*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Di laman Wikipedia hanya ada emtri Rumah
Sakit Umum Daerah Dr. Hasan Sadikin. Tidak ada entri nama Dr Hasan Sadikin. Lantas
siapa Dr Hasan Sadikin? Tentulah pertanyaan ini yang menyebabkan sejarah Dr
Hasan Sadikin kurang terinformasikan. Padahal nama Dr Hasan Sadikin di Bandung
sangat dikenal luas sebagai nama rumah sakit. Mungkin orang hanya balik bertanya:
‘Apalah arti sebuah nama?’ Tapi pertanyaannya, nama itu melekat pada rumah
sakit besar di Bandung.
diresmikan 15 Oktober 1923. Namanya disebut Het Algemeene Bandoengche
Ziekenhuis, kemudian diubah tahun 1927 menjadi Gemeente Ziekenhuis Juliana
dengan kapasitas 300 tempat tidur. Pada era Jepang, RS ini berubah fungsi
menjadi RS Militer Jepang dengan nama Rigukun Byoin. RS ini kembali dikuasai Belanda/NICA
sampai tahun 1948 sebagai RS Militer Belanda. Baru pada tahun 1948, RS
Rancabadak kembali untuk umum. Lalu di bawah naungan Kota Praja Bandung pimpinannya
WJ van Thiel yang menjabat sampai 1949. Setelah pengakuan kedaulaytan dipimpin
oleh Dr HR Paryono Suriodipuro, sebagai direktur pertama dari Indonesia. Tahun
1954, menteri kesehatan menetapkan RS ini menjadi RS Provinsi dengan status
langsung di bawah Departemen Kesehatan. Tahun 1956 ditetapkan menjadi RS Umum
Pusat berkapasitas 600 tempat tidur. Nama Hasan Sadikin, mulai dipakai tahun
1967, salah satu mantan direkturnya, Dr. Hasan Sadikin. Ketika ia sedang
menjabat menjadi direktur tersebut, menteri kesehatan pada saat itu memintanya
untuk mengubah nama rumah sakit yang dipimpinnya. Tetapi permintaan tersebut
tidak sempat dipenuhinya karena dalam usia relatif masih muda ia meninggal
dunia tanggal 16 Juli 1967 akibat penyakit yang dideritanya. Untuk mengenang
jasa-jasanya sebagai dokter yang penuh dedikasi dan telah turut berperan
penting dalam perjuangan kemerdekaan RI, pemerintah pada tanggal 8 Oktober 1967
menetapkan namanya sebagai nama baru rumah sakit ini. Sehingga mulai saat itu
sampai sekarang, nama rumah sakit ini menjadi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin,
disingkat RSHS (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Dr Hasan Sadikin? Seperti disebut di atas, narasi sejarah Dr
Hasan Sadikin kurang terinformasikan meski namanya sudah ditabalkan sebagai
nama rumah sakit besar di Bandung. Lalu bagaimana sejarah Dr Hasan Sadikin?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan
gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya
sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi,
sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti
surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Dr
Hasan Sadikin: Kini Nama Rumah Sakit
Pada
tahun 1937 Hasan Sadikin lulus ujian kandidat pertama di sekolah tinggi
kedokteran Geneeskundige Hoogeschool di Batavia (lihat De Indische courant, 21-12-1937).
Yang lulus bersama dengan Hasan Sadikin antara lain R Abdoel Hadji, T Roesli,
Soepandi dan Tan Tjin Siok.
Geneeskundige Hoogeschool di Batavia dibukan
tahun 1927. Mahasiswa yang diterima adalah lulusan sekolah menangah AMS 6 tahun
atau HBS 5 tahun. Lama studi dengan tahapan lulus ujian kandidat pertama, lulus
ujian kandidat kedua, lulus ujian doktoral pertama dan lulus ujian doktoral
kedua plus lulus ujian doktoral ketiga, Gelar dokter yang diberikan Arts.
Sementara gelar sekolah kedokteran NIAS di Soerabaja dengan gelar Indisch Arts.
Sedangkan sebelumnya di STOVIA gelar yang diberikan adalah Inlandsch Arts.
Gelar Arts setara dengan di Eropa/Belanda. Hasa Sadikin diduga lulusan
Cultuurschool di Soekaboemi. Yang diterima di sekolah ini adalah lulusan MULO.
Pada 1934 Hasan Sadikin lulus ujian transisi naik dari kelad dua ke kelas tiga
(lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 18-06-1934).
Hasan Sadikin lulus ujian
kandidat kedua pada tahun 1940 (lihat Soerabaijasch handelsblad, 03-06-1940).
Sedangkan yang lulus ujian dokter kedua adalah Jp Koan Tjai dan Lim Soei Giap. Beberapa bulan sebelumnya Abdoel Halim lulus
ujian dokter kedua (lihat Locomotief, 30-01-1940). Tampaknya sebelum pendudukan
Jepang, Hasan Sadikin belum bisa menyelesaikan studinya. Pemerintah Hindia
Belanda menyerak kepada Jepang pada bulan Maret 1942.
Sebagai
perbandingan Abdoel Halim lulus ujian kandidat dua tahun 1934 (lihat Het nieuws
van den dag voor Nederlandsch-Indie, 18-12-1934). Lulus ujian doker pertama (lihat
Bataviaasch nieuwsblad, 12-08-1936). Lulus ujian pertama dokter (lihat
Bataviaasch nieuwsblad, 23-05-1938). Lulus ujian dokter kedua (lihat
Locomotief, 30-01-1940)
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Sejarah Rumah Sakit Bandoeng:
Dr Hasan Sadikin
Pada
tahun 1951 Hasan Sadikin tinggal di Bandoeng (lihat Algemeen Indisch dagblad :
de Preangerbode, 20-04-1951). Disebutkan di dalam iklan buka layanan Minggu,
dokter umum Hasan Sadikin jalan Dago No 76 Telp 378.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


