Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (423): Pahlawan Indonesia – Tan Goan Po, Ekonom Lulusan Rotterdam; Republiken dan Pendirian FEUI

Tempo Doelo by Tempo Doelo
17.02.2022
Reading Time: 28 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Sebelum ada fakultas ekonomi di
Indonesia (bahkan sejak era Hindia Belanda), sudah banyak orang Indonesia sebagai
ekonomi bahkan bergelar doktor (Ph.D). Ekonom pertama Indonesia adalah Drs
Samsi Sastrawidagda, Ph.D meraih gelar doktor ekonomi di Rotterdam pada tahun
1925. Tentu saja harus diingat Drs Mohamad Hatta (lulus sarjana di Rotterdam
1931). Dr Soemitro Djojohadikoesoemo, Drs Tan Goan Po dan Dr Ong Eng Die adalah
generasi terakhir di era Hindia Belanda. Para ekonom ini inilah yang turut membentuk
Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia tahun 1950.

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Prof Dr Tan Goan Po (4 Agustus 1913 – 14 Februari 1978)
adalah Seorang Ekonom Indonesia, salah satu pendiri Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia (FE-UI), juga dikenal sebagai Paul Mawira, ekonom
terkemuka pada 1950-an. Selama perjuangan kebangsaan untuk Indonesia, Tan
Goan-Po menulis artikel ekonomi di koran Semangat Baroe yang dia sebagai editor
saat belajar di Belanda. Sebagai manajer umum Banking dan Trading Corporation
di akhir 1940-an, Tan Goan-Po juga membantu dana membiayai delegasi Indonesia dalam
perjuangan untuk kemerdekaan dan pengakuan internasional di Dewan Keamanan PBB
di Lake Success, New York. Tan mendirikan dan mengelola beberapa bisnis dan
lembaga keuangan. Dia membantu berdirinya Akademi Perniagaan Parahyangan pada
tahun 1955. Pada 1957-1961 Tan bergabung dengan PRRI/Permesta dan kemudian dikarantina
di sebuah pusat penahanan politik. Tan lahir di Ulu, sebuah kota kecil penghasil
pala dan cengkih di pulau vulkanik Siau, bagian dari Sangihe Kepulauan. Ayahnya
Tan Pek Jong adalah pedagang pala dan cengkih yang belajar sendiri untuk
membaca, dan ibunya, Jauw Keng-Nio, buta huruf. Tan Pek-Jong melihat Goan-Po
sebagai anak yang luar biasa cerdas dan mengirim putranya pada usia 10 ke kota
Manado untuk sekolah dasar. Setelah menyelesaikan sekolah menengah di Tondano dan
SMA di Jakarta, Tan Goan Po melanjutkan studi ke Belanda. Istrinya Florentina
Petronella Geise dikenal sebagai Tineke ikut dalam unjuk rasa kemerdekaan
Indonesia di tempat kelahirannya Rotterdam. Tinneke merupakan adik dari Uskup
Katholik Bogor, Mgr.Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise (Wikipedia).  

Lantas
bagaimana sejarah Tan Goan Po? Seperti disebut di atas, Tan Goan Po asal
Sangihe menjadi salah satu pendiri Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
(kampus saya dimana saya mengajar). Lalu bagaimana sejarah Tan Goan Po? Seperti
kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Koran: Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad
voor Nederlandsch-Indie, 20-10-1949

Pahlawan Indonesia dan Tan
Goan Po, Ekonom Lulusan Rotterdam

Tan
Goan Po bukan Tan Po Goan. Meski satu marga Tan keduanay berada pada generasi
yang sama tetapi dengan keahlian yang berbeda. Tan Po Goan sarjana hukum ahli
hukum lulusan Rechthoogeschool Batavia, sedangkan Tan Goan Po sarjana ekonomi
ahli ekonomi lulusan Handelshoogeschool Rotterdam. Tan Goan Po setelah lulus
sekolah MULO di Tondano, kemudian melanjutkan studi ke Batavia. Pada tahun 1932
Tan Goan Po di sekolah menengah AMS, Weltevreden (Batavia) lulus ujian transisi
dari kelas lima ke kelas enam (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 03-05-1932). Tan
Po Goan sendiri pada tahun ini di Rechthoogeschool lulus ujian kandidat pertama
(lihat Bataviaasch nieuwsblad, 26-04-1932).

