
berbagai tahapan perundingan termasuk yang hadir mewakili TNI di Den Haag adalah
Kolonel TB Simatoepang. Sementara yang tetap berada di Jogjakarta masih ada
Presiden Soekarno dan sejumlah menteri serta Soeltan Jogja (yang juga telah
diangkat menjadi Menteri Pertahanan). Kapten Karim Loebis tetap menjadi
pengawal pribadi/ajudan dari Soeltan Hamengkoeboewono IX (sebagai Menteri
Pertahanan). Pada saat tengah sibuk perundingan di Den Haag, Soeltan
Hamengkoeboewono IX mengirim dokumen penting yang diperlukan Mohamad Hatta.
Untuk membawa dokomen itu dipercayakan kepada Kapten Karim Loebis yang menjadi
pengawal pribadi Soeltan sendiri (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en
advertentie-blad, 21-10-1949).

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Sinar Mas di Palembang

CARA MEMBUAT ES SEMANGKA INDIA VIRAL

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?