Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (50): Kamus Sejarah Indonesia, Seberapa Lengkap dan Akurat; Jangan Sampai Ada Terlewatkan

Tempo Doelo by Tempo Doelo
21.04.2021
Reading Time: 19 mins read
0
Sejarah Menjadi Indonesia (50): Kamus Sejarah Indonesia, Seberapa Lengkap dan Akurat; Jangan Sampai Ada Terlewatkan
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog Klik Disini 

Beberapa hari ini heboh soal buku Kamus Sejarah
Indonesia. Apa pasal
? Nama Hasyim Asy’ari, tokoh NU tidak ada dalam konteks
yang proporsional (dalam berbagai laman). Bahkan nama (presiden) Soekarno juga
tidak ada. Padahal bukunya berjudul kamus tentang sejarah Indonesia. Celakanya,
buku ini sudah dicetak dan didistribusikan (sudah bisa dibaca publik). Heboh
ini lalu ditanggapi oleh berbagai pihak termasuk dari kementerian (Pendidikan
dan Kebudayaan). Satu alasan yang disebutkan tidak adanya nama tokoh Hasyim
Asy’ari karena buku itu masih (bersifat) draf. Tapi, anehnya draft yang belum
final sudah dipublikasikan. Kacau!

Sejarah ‘Kamus Sejarah Indonesia’ sebenarnya
sudah beberapa buku ditulis pada era Pemerintah Hindia Belanda dalam berbagai
versi yang dikemas sebagai kamus geografi, kamus sejarah dan sebagainya. Tentu
saja dalam kamus-kamus era Hindia Belanda itu lebih menonjol peran orang-orang
Belanda daripada orang-orang pribumi. Meski demikian, buku-buku itu, meski
minim narasinya, tetapi juga mencatat nama-nama pribumi yang pernah berselisih
atau secara terang-terangan melawan pemerintah VOC maupun Pemerintah Hindia
Belanda. Buku ‘Kamus Sejarah Indonesia’ yang kini dipersoalkan, pada era
Republik Indonesia, baru kali ini ditulis, sebagai buku pertama. Namun seperti
disebut di atas, buku ‘Kamus Sejarah Indonesia’ menjadi heboh.

Lantas bagaimana sejarah ‘Kamus Sejarah Indonesia’ versi
era Pemerintah Hindia Belanda? Nah, seperti disebut di atas, sejarah ‘Kamus
Sejarah Indonesia’ yang menjadi heboh, lalu seperti apa sejarah penulisan buku
atau kamus sejarah pada era Pemerintah Hindia Belanda. Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*

Kamus Sejarah Indonesia: Era Pemerintah
Hindia Belanda dan Era Pemerintah Republik Indonesia

Soal urusan
tulis-menulis tentang topik Indonesia (baca: Hindia Timur dan Hindia Belanda),
orang Portugis termasuk pionir, tetapi dalam perkembangannya penulis-penulis
Inggris sangat menonjol dan banyak jumlahnya. Penulis-penulis Belanda pada era
Pemerintah Hindia Belanda sangat terpesona dan juga galau terhadap sukses para
penulis Inggris. Penulis-penulis Belanda terpesona kepada penulis-penulis
Inggris karena banyak informasi yang dimanfaatkan oleh penulis-penulis Belanda,
rasa galau muncul karena yang menulis Hindia Timur (Hindia Belanda) justru,
yang seharusnya orang Belanda sendiri, malah yang aktif menulisnya adalah
orang-orang Inggris. Namun sebelum muncul penulis-penulis Inggris sudah ada
beberapa penulis Belanda pada era VOC).

Sejak
kehadiran orang Eropa (Portugis dan Spanyol) di Hindia Timur (baca: Indonesia),
penulis-penulis Portugus segera mengambil bagian dalam penulisan sejarahh
Hindia Timur, sebut saja para pionir Tome Pires (1518), Barbosa dan Mendes
Pinto (1537). Sejak wilayah Hindia Timur hampir semua dikuasai VOC (minus pulau
Timor bagian timur, kini Timor Leste) dan setelah VOC menaklukkan Portugis di
Malaka (1642), tidak ada lagi orang Portugis yang menulis Hindia Timur. Namun,
orang Belanda meski belum menulis Hindia Timur, tetapi orang Belanda dengan
sangat sadar menulis apapun yang terjadi di Hindia Timur dalam bentuk catatan
harian (daghregister) di Kasteel Batavia yang dimulai tahun 1659. Seiring
dengan tersenggaranya Daghregister, orang-orang Belanda baru mulai membuka mata
dengan hadirnya sang pionir di Amboina, Georg Eberhard Rumphius tahun 1662.
Perang Gowa antara VOC dan Soeltan Hasanoeddin 1667 juga menjadi perhatian
Rumphius.  Oleh karena Rumphius
bermasalah dengan matanya (menjadi buta) posisinya digantikan oleh penulis muda
Saint Martin (di Batavia). Namun Saint Martin yang juga pasih berbahasa Melayu
ini berumur pendek meninggal muda pada tahun 1694. Untuk meneruskan tugas kedua
pionir tersebut selanjutnya digantikan oleh Cornelis Chastelein (di Depok).

Riwayat Georg
Eberhard Rumphius di Ambon begitu penting bagi orang-orang Belanda dalam
penulisan Hindia Timur pada era VOC. Hal ini karena Georg Eberhard Rumphius adalah
pionir, setelah berakhirnya era Portugis. Setelah meninggal Georg Eberhard
Rumphius (1702) di Ambon muncul penulis brillian bernaa Francis Valentijn, yang
besar dugaan terisnpirasi dari kerja Georg Eberhard Rumphius (mereka masih
sempat hidup tahun-tahun yang sama di Ambonia).

