*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Seperti halnya Liem Koen Hian dan Oey
Tiang Tjoei pada tahun 1945, Oei Tjong Hauw juga menjadi anggota BPUPKI (Badan
Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Lepas dari besar kecil
kontribusi setiap anggota, badan ini tentulah badan yang penting dimana Oei
Tjong Hauw sebagai anggota. Kapasitasnya saat itu memiliki portofolio yang
tinggi diantara orang-orang Tionghoa. Meski begitu, sejarah Oei Tjong Hauw
kurang terinformasikan. Di laman Wikipedia narasi sejarahnya hanya seadanya..
partai kaum peranakan Tionghoa di Indonesia yang dibentuk tahun 1928. Pada
tahun 1945, ia diangkat menjadi anggota BPUPKI. Ia juga adalah putra dari
konglomerat gula Oei Tiong Ham dan penerus usaha Kian Gwan. Ia meninggal pada
tahun 1950 (Wikipedia). Bagaimana narasi sejarah para tokoh begitu minim, bisa
jadi karena keterbatasan data dan sulitnya menemukan akses informasi. Namun
sejarah tetaplah sejarah. Narasa sejarah para tokoh penting seharusnya tetap
dilengkapi.
Lantas
bagaimana sejarah Oei Tjong
Hauw?
Seperti disebut di atas, narasi sejarah Oei Tjong Hauw kurang terinformasikan meski
namanya termasuk salah satu anggota BPUPKI. Lalu bagaimana sejarah Oei Tjong Hauw?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Oei
Tjong Hauw Pengusaha Anggota BPUPKI: Chung Hwa Hui
Oei Tjong Hauw bersekolah di
sekolah menengah Eropa (HBS 5 tahun) di Semarang. Pada tahun 1921 Oei Tjong
Hauw lulus ujian transisi naik dari kelas tiga ke kelas empat (lihat De locomotief, 02-05-1921).
Siswa yang diterima di sekolah HBS adalah lulusan
sekolah dasar berbahasa Belanda ELS atau HIS. Lama studi di HBS lima tahun.
Lulusan HBS dapat melanjutkan ke fakultas (perguruan tinggi) termasuk ke
Eropa/Belanda. Di Indonesia (baca: Hindia Belanda) fakultas baru satu buah
yakni fakultas teknik THS di Bandoeng (yang baru dibuka pada tahun 1920).
Pada
tahun 1922 Oei Tjong
Hauw tunangan dengan Hendrika Be Kwat Koen (lihat De nieuwe vorstenlanden, 09-12-1922).
Oei Tjong Hauw tentu saja belum lulus sekolah HBS. Oei Tjong Hauw diperkirakan
lulus pada pertengahan tahun 1923.
Pada akhir tahun 1923 diberitakan Oei Tjong Hauw akan menikah (lihat
De nieuwe vorstenlanden, 17-12-1923). Disebutkan dapat kami nyatakan dengan
pasti bahwa pada bulan Januari pada acara pernikahan Hendrika, putri bungsu Ibu
dan Mayor Be Kwat Koen dengan Oei Tjong Hauw, Direktur Bankvereeniging Oei
Tjong Ham di Semarang di rumah pengantin wanita. Pada bulan Januari Oei Tjong
Hauw telah menikah dengan Be Hien Nio (lihat De Indische courant, 03-01-1924). .
Pernikahan
Oei Tjong
Hauw dan Hendrika (Be Hien Nio) sangat mewah bagai radja dan ratoe. Disebutkan
pernikahan diadakan di Solo (lihat De Indische courant, 16-01-1924). Disebutkan Hendrika adalah putri bungsu dari
Majoor (Cina) Solo, Banyak yang hadit termasuk para pejabat daerah dan para
pengusaha Cina. Juga hadir konsul Cina dari Batavia. Tidak ada yang hadir dari
Kraton Solo karena tengah berkabung. Juga disebutkan bahwa minggu depan di
Semarang, di rumah keluarga pengantin pria, pesta besar juga akan diadakan.
Tunggu deskripsi
lengkapnya
Sejarah Lama Semarang: Oei
Tjie Sien, Oei Tiong Ham dan Oei Tjong Hauw
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