Lama studi di sekolah AMS adalah enam tahun
(berbeda dengan di HBS yang hanya lima tahun). Lulusan sekolah menengah pertama
MULO yang melanjutkan studi ke HBS atau AMS ditempatkan di kelas empat. HBS dan
AMS hanya ada di beberapa kota besar di Jawa. Di lua Jawa hanya ditemukan di
Medan. Lulusan HBS dan AMS dapat melanjutkan studi ke fakultas/universitas. Di
Indonesia (baca: Hindia Belanda) fakultas ter dapat di Bandoeng (THS dibuka
1920); di Batavia (RHS, 1924 dan GHS, 1927). Meski sudah ada fakultas-fakultas,
pada tahun-tahun terakhir ada sejumlah lulusan HBS dan AMS yang melanjutkan
studi ke Belanda, termasuk Tan Goan Po.  

Pada
tahun 1933 Tan Goan Po lulus ujian akhir di AMS Weltevreden Afdeeling B (lihat Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 15-05-1933). Yang sama-sama lulus
antara lain Lompo Siregar, Santoso, Imanuel Hoetagaloeng, Djohan Sjahroezah, EJ
Lapian, Lie Gim Tjoan, Wetters, Hogendorp, Soetrisno dan Martoeani Siregar.
Pada bulan Agustus Ta Goan PO berangkat ke Belanda (lihat De locomotief, 28-08-1933).
Disebutkan kapal ms Dempo akan berangkat tanggal 30 Agustus dari Batavia dengan
tujuan akhir Rotterdam, salah satu diantara penumpang adalah Ta Goan Po. Dari
ratusan penumpang dengan dengan nama Eropa/Belanda juga terdapat nama-nama yang
bisa diidentifikasi selain Tan Goan Po adalah Han Swie Tian dan Sie Tjiauw Sing.
Belum diketahui dimana Tan Goan Po kuliah.

Pada tahun 1933 ini di Batavia, Tan Po Goan
lulus ujian kandidat kedua di Rechthoogeschool (lihat Het nieuws van den dag
voor Nederlandsch-Indie, 16-10-1933). Pada tahun 1934 Tan Po Goan lulus ujian
doktoral pertama (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 10-11-1934).
Pada tahun 1935 di Rechthoogeschool ada sejumlah mahasiswa yang lulus ujian
doktoral kedua yakni F. de Tourton Bruijns, GJ Resink, Haroen Al Rasjid. Tan Po
Goan. Moeljatno, en M. Abdoerrachman (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 28-08-1935).
Tidak terinformasikan kapan Tan Po Goan lulus ujian akhir (ujian doktoral
ketiga). Yang jelas berdasarkan surat labar Soerabaijasch handelsblad, 22-03-1938
Tan Po Goan telah diangkat sebagai advokat di Makassar. Pada tahun ini RM
Soemitro Djojohadikoesoemo lulus ujian akhir di Prins Hendrik School Batavia (Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 04-06-1935). RM Soemitro
Djojohadikoesoemo dengan kapal Op ten Noort dari Tandjong Priok tanggal 7
September yang dilanjutkan dengan kapal Postdam dari Singapoera pada tanggal 10
September 1935 berangkat ke Belanda.

Pada
tahun 1937 diberitakan Tan Goan Po lulus ujian kandidat di bidang perdagangan
(handelswetenschap) di Nederland Handels Hoogeschool di Rotterdam (lihat
Rotterdamsch nieuwsblad, 08-07-1937). Beberapa bulan kemudian diberitakan Raden
Mas Soemitro Djojohadikoesoemo berhasil ujian candidat ekonomi di
Handelshoogeschool di Rotterdam (lihat Nieuwsblad van het Noorden, 22-10-1937).

