Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Filipina (17): Miangas Tempo Dulu, Sengketa Antara Amerika Serikat vs Hindia Belanda; Miangas-Rote, Mindanao-Spratly

Tempo Doelo by Tempo Doelo
22.04.2021
Reading Time: 23 mins read
0
Hidayat Nurwahid Harap Ahok Dipenjara di Lapas
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina
dalam blog ini Klik Disini

Pulau
Miangas begitu dekat dengan pantai selatan pulau Mindanao, tetapi begitu jauh
dari pantai utara pulau Talaud. Ini ibarat pulau Cocos dan pulau Natal begitu
dekat dengan pulau Jawa, tetapi begitu jauh dari pantai barat Australia. Namun
kini pulau Miangas masuk wilayah kabupaten Kepulauan Talaud (Indonesia) dan
pulau Cocos dan pulau Natal masuk wilayah teritori Australia. Dua kasus itu
bermula di masa lalu dan telah diselesaikan pula di masa lalu. Dalam hal ini pulau
Miangas menjadi perselisihan antara Amerika Serikat (Filipina) dan Hindia
Belanda (Indonesia). Lalu yang menarik apa yang menjadi pangkal masalah dan apa
pula yang mengakhiri masalah
?

ADVERTISEMENT

Perselisihan batas yursidiksi wilayah antara
negara pada masa lampau sangat lazim. Hal itu juga banyak terjadi sejak era
Hindia Belanda hingga era Republik Indonesia dengan negara lain. Hal yang
terbaru adalah soal pulau Ligitan dan pulau Sipadan antara Indonesia dengan
Malaysia. Itu sudah diselesaikan. Tempo doeloe, selain pulau Miangas, juga
terjadi pada pulau Rondo di Atjeh antara teritori Hindia Belanda dengan
teritori Inggris di Andaman. Demikian juga dengan pulau Cocos dan pulau Natal
yang secara historis ditemukan oleh Belanda (dan bahkan benua Australia
ditemukan pelaut Belanda). Namun dalam perkembangannya Inggris menklaim
Australia dan juga pulau Cocos dan pulau Natal. Hindia Belanda yang begitu
luas, Pemerintah Hindia Belanda sudah cukup dengan yang ada dan mengabaikan
Australia dan pulau-pulau lainnya di selatan Jawa. Akibatnya Australia menjadi
milik Inggris, demikian juga pulau Cocos dan pulau Natal yang begitu dekat
dengan pantai selatan pulau Jawa. Sisa perselisihan batas yurisdiksi ini masih
ada hingga sekarang soal pulau Spratly yang diklaim China maupun Filipina.
Kasus ini belum selesai.

Lantas bagaimana sejarah sengketa pulau Miangas di dekat pulau Mindanao? Tentu saja topik ini sudah
pernah dibahas, namun sejarah tetaplah sejarah. Yang jelas pulau ini yang
pernah tempo doeloe dipersengkatan antara Amerika Serikat dengan Hindia Belanda
tidak terlalu dipermasalahkan Filipina pada masa ini. Dalam hal inilah muncul
kedekatan antara Indonesia dan Filipina di pulau Miangas. Namun persoalannya
sedikit berbeda dengan kasus pulau Ligitan dan pulau Sipadan (Indonesia vs
Malaysia yang di masa lalu ketika Amerika Serikat, Inggris dan Hindia Belanda
menarik batas-batas yurisdiksi). Lalu apa pentingnya sejarah sengketa pulau
Miangas
? Sebagai sejarah, bagaimana
kisahnya
?
Seperti
kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan
dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pulau Miangas: Klaim Amerika
Serikat Berpangkal  pada Klaim Spanyol

Laut
Cina (selatan) sudah dikenal sejak tempo doeloe (sejak era VOC). Namun kawasan
ini baru mendapat perhatian sejak kehadiran Prancis di Laut Cina bagian barat
di Indochina (Vietnam) pada tahun 1884. Sebelumnya sudah sejak lama pengaruh
Eropa lainnya di kawasan Laut Cina ini. Dengan kehadiran Prancis di kawasan
tradisional Tiongkok (Laut China), jumlah kehadiran Eropa menjadi: Belanda
(Riau dan pantai barat Borneo), Inggris (Semenanjung Malaya, Borneo Utara dan
Hongkong-Kowloon), Spanyol (Filipina), Portugis (Macao) dan Prancis
(Indochina). Sejak kehadiran Prancis di kawasan (laut China) nama pulau Spratly
mulai dikenal.

