*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Pulau
Kalimantan awalnya adalah satu provinsi. Entah ada atau tidak hubungannya dengan
gejolak politik di Sumatra (PRRI), lalu pada tahun 1957 secara resmi provinsi
Kalimantan dilikuidasi dan kemudian dibentuk empat provinsi sekaligus:
Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Untuk
posisi gubernur di masing-masing provinsi baru tersebut adalah Syarkawi, Adji Pangeran Afloes, Aji Pangeran Tumenggung Pranoto dan
RTA Milono. Dalam hal ini, yang pertama selalu menarik untuk dipahami.
Kalimantan Selatan, 15 Desember 1907-meninggal tidak diketahui adalah mantan
gubernur Kalimantan Selatan yang menjabat tahun 1957-1959. Adji Pangeran Afloes
(6 Februari 1904–1 Oktober 1991) dimakamkan di Pemakaman Umum Jalan Sanjaya –
Kebayoran Baru Jakarta Selatan adalah Gubernur Kalimantan Barat periode
1957-1958. Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (14 Februari 1906–19 Juni 1976
adalah Gubernur Kalimantan Timur yang pertama, yang menjabat dari tahun
1957–1961. RTA Milono (31 Maret 1896-10 Februari 1993 adalah salah satu
gubernur yang pernah memimpin Provinsi Kalimantan Periode tahun 1955-1957 dan
menjadi gubernur pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah yang mulai menjabat dari
1 Januari 1957 sampai 30 Juni 1958. Selain itu dia juga menjabat sebagai
Gubernur Jawa Timur periode 1958–1959. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah gubernur-gebernur pertama di pulau Kalimantan? Seperti disebut di atas, pada
tahun 1957 secara resmi diangkat empat gubernur pertama sehubungan dengan
pembentukan empat provinsi di pulau Kalimantan. Tentu saja sejarah mereka sudah
ada yang menulis. Namun yang pertama selalu menarik untuk diperhatikan. Lalu bagaimana
sejarah gubernur-gebernur pertama di pulau Kalimantan? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan-Pahlawan Indonesia
dan Syarkawi Gubernur Pertama Kalimantan Selatan
Soetan
Koemala Pontas harus mengakhiri tugas-tugasnay di provinsi Kalimanan. Soetan
Koemala Pontas Bupati Tapanoeli Tengah yang pertama (1945-1946) di provinsi
Kalimantan adalah residen pertama Kalimantan Selatan. Selain itu di juga adalah
Koordinator Residen (yang setara dengan Wakil Gubernur). Pada saat Gubenur
Moerdjani mengundurkan diri, Soetan Koemala Pontas yang menjadi pejabat
Gubernur hingga diangkatnya gubernur yang baru, Milono. Soetan Koemala Ponta
kini ditunjuk untuk menjadi Residen di Riau. Sebagai penggantikan di Residentie
Kalimantan Selatan adalah Sjarkawi.
Algemeen Indisch dagblad : de Preangerbode, 06-09-1954:
‘Sjarkawi sebagai Residen Kalimantan Selatan. Hal itu disampaikan Gubernur
Kalimantan Milono dalam perbincangan dengan PI Aneta, bahwa Sjarkawi, Bupati Kabupaten
llulu Sungai Selatan, telah diangkat menjadi residen Kalimantan Selatan,
mengikuti residen Soetan Koemala Pontas yang dipindahkan ke Riouw. Sejauh ini
dia belum menerima keputusan nyata. Sementara itu Residen Kalimanti Timur Datuk
Madju Urang akan ditempatkan di Kementerian Dalam Negeri sampai kedatangan penggantinya
bernama Tumenggung Prawoto’.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Milono Gubernur Provinsi
Kalimantan: Syarkawi, Afloes, Pranoto
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