Ada perbedaan waktu antara keberangkatan Tan
Goan Po ke Belanda tahun 1933 dengan waktu lulus ujian kandidat di
Handelshoogeschool Rotterdam tahun 1937. Besar kemungkinan Tan Goan Po di
Belanda melakukan perubahan minat dari bidang keilmuan MIPA ke bidang keilmuan
sosial. Tan Goan Po di AMS Batavia adalah afdeeling B (jurusan MIPA). Tan Goan
Po takmpaknya pada tahun-tahun awal di Belanda belajar ilmu-ilmu sosial
terlebih dahulu sebelum melakukan ujian masuk perguruan tinggi (seperti UMPTN
seperti masa kini).

Sejak
tahun 1935 hawa perang eskalasinya terus meningkat baik di Eropa (Barat; Jerman)
maupun di Asia (Timur; Jepang). Pergerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia
juga terus meningkay. Belanda, baik di Eropa maupun di Indonesia mulai ddalam
situasi sulit, baik tekanan dari luar maupun dari dalam negeri. Dalam situasi
dan kondisi inilah mahasiswa-mahasiswa asal Indonesia di Belanda, agak sedikit
gamang.

Di Belanda Soemitro Djojohadikoesoemo aktif
organisasi mahasiswa. Dalam kepengurusan Roekoen Peladjar Indonesia (ROEPI)
terdiri dari Ketua Hertog dan Wakil Ketua Daliloedin Lubis. Organ ROEPI adalah
majalah Soeara Roepi dengan ketua Redaksi Maroeto dan para anggota Soemitro dan
T. Tobing (Zaans volksblad: sociaal-democratisch dagblad, 07-02-1939). Sementara
pengurus Perhimpoenan Indonesia (PI) saat itu (periode 1936-1940) adalah
Parlindoengan Lubis (ketua); Sidhartawan (sekretaris) dan Mohamad Ildrem
Siregar (bendahara). Parlindoengan Lubis adalah abang dari Daliloedin Lubis.

Bagaimana
Tan Goan Po tidak terinformasikan setelah lulus ujian kandidat tahun 1937. Yang
jelas Soemitro Djojohadikoesoemo lulus ujian doktoral (Drs) di bidang ekonomi
tahun 1940 (lihat De Tijd: godsdienstig-staatkundig dagblad, 11-07-1940). Saat
ini di Belanda sempat kacau karena pada bulan Mei 1940 Jerman menduduki Belanda.
Namun segera pemerintah pendudukan Jerman mengizinkan sekolah dan perguruan
tinggi dibuka kembali. Hal itulah mengapa Soemitro dapat mengikuti ujian
doktoral.

Tidak berapa lama setelah kelulusan Soemitro
Djojohadikoesoemo, Parlindoengan Lubis lulus ujian dan meraih gelar dokter di
Universiteir te Amsterdam (lihat De standard, 26-10-1940). Namun dalam
perkembangannya, Dr. Parlindoengan Lubis yang anti fasis (termasuk anti Jepang)
ditangkap militer Jerman lalu dijebloskan ke kamp NAZI Jerman (satu-satunya
orang Indonesia di kamp NAZI). Mohamad Ildrem Siregar disiksa, sementara Sidhartawan
dikabarkan meninggal, sedangkan Parlindoengan Lubis masih bisa bertahan meski
berada di kamp NAZI. Selama tokoh-tokoh PI ditahan, mahasiswa-mahasiswa Indonesia
masih bisa berkuliah. Daliloedin Lubis lulus dan meraih gelar dokter dari
Universiet Amsterdam tahun 1941. Sementara itu di tanah air pada tanggal 8
Maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada (militer) Kerajaan Jepang.

