*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina
dalam blog ini Klik Disini
Satu
sejarah penting tentang masa lampau adalah sejarah hubungan antar berbagai
tempat di Hindia Timur. Terbentuknya batas-batas yurisdiksi sejak kehadiran
orang Eropa menyebabkan wilayah Hindia Timur terpisah-pisah (yang menjadi cikal
bakal negara-negara masa kini di Asia Tenggara). Satu sejarah yang penting
adalah hubungan antara Filipina-Spanyol dan Indonesia-Belanda. Namun dalam hal
ini hanya dibatasi hubungan ibu kota Indonesi-Belanda di Batavia (kini Jakarta)
dengan berbagai tempat di Filipina.

Portugis-Spanyol belumlah begitu jelas (masih sangat cair). Batas-batas
yurisdiksi mulai mengerucut sejak kebijakan VOC berubah pada tahun 1665 dari
kontak perdagangan yang longgar di (kota-kota) pantai menjadikan penduduk asli
(pribumi) sebagai subjek. Ini setelah terusirnya Portugis dari Hindia Timur. VOC
Belanda berhasil mengusir Portugis dari Malaka tahun 1642 dan kemudian dari
Cambodia tahun 1643 (saat mana Abel Tasman menyelidiki Australia). Portugis
lalu hanya tersisa di Makao dan pulau Timor bagian timur (kini Timor Leste).
Kebijakan baru VOC Belanda ini juga seiring dengan terusirnya Spanyol dari
Ternate (dan Manado) yang hanya terkonsentrasi di wilayah Filipina (yang
sekarang). Sejak 1665 batas-batas yurisdiksi Belanda (VOC) di Hindia Timur
(kini Indonesia) semakin jelas dengan Spanyol (kini Filipina) dan Portugis
(kini Timor Leste). Invasi Inggris dari India (yang berpusat di Calcutta) ke
pantai Sumatra pada tahun 1779 (mengkooptasi Bengkoelen) menjadi distorsi batas
antara Belanda dengan Spanyol. Sejak Bengkoelen dan Australia (1777), pengaruh
Inggris semakin meluas ke Semenanjung dan Borneo (utara). Sejak 1824 (Traktat
London 1824) batas-batas yurisdiksi antara Belanda khususnya dengan Inggris
semakin jelas (tukar guling Bengkoelen dan Malaka). Batas-batas yurisdiksi ini
juga semakin diperjelas antara Belanda dan Inggris dengan Spanyol di Filipina
dan antara Belanda dengan Portugis (di Timor) dan Inggris (Australia).
Lantas
bagaimana sejarah hubungan internasional antara berbagai tempat di Filipina
dengan Indonesia (baca: Hindia Timur atau Hindia Belanda) Belanda di Batavia? Tentu saja topik ini belum pernah ditulis. Namun
sejarah tetaplah sejarah apapun aspeknya yang dalam hal ini dapat dikatakan
aspek hubungan internasional. Apa pentingnya sejarah hubungan internasional masa
lampau. Jelas bahwa hubungan internasional antara Indonesia dan Filipina masa
kini berawal dari masa lalu. Lalu bagaimana sejarah hubungan Batvia dengan tepat-tempat
di Filipina? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Batavia Sejak Era VOC: Manila
dan Kota-Kota Lain di Filipina (Spanyol)
Posisi
VOC Belanda di Ternate semakin menguat. Sementara properti Spanyol dalam
benteng masih ada di pulau Tidore. Besar dugaan bahwa telah terjadi semacam
perjanjian antara VOC dengan Spanyol untuk membebaskan wilayah kekuasaan
kesultanan Ternate (yang berada di pihak Belanda). Wilayah Ternate termasuk
Manado dan sebagian wilayah pulau Mindanao. Hal itulah sejak 1659 orang-orang
Spanyol di wilayah (kesultanan) Ternate berangsur-angsur keluar wilayah (ke
wilayah Filipina-Spanyol). Pada tahun 1661 pedagang-pedagang VOC sudah
beraktivitas di (pulau) Manado (lihat Daghregister, 15 Februari 1661).
Volume perdagangan cangkang penyu
(schildpadbhoorn) dari pedagang-pedagang
VOC di Manado hanya kecil, tetapi pedagang-pedagang VOC banyak bermasalah
dengan (pedagang-pedagang) Spanyol. Pada era Gubernur Jenderal G. Maetsuycker
(1653-78) mengambil langkah mengusir Spanyol dari (pulau) Manado. Pemerintah
VOC kemudian merelokasi dan membangun pos perdagangan di muara sungai Tondano
dan kemudian membangun benteng di dekat pos tersebut pada tahun 1657. Tampaknya
alasan Peerintah VOC ingin mengusir Spanyol dari Manado karena ingin menguasai
sepenuhnya pulau Celebes. Orang-orang Spanyol yang terakhir keluar dari wilayah
Ternate pada bulan Mei 1663. Fase ini mengindikasikan orang Spanyol di Tidore
dan orang Belanda di Manado overlap. Dari situasi dan kondisi ini terkesan
hubungan antara Spanyol dan VOC tidak dalam berselisih pada era transisi ini.
Namun
yang pasti bagaimana hubungan Spanyol dan VOC Belanda baik pada fase transisi
maupun setelah orang-orang Spanyol berada di wilayah yurisdiksi Spanyol (di
Filipina) tidak begitu jelas. Hubungan antara Spanyol dan VOC kembali dicatat
dalam Daghregister 7 Februari 1665 yang mana sebuah misi dari Gubernur Spanyol
di Manila datang menemui Gubernur Jenderal VOC di Batavia.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Hubungan Filipina dan Batavia:
Sejak Era Amerika Serikat (1898)
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