Pada tahun 1930 muncul berita heboh, Prancis
memperluas koloninya ke tengah perairan (lihat Algemeen Handelsblad,
01-06-1930). Disebutkan pada tanggal 15 April, kapal perang Malieieoise
menguasai sebuah pulau atas nama Prancis, yang terletak 600 mil laut dari
Poeloe Condor, setengah jalan antara Indochina dan Borneo. Pulau itu tidak
dikenal di index pelayaran namun disebut sebagai Storm eiland (dalam atlas
Andrees disebut sebagai Spratly). Pulau tersebut panjangnya 600 m dan lebar 300
m, ada pohon kelapa tumbuh dan ada penduduknya juga, empat orang Cina yang
tidak menentang aneksasi itu. Siapa empat orang Cina di pulau tersebut tidak
diketahui secara jelas. Namun diduga adalah pegawai atau orang yang
dipekerjakan atau orang yang bermukim yang sudah dikenal oleh pelaut Inggris
(pelayaran swasta) yang menghubungkan perdagangan Tiongkok (Hongkong) dan
Singapoera.

Sebelumnya
sudah dikenal pelaut Inggris yakni Spratly. Nama keluarga Spratly mulai dikenal
dengan nama B Spratly pemilik kapal York (lihat Nederlandsch-Indisch
handelsblad, 03-06-1833). Disebutkan kapal York yang dinahodai B Spratly dari
Soerabaja tiba di Nederland via Singapoera dengan membawa berbagai barang
dagangan yang dimiliki tiga (perusahaa) perdagangan. Pada tahun 1844 kapal
Cyrus yang dinahodai Spratly dari Kema (Manado) via Batavia berangkat ke London
(lihat Javasche courant, 20-04-1844). Keberadaan keluarga Spratly tercatat lagi
pada tahun 1860 (lihat Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor
Nederlandsch-Indie, 31-10-1860). Disebutkan pada tanggal 27 Oktober tiba di
Batavia kapal berbendera Inggris Atalante yang dinahodai R Spratly dari
Singapoer tanggal 14 Oktober dengan agent Busing Schroder en Co.

Dalam hal ini B Spratly dan R Spratly adalah
berkerabat yang diduga sebagai ayah-anak. Saudara R Spratly adalah Kapitein T
Spratly (Bataviaasch handelsblad, 03-11-1860). Disebutkan kapal Atlantie yang
akan dinahodai Kapitein T Spratly akan berangkat ke London medio November,
hubungi agent Busing, Schroder & Co. Keluarga Spratly inilah diduga yang
menjadi asal-usul pulau di Laut Cina (Chineese Zee) disebut pulau Spratly. Nama
pulau disebut Spratly paling tidak sudah diberitakan pada tahun 1927 (lihat
Nieuwe Rotterdamsche Courant, 04-07-1927). Disebutkan di Saigon pada tanggal 2
Juli kapal Prancis  St Francois Xavier di
dekat pulau Spratly (Spratly eiland) paa koordinat  9 N en 112 O terdampar. Dalam hal ini berita
surat kabar di Rotterdamn (Belenda) memberitakan satu kapal Prancis di Laut
Cina terdampar (karena rusak dihantam badai) di suatu pulau yang disebut nama
Inggris. Kapal yang terdampar itu disebutkan surat kabar di Belanda telah
ditinggalkan oleh pemiliknya di pualau tersebut (lihat De Maasbode,
05-07-1927).