Akhirnya
Tan Goan Po terinformasikan Pada tahun 1942 Tan Goan Po lulu ujian ecomiesche
wetenschappen di Economiesche Hoogeschool di Rotterdam (lihat Het Vaderland :
staat- en letterkundig nieuwsblad, 25-11-1942). Sejak pendudukan Jerman di
Belanda, sudah terputus hubungan Belanda dengan Indonesia. Oleh karena itu
tidak ada jalur pelayaran. Mahasiwa dan sarjana yang telah menyelesaikan studi
dengan sendirinya tidak bisa pulang ke tanah air. Dalam situasi ini, kemungkinan
yang memiliki tabungan yang cukup meneruskan studinya ke tingkat doktoral.

Ong Eng Die lulus di Universiteit Amsterdam
dan Soemitro Djojohadikoesoemo di Universiteit Rotterdam. Keduanya sama-sama
meraih gelar doktor (Ph.D) di tahun 1943. Ong Eng Die lulus ujian doktoral
tahun 1940 di Vrij Universiteit Amsterdam (lihat Nieuwsblad van het Noorden,
01-06-1940). Disertasi Ong Eng Die tentang Chineezen in Nederlandsch-lndie: Een
sociographische over het economische, sociale en cultureele leven der Chineezen
in Nederlandsche Indie (lihat Maandschrift van het Centraal Bureau voor de
Statistiek = Revue mensuelle du Bureau Central de Statistique du Royaume des
Pays-Bas, 30-06-1943). Drs. Soemitro Djojohadikoesoemo meraih gelar doktor
bidang ekonomi di universitas yang sama di Rotterdam tahun 1943 (lihat Algemeen
Handelsblad, 13-03-1943). Sementara itu di tahun yang sama di Universiteit
Utrecht Mr. Masdoelhak Nasution juga meraih gelar Ph.D di bidang hukum (lihat
Friesche courant, 27-03-1943). Catatan: Economische Hoogeschool te Rotterdam
kini lebih dikenal sebagai Erasmus Universiteit

Setelah
kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, orang-orang Belanda/NICA kembali
secara perlahan menguasai sejumlah wilayah di Indonesia. Saat inilah kembali
terbuka hubungan komunikasi dan transportasi antara Belanda dan Indonesia. Sarjana-sarjana
yang selama ini tertahan di Belanda mulai secara berangsur-angsur pulang ke
tanah air pada tahun 1946 (era Kabinet Sjahrir) termasuk Drs Tan Goan Po, Dr Ong
Eng Die dan Dr Soemitro Djojohadikoesoemo. Dr Parlindoengan Loebis yang telah
dibebaskan dari kamp NAZI/Jerman juga kembali ke tanah air.

