*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Di dalam laman Wikipedia ada entri
nama Abdul Rasyd, seorang perwira tinggi milite lahir tahun 1963. Itu satu hal.
Hal yang lai bahwa nama Abdoel Rasjid tentulah banyak. Namun ada satu nama
Abdoel Rasjid sebagai pelaku sejarah Indonesia, nama lengkapnya Abdoel Rasjid
Siregar. Abdoel Rasjid yang satu ini pada era Hindia Belanda. Abdoel Rasjid
adalah dokter lulusan STOVIA, pendiri Batakschbond (pemekaran dari
Sumatranenbond). Dr Abdoel Rasjid menjadi anggota Volksraad pada tiga periode
terakhir (sebelum pendudukan Jepang).
ada entri nama di laman Wikipedia.
Mengapa? Boleh jadi karena sejarahnya belum pernah ditulis. Apakah data
sejarahnya tidak ada? Data sejarah Dr Abdoel Rasjid sangat melimpah di dalam
surat kabar, majalah dan buku-buku pada era Hindia Belanda. Seperti disebut di
atas Dr Abdoel Rasjid menjadi anggota Volksraad tiga periode berturut-turut
dari dapil Residentie Tapanoeli. Anggota Volksraad yang dapat dikatakan terlama
selama empat periode berturut-turut adalah Mangaradja Soangkoepon dari dapil
Residentie/Province Oost Sumatra. Dari empat anggota Volksraad yang berasal
dari dapil-dapil di Sumatra, dua orang berasal dari keluarga yang sama. Dr
Abdoel Rasjid Siregar adalah adik dari Abdoel Firman Siregar gelar Mangaradja
Soangkoepon. Ayah mereka adalah seorang guru lulusan Kweekschool Padang
Sidempoean (1892). Cucu dari guru ini cukup hebat-hebat yang sangat dikenal
pada era perang kemerdekaan seperti Dr Diapari Siregar (Menteri NIT), Majoor
Jenderal Dr Gindo Siregar (Gubernur Militer Sumatra) dan Ir MO Parlindoengan
(direktur PINDAD pertama).
Lantas
bagaimana sejarah Dr Abdoel Rasjid Siregar? Seperti disebut di atas, nama Dr Abdoel
Rasjid Siregar kurang terinformasikan pada masa ini. Yang terinformasikan
adalah Mayor Jenderal TNI Abdul Rasyd kelahiran tahun 1963 di atas. Yang jelas
Dr Abdoel Rasjid Siregar pendiri Batakschebond memiliki sejarah yang panjang
lebar. Lalu bagaimana sejarah Dr Abdoel Rasjid Siregar? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia Dr Abdoel
Rasjid Siregar, Pendiri Batakschbond
Organisasi
kebangsaan Batakschbond dengan oraganisasi pemuda Jong Batak harus dibedakan.
Jong Batak baru didirikan pada tahun 1923. Hal ini juga harus dibedakan antara
organisasi kebangsaan Boedi Oetomo yang didirikan oleh Soetomo dkk tahun 1908
dengan organsiasi pemuda Jong Java yang didirikan oleh Satiman dkk tahun 1916.
Organisa kebangsaan Batakschbond didirikan di Batavia tahun 1919 yang diinisasi
oleh Dr Abdoel Rasjid Siregar (yang juga sekaligus ketuanya).
Abdoel Rasjid Siregar lulus sekolah kedokteran
STOVIA tahun 1914. Lalu Dr Abdoel Rasjid dingkat sebagai dokter pemerintah yang
ditempatkan di BGD Batavia (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 10-07-1914). Pada
tahun 1915 Dr Abdoel Rasjid ditempatkan di Medan. Dr Abdoel Rasjid mendirikan
perkumpulan para pejabat pemerintahan yang diberi nama Medan Prijaji dan bertindak
sebagai ketua (lihat De Sumatra post, 18-01-1915). Selanjutnya dari Medan, Dr
Abdoel Rasjid Siregar dipindahkan ke rumah sakit kota CBZ di Batavia. Pada
tahun 1919, dokter di CBZ Batavia Dr Abdoel Rasjid Siregar diangkat sebagai
dosen di STOVIA, (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 13-03-1919).
Tunggu deskripsi lengkapnya
Dr Abdoel Rasjid Siregar: Tiga
Periode di Volksraad
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




