Nama Zulkifli Lubis tidak asing
dalam sejarah awal Republik Indonesia. Spesialisasi tugasnya dalam dunia
intelijen selama perang kemerdekaan menjadi mudah dikenali dan diingat nama
Zulkifli Lubis. Pasukannya juga menangani tugas spionase dan propaganda. Setelah
pengakuan kedaulatan Indonesia, nama Zulkifli Lubis menjadi salah satu dari dua
matahari di TNI (Abdoel Haris Nasoetion vs Zulkifli Lubis). Satu yang dilupakan
Zulkifli Lubis juga berperan penting dalam mendesain organisasi TNI di
Jogjakarta yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan/KR Mr Amir Sjarifoeddin
Harahap dan dibantu kepala daerah Jogjakarta Soeltan Hamengkoeboewono IX.
1993) adalah seorang tokoh militer Indonesia dan pernah menjadi Pejabat Kepala
Staf TNI Angkatan Darat periode 8 Mei 1955 – 26 Juni 1955. Selain itu ia juga
dikenal sebagai pendiri dan juga menjabat sebagai Ketua Badan Intelijen pertama
di Indonesia. Zulkifli adalah anak kelima dari sepuluh bersaudara. Ayahnya
bernama Aden Lubis gelar Sutan Srialam dan ibunya bernama Siti Rewan Nasution.
Kedua orangtuanya adalah guru di sekolah guru Normaalschool. Setelah
menyelesaikan HIS, kemudian melanjutkan ke sekolah MULO. Zulkifli dan
kawan-kawannya tergabung dalam kelompok Patriot. Mereka bisa dibilang sebagai
oposisi diam-diam karena sebagai contoh, jika ada upacara mereka tidak mau
menyanyikan lagu kebangsaan Belanda, Wilhelmus, malahan mengajak peserta
upacara lainnya agar ikut diam. Selepas tamat dari MULO, Zulkifli melanjutkan
ke Algemeene Middlebare School B di Yogyakarta. Hal yang menyenangkan Zulkifli
selama bersekolah di AMS B adalah kesempatan dirinya diminta maju ke depan
kelas untuk mencoba mengajar. Misalnya mata pelajaran ilmu tata negara dan
sejarah. Di AMS B, Zulkifli bersama teman-temannya sering mengadakan diskusi
kebangsaan, termasuk teman-teman dari Parindra. Ketika Jepang menduduki Hindia
Belanda, Zulkifli Lubis mengikuti ajakan temannya untuk turut serta latihan
yang diselenggarakan oleh Tentara Jepang untuk para pemuda. Setelah memperoleh
latihan sekitar dua bulan di Seinen Kurensho (pusat latihan untuk barisan
pemuda), Zulkifli menerima tawaran khusus untuk mendapat pendidikan perwira
militer. Di Seinen Dojo (balai penggemblengan pemuda) Tangerang ada sekitar 40
siswa dari seluruh Jawa. Zulkifli Lubis, Kemal Idris dan Daan Mogot termasuk
angkatan pertama. Balai penggemblengan inilah yang pertama kalinya
memperkenalkan Zulkifli pada dunia intelijen. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah Zulkifli Loebis? Seperti disebut di atas, Zulkifli Lubis
menjadi tokoh intelijen utama pada awal Republik Indonesia yang juga turut
aktif mendesain organisasi TNI selama perang kemerdekaan di Jogjakarta. Lalu
bagaimana sejarah Zulkifli Lubis? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia Zulkifli
Loebis, Kepala Intelijen Republik di Jogja: Desain Organisasi TNI
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Era NKRI dan Presiden Soekarno:
Teka-Teki Hubungan Zulkifli Loebis vs Abdoel Haris Nasoetion
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