Terdamparnya
kapal Prancis di pulau Spratly diduga menjadi sebab Prancis memperluas wilayah
koloni di perairan Laut Cina. Pada saat itu Prancis sudah sejak lama berada di
daratan di Indochina (Vietnam yang sekarang). Berita ini telah menjadi viral
koran-koran yang terbit di Belanda. Mengapa? Apakah Inggris, Spanyol dan
Belanda memiliki kepentingan dalam pulau ini? Lantas apakah pulau Spratly akan
menjadi sengketa
? Yang jelas belum lama masalah sengketa pulau
Miangas diputuskan oleh pengadilan internasional yang dimenangkan oleh Hindia
Belanda (Indonesia) dari tuntutan Amerika Serikat (Filipina).

Apa yang membuat Amerika Serikat ngotot untuk
mempertahankan pulau Miangas karena peta yang diserahkan oleh Spanyol kepada
Amerika Serikat dalam perundingan di Paris tahun 1989 termasuk di dalamnya
pulau Miangas.Hal itulah yang menjadi sebab Amerika Serikat mengibarkan bendera
di pulau itu yang langsung ditanggapi pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun
1906 militer Amerika Serikat mengkonfirmasi kepada Madrid (Spanyol) tentang
soal status pulau itu, tetapi tidak ada respon dari Madrid. Kasusnya kemudian
dibawa ke pengadilan arbitrase. Fakto apa yang memenangkan Hindia Belanda
adalah keterangan ahli seorang ahli bahasa di Poso tahun 1910 yang menyatakan
bahwa bahasa penduduk sebanyak 500 jiwa di pulau Miangas adalah bahasa yang
digunakan di pulau Talaud. Faktor kedua yang memperkuat adalah bahwa Radja
Taboekan (Sangihe) menjadi saksi bahwa pedagang-pedagangnyalah yang
berinteraksi dengan penduduk yang bermukim di pulau Miangas. Dengan keputusan
arbitrase itu lambat laun Amerika Serikat tidak mempermasalahkannya lagi. Pada
tahun 1911 diberitakan militer Hindia Belanda akan segera mengambilalih pulau
Miangas (lihat
De Tijd: godsdienstig-staatkundig dagblad, 27-04-1911).
Sementara disebutkan dari Washington dikomunikasikan oleh Reuter: Pemerintah
Amerika Serikat tidak menerima laporan tentang pulau Palmas, tetapi dicatat
dari sisi resmi bahwa selain dari pertanyaan sentimen, tidak ada bedanya
bendera apa yang berkibar disana. Dalam perkembangannya diketahui bahwa Amerika
Serikat telah menghapus pulau Miangas dari peta mereka. Tampaknya perlu waktu
lima tahun sejak 1906 sengketa pulau Miangas dapat diselesaikan.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pulau Spratly: Klaim China vs
Klaim Filipina

Pulau
Spratly dan pulau Natuna memiliki karakteristik yang sama, sama-sama jauh di
lautan di Laut China. Yang membedakan adalah bahwa pulau Natuna sudah sejak
lama diklaim oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai miliknya yang berada di
bawah yurisdiksi Kerajaan Riaou di pulau Bintan. Penduduk pulau Natuna
berbahasa Melayu dan sudah sejak lama berinteraksi dengan pedagang-pedagang
Kerajaan Riaou dan Kerajaan Pontionak. Meski pulau ini jauh di lautan (Laut
China) penduduknya intens berdagang ke Pontionak atau Sambas. Hal itulah yang
menyebabkan tidak ada permasalahan tentang pulau Natuna antara Hiindia Belanda,
Inggris, Spanyol dan Prancis. Berbeda dengan pulau Spratly yang jarang
dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Manila (karena memang tidak ada produksi
dan hanya kerap disinggahi oleh para nelayan). Namun yang pasti bahwa setelah
era (keluarga) Spratly, militer Prancis yang pernah berada di pulau Spratly.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (28)

KISAH PEMUDA MINTA IZIN BERZINA KEPADA RASULULLAH

Iklan

Recommended Stories

PERKARA BESAR DAN KECIL SEMUANYA MINTALAH KEPADA ALLAH

22.04.2021

Save Our Heritage “Sebuah Tugas Mata Kuliah”

16.04.2012
Gimana kabare

Eksplorasi Aruna dan Lidahnya, Restoran Padang Merdeka

11.10.2018

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?