Kepemimpinan Perhimpoenan Indonesia tetap
eksis, meski tanpa ketua tetapi FKN Harahap dan kawan-kawan tetap meneruskan
perjuangan dengan menerbitkan majalah yang pro kemerdekaan Indonesia. FKN
Harahap (pecatur tangguh yang pernah mengalahkan juara catur Belanda)
menggaungkan kembali semangat Indonesia dengan Indonesia Raya. Ini dapat dibaca
pada edisi De bevrijding: weekblad uitgegeven door de Indonesische Vereniging
Perhimpoenan Indonesia, 15-05-1945: ‘Pada musim semi tahun 1944..kami tetap
berjuang…kegamangan dalam menyelesaikan studi…kami terus melawan Jepang…
muncul utusan dari Kedutaan Besar Jepang di Berlin untuk memberikan umpan,
mahasiswa Indonesia membuang umpan tersebut. Itu adalah siasat untuk menangkap
Mahasiswa Indonesia dengan jaring mereka… tiga tahun bagi orang Indonesia
dari semua kehilangan hubungan dengan keluarga mereka!..Untuk itu jangan lupa
dan harus sadar Seberapa jauh studi Anda sudah berkembang. Apakah Anda semua
terburu-buru untuk ujian, atau mungkin ujian terakhir Anda pergi?…FKN
Harahap’. Kegiatan mahasiswa Indonesia juga dapat dibaca pada edisi De
bevrijding: weekblad uitgegeven door de Indonesische Vereniging Perhimpoenan
Indonesia, 26-05-1945): ‘De vrijheidsbetogingen te Amsterdam (9 Mei 1945).
Demonstrasi besar di Amsterdam dengan mengatasnamakan Perhimpunan Indonesia
untuk menuntut kemerdekaan Indonesia yang berkumpul di lapangan Istana
Kerajaan. Bendera Merah Putih menjulang diantara demonstrasi. Banyak orang
Amsterdam yang mendukung demo ini dengan simpati. Beberapa orang Amsterdam juga
ikut naik panggung untuk berbicara untuk mendukung kemerdekaan Indonesia
termasuk Wali Kota Amsterdam…FKN Harahap telah berpidato, yang mewakili atas
nama Perhimpoenan Indonesia untuk mengatakan beberapa kata. mengucapkan terima
kasih kepada orang-orang Belanda untuk semua dukungan dan simpati ini, yang
mana orang Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus memperjuangkan
kemerdekaan…’. Dalam Rapat Umum yang dilakukan oleh kepanitiaan yang dibentuk
orang-orang Indonesia (Perhimpoenan Indonesia) yang disebut Verbond van
Indonesische Burger (VIB) yang diadakan di Foyer van de Stadsgehoorzaal te
Leiden pada hari Jumat 13 Juli menghadirkan dua pembicara (lihat De kroniek,
11-07-1945). Dua pembicara tersebut adalah R. Poeradiredja dengan judul
‘Indonesie! Beheer of Bevrijding?’ dan RM Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo dengan
judul ‘Sociaal-economische problemen rondom Indonesie’. Catatan: Verbond van
Indonesische Burger (VIB) suatu perhimpuan warga negara Indonesia di Belanda
didirikan tanggal 6 Mei 1945 di Leiden sebagai respon terhadap pidato HM Ratu di
London 7 Desember 1942. Pengurus perhimpunan ini dari HK Poeradiredja, ketua; RA
Poeradiredja, Wakil Ketua; PHWF Tellegen, sekretaris 1 (Zoeterwoudse Singel 89,
Leiden), CD Barkman, Tan Goan Po, Z.Zain dan WChEA de Vries (lihat Je
maintiendrai, 23-06-1945). Dalam pertemuan VIB di Leiden pada Kamis malam, 4
Oktober pukul 07:30, pertemuan Perhimpunan Warga Negara Indonesia berlangsung
di Stadsgehoorzaal, dimana ketua dewan Drs. Tan Goan Po berbicara dengan topik “Apa
yang terjadi di Indonesia?”. Tan Goan Po menyatakan bahwa kita tidak perlu
memikirkan pentingnya pertemuan ini, namun yang penting bahwa setiap orang
Belanda mengenal dirinya lebih dekat dengan masalah kehidupan di negara kita
dan bahwa ia memperhatikan dari berbagai sudut pandang (lihat De kroniek, 02-10-1945).

Sementara
mahasiswa-mahasiwa Indonesia yang belum selesai studinya seperti FKN Harahap tetap
meneruskan studi di Belanda. Lalu kemudian sebuah manifesto di Belanda
diumumkan yang mana agar Belanda untuk menahan diri untuk perang dan memberi
kesempatan bagi Indonesia untuk mandiri. Penandatangan manifesto ini termasuk
didalamnya FKN Harahap (lihat De waarheid, 03-01-1946). Dalam situasi ini, akhirnya
FKN Harahap berhasil menyelesaikan studi dan menjadi sarjana (lihat Friesch
dagblad, 10-07-1946). FKN Harahap akhirnya kembali ke tanah air.

