Saat mana Soerachman menyelesaikan
studinya di Universiteit te Delft, Liem Ing Hwie menjadi mahasiswa baru. Sangat
jarang mahasiswa asal Indonesia (baca: Hindia Belanda) dari golongan
Eropa/Belanda, Cina dan pribumi memilih fakultas teknik di Delft, boleh jadi
karena sangat sulit. Meski demikian ada beberapa yang berhasil meraih gelar
insinyur teknik dari Delft antara lain Ir Soerachman (lulus tahun 1922) dan Ir
Liem Ing Hwie.
Belanda. Setiap universitas terbaik merujuk pada nama kota. Untuk studi hukum
dan sastra terkenal di Leiden; studi pertanian di Wageningen, studi keguruan di
Haarlem, studi kedokteran di Amsterdam, studi kedokteran hewan di Utrecht dan
studi teknik di Delft. Mahasiswa asal Indonesia di fakultas teknik di Delft
adalah Raden Kartono (abang dari RA Kartini) tahun 1896. Namun dalam
perkembangannya R Kartono tidak meneruskannya dan lebih memilih studi Indologi
di Leiden. Setelah itu baru Soerachman. Pada tahun 1920 fakultas teknik dibuka
di Bandoeng Technische Hoogeschool (THS). Fakultas pertama di Indonesia (THS)
dapat dikatakan kurikulum sebagai kloning dari Universiteit te Delf yang juga
dosennya pernah mengajar di Delftt. Salah satu mahasiswa yang terkenal di THS
Bandoeng adalah R Soekarno (diterima tahun 1922).
Lantas
bagaimana sejarah Liem Ing Hwie? Seperti disebut di atas, setelah menyelesaikan
sekolah menengah (HBS), Liem Ing Hwie melanjutkan studi di fakultas teknik di
Universiteit te Delft. Lalu bagaimana sejarah Liem Ing Hwie? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya
sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi,
sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti
surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Liem
Ing Hwie Studi ke Belanda di Delft
Liem
Ing Hwie melanjutkan studi ke sekolah menengah HBS di Soerabaja. Pada tahun
1919 Liem Ing Hwie lulus ujian akhir di HBS Soerabaja (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 24-05-1919). Sebagaimana diketahui kemudian R
Soekarno lulus pada tahun 1922 di HBS Soerabaja dan pada tahun tersebut
diterima di THS Bandoeng.
Sekolah menengah HBS terdapat di beberap kota
seperti di Batavia, Semarang dan Soerabaja. Lama studi di HBS lima tahun.
Sekolah menengah yang kurang lebih setara dengan HBS adalah AMS enam tahun.
Siswa yang diterima di HBS/AMS adalah lulusan sekolah dasar berbahasa Belanda
ELS atau HIS. Lulusan MULO ditempatkan di kelas empat HBS/AMS. Lulusan HBS/AMS
dapat melanjutkan studi ke fakultas/universitas.
Liem
Ing Hwie kemudian melanjutkan studi ke Belanda. Namun tidak terinformasikan
kapan berangkat. Pada tahun 1922 Liem Ing Hwie di Technische Hoogeschool di
Delft lulus ujian propaedutisch werktuigkundig ingenieur (teknik
mesin/mekanik). Dalam daftar yang mengikuti ujian di Delf hanya Lem Ing Hwie
yang bernama Cina/pribumi.
Di Univetsiteit te Delft ada sejunmlah
fakultas seperti teknik sipil, tekni mesin, teknik elektro, teknik pertambangan
dan teknik kimia serta teknik perkapalan. Pada tahun 1922 ini di fakultas teknik kimia lulus dengan
gelar insinyur teknik kimia Ir Soerachman. Setahun sebelumnya tahun 1921 di
fakultas kedokteran hewan di Utrecht lulus ujian dengan gelar dokter hewan Dr
Sorip Tagor Harahap. Ir Soerachman dan Dr Sorip Tagor Harahap masing-masing
yang pertama lulus di kampus tersebut yang berasal dari Hindia Belanda dari
golongan pribumi. Sorip Tagor Harahap kini dikenal sebagai kakek dari artis
Risty/Inez Tagor.
Tampaknya
Liem Ing Hwie lancar dalam studi. Pada tahun 1924 Liem Ing Hwie lulus ujian
kandidat di departemen teknik mesin Delft (lihat De Tijd :
godsdienstig-staatkundig dagblad,
26-06-1924). Disebutkan Liem Ing Hwie lahir di Tempel. Nama-nama lain
yang bersamaan lulus dari departemen yang sama kelahiran Hindia Belanda adalah
W van Deventer di Pekalongan, AWA Meyer dan WA Spoelstra di Soerabaja dan HC
Munter di Meester Cornelis. Akhirnya pada tahun 1925 Liem Ing Hwie lulus dengan
gelar insinyur teknik mesin.
Tidak terinformasikan pada bulan apa Liem Ing Hwie
lulus. Pada bulan Juni Liem yang beralamat di Koniggratz, bagian Slowakia dengan
namanya bergelar insinyur (lihat Delftsche courant, 13-06-1925). Dalam surat kabar Het
Vaderland : staat- en letterkundig nieuwsblad, 15-06-1925 disebutkan Ir Liem
Ing Hwie diangkat untuk insinyur mesin di Skoda Werke di Koniggratz. Pada tahun
ini mahasiswa asal Indonesia yang lulus sarjana maupun doktor cukup banyak.
Diantara yang lulus dengan mendapat gelar doktor (Ph.D) adalah Alinoedin
Siregar gelar Radja Enda Boemi (bidang hukum); R. Soesilo (bidang kedokteran); HJD
Apituley (bidang kedokteran); Soebroto (bidang hukum); dan Samsi Sastrawidagda
(bidang ekonomi);
Setelah
beberapa tahun Ir Liem Ing Hwie kembali ke tanah air. Pada tahun 1929 Ir Liem
Ing Hwie pulang dengan kapal ss Pieter Corneliszoon berangkat dari Amsterdam tanggal
7 Mei dengan tujuan akhir Batavia (lihat De avondpost, 08-05-1929). Di dalam manifes
kapal Ir Liem tidak sendiri tetapi bersama istri P van der Linden dan seorang
anak,
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Ir Liem Ing Hwie: Sejarah
Orang Tionghoa di Jogjakarta
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