Perjuangan FKN Harahap dan kawan-kawan di
Belanda (1945) seakan mengakhiri Perhimpoenan Indonesia yang digagas oleh
Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan yang saat pendiriannya pada tahun 1908
yang disebut Indisch Vereeniging. Jika dulu (1908) Husein Djajadiningrat dan
Soetan Casajangan bahu-membahu mengawali, maka tahun 1945 FKN Harahap dan
Soemitro Djojohadikoesomo mengakhiri. Sebelum kembali ke tanah air, sementara
para pemimpin Indonesia seperti Ir Soekarno, Drs Mohamad Hatta, Soetan Sjahrir
dan Mr Amir Sjharifoeddin Harahap melawan Belanda/NICA, Drs Soemitro
Djojohadikoesoemo, Ph.D dari Belanda berangkat menghadiri sidang PBB di London
sebagai penasehat ekonomi dari delegasi Belanda (lihat Nieuwe courant,
20-03-1946). Setelah ke London ini kemudian diktehui dengan mengutip dari surat
kabar Straits Times bahwa Drs. Soemitro Djojohadikoesoemo, Ph.D dan Dr. Djairin
Zain telah tiba di Singapoera tanggal 12 Maret. Mereka berdua ke London menjadi
bagian delegasi Belanda ke PBB. Ketika diwawancara mereka menyatakan bahwa
Indonesia harus memiliki kursi di PBB, karena dalam banyak hal negara Indonesia
dianggap setara dengan sejumlah negara yang diwakili di PBB. Mereka berdua
menyatakan tidak menjadi masalah dalam struktur Indonesia merdeka dalam
kerangka Persemakmuran Belanda. Dr Soemitro Djojohadikoesoemo dan Mr. Djairin
Zain, dua anggota Indonesia dari delegasi yang mewakili Belanda pada sesi
pertama PBB di London telah tiba dengan kapal perang Inggris dan kembali ke
Batavia. Menteri Pendidikan Todoeng Harahap Soetan Goenoeng Moelia dari
Departemen Pendidikan Republik memberitahukan bahwa keduanya akan menemui
(Perdana Menteri) Sjahrir dan menjelaskan secara ekstensif tentang kunjungan
mereka di London’. Beberapa bulan kemudian ketika diketahui Perdana Menteri
Soetan Sjahrir akan mau bekerjasama dengan Belanda, Soetan Sjahrir diculik oleh
kelompok oposisi (Nieuwe courant, 01-07-1946). Disebutkan pada malam 27-28 Juni
di Solo, selain Soetan Sjahriri, juga diculik Menteri Kesejahteraan Rakyat
Darmawan, General Majoor Soedibjo, Mr. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo dan
tentara lainnya. Ini merupakan peristiwa yang serius, yang tidak bisa
ditoleransi oleh pemerintah republik. Di sisi lain, Menteri Keamanan Rakyat Mr.
Amir Sjarifoeddin Harahap marah besar atas tindakan penculikan tersebut. Sejak
penculikan kendali pemerintah diambilalih oleh Presiden Soekarno. Disebutkan
pihak yang menculik adalah pengikut Tan Malaka dan Soebardjo. Setelah ultimatum
Soekarno kepada penculik akhirnya Soetan Sjahrir dibebaskan di Solo. Mr. Amir
Sjarifoeddin dari Djogjakarta datang ke Solo untuk membebaskan yang lain dari
penjara termasuk Soemitro Djojohadikoesoemo (lihat Het dagblad: uitgave van de
Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 11-07-1946).

Setelah
pulang ke tanah air, bagaimana Drs Tan Goan PO belum terinformasikan. Yang
terinformasikan secara luas adalah Mr Tan Po Goan. Disebutkan Mr Tan PO Goan
termasuk salah satu dari enam perwakilan Tionghia di dewan baru yang dibentuk
Belanda/NOCA (lihat Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te
Batavia, 03-09-1946). Baru pada tahun 1947 Drs Tan Goan Po terinformasikan
(lihat Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 15-11-1947).

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Dr Tan Goan Po: Seorang Republiken
dan Pendiri FEUI

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Tempat Rekomendasi Prewedding di Daerah Danau Toba Samosir

11 Rekomendasi Tempat Wisata Hits dan Terbaru di Kabupaten Tanah Karo

Iklan

Recommended Stories

RAMADHAN DISEBUT JUGA BULAN AL QUR-AN

06.06.2016

MENIKMATI KEINDAHAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT YANG EKSOTIS

28.07.2017
Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua

Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua

01.03.2021

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?