Satu
keutamaan dari Francis Valentijn adalah orang Belanda pertama di era VOC yang
memanfaatkan tulisan-tulisan Portugis di era Portugis, Francis Valentijn juga
adalah orang Belanda pertama yang memanfaatkan data Daghregister di Kasteel
Batavia. Tentu saja Francis Valentijn atas biaya pemerintah VOC banyak
melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Hindia Timur untuk mengumpulkan
data, observasi dan wawancara. Seperti Georg Eberhard Rumphius, Saint Martin
dan Cornelis Chastelein yang berhasil menulis buku tujuh volume, Francis
Valentijn juga menghasilkan buku dua jilid yang diterbitkan pada tahun 1626.
Buku ini dapat dikatakan sangat spektakuler. Saya sendiri banyak mengutip buku
ini dalam berbagai artikel pada blog ini. Namun tidak lama bukunya terbit,
Francis Valentijn dikabarkan meninggal tahun 1727. Catatan: Cornelis Chatelein
meninggal tahun 1714; Daghregister telah disimpan, meski banyak lembar yang
hilang (rusak dan tercecer) namun catatan harian itu menjadi semacam log
terbaik di zaman kuno; Sisa daghregister ini kini disimpan di Perpustakaan ANRI,
lembar-lembar yang sangat kaya tentang data-data tentang Hindia Timur.

Tunggu
deskripsi lengkanya

Buku atau Kamus Sejarah Indonesia Seberapa Lengkap dan
Akurat: Jangan Sampai Ada Terlewatkan

Buku Francois
Valentijn, sudah menjadi kuno, penulis-penulis Belanda tentang Hindia Timur
belum lahir. Sementara penulis-penulis Inggris yang sudah sejak lama
menghasilkan karya di India, pelan tapi pasti meluber ke Hindia Timur. Satu
penulis Inggris yang muncul kali pertama adalah Charles Miller yang menyelidiki
dan menulis tentang Hindia Timur (di Sumatra). Charles Miller bahkan berani
memasuki pedalaman Sumatra di Angkola (kini Tapanuli Selatan) pada tahun 1772. Bersamaan
dengan Charles Miller ini pemerintah kerajaan Inggris mengirim James Cook yang
tidak hanya mengulas tentang laut selatan (Australia dan Pasifik) tetapi juga
Hindia Timur. Buku James Cook diterbitkan dan beredar di Eropa pada tahun 1777.
Lalu kemudian muncul penulis yang sangat pasih berbahasa Melayu, William
Marsden, yang melakukan penyilidikan di Sumatra dengan bukunya yang terkenal
The History of Sumatra yang edisi pertama terbit tahun 1781. Buku ini sangat
detail.

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Sejak
kehadiran pelaut-pelaut Belanda di Hindia Timur tahun 1596 di bawah pimpinan
Cornelis de Houtman, sudah ada tulisan-tulisan kecil yang muncul, yang merupakan
laporan perjalanan para admiral (pelaut-pelaut), bahkan laporan itu sudah ada
sejak Cornelis de Houtman yang sudah dibukukan dan dijualbelikan di Eropa
(Belanda). Ini adalah sumber sejarah Hindia Timur yang penting. Namun buku yang
bersifat analitis baru muncul pada era Francois Valentijn.

Bersamaan dengan
buku-buku tentang Hindia Timur yang ditulis oleh orang-orang Inggris, muncul
gagasan sejumlah pegiat ilmu pengetahuan di Batavia untuk mendirikan lembaga
ilmu pengetahuan tahun 1778. Lembaga ini disebut Bataviaasch Genootschap van
Kunsten en Wetenschappen yang diinisiasi oleh Radermacher yang kali pertama
menerbitkan publikasi pada tahun 1779 (Deel I tentang seputar Batavia, hingga
Soekaboemi).

ADVERTISEMENT

Tulisan-tulisan
Belanda berikutnya yang dipublikasikan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en
Wetenschappen yang menggambarkan Hindia Timur ditulis oleh Radermacher dengan
terbitnya jilid kedua dan ketiga. Buku jilid kempat berjudul Korte beschrijving
van Celebes, Floris, Sumbawa, Lombok en Balie (Deel IV, 1782). Namun jika
melihat isinya masih jauh dari isi (kedalaman) buku-buku yang ditulis oleh
penulis-penulis Inggris.

Penulis-penulis
Inggris tentang Indonesia tidak pernah putus. Tulisan-tilisan mereka tentang
Indonesia (baca; Hindia Timur) kualitas isinya terus meningkat. Bahkan
setingkat pimpinan orang-orang Inggris menulis. Ketika Thomas Stamford Raffles
diangkat pimpinan tertinggi di Indonesia sebagai Letnan Gubernur Jenderal
(1811-1816) masih menghasilkan karya, suatu karya besar dengan judul The
History of Java (ini mengingatkan kepada William Marsden yang menulis The
History of Sumatra. Indonesia yang sudah dikembali ke pihak Belanda (1816), orang-orang
Inggris masih tekun menulis tentang Indonesia, sebut saja misalnya John
Anderson (1823). Kelak, penulis-penulis Inggris tentang Indonesia ditutupoleh Alfred
Russel Wallace (yang kemudian baru menyusul penulis-penulis hebat Belanda
tentang Indonesia).

Tunggu
deskripsi lengkanya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Polisi Imbau Warga Bandung Tak Lakukan Takbiran Keliling, Netizen: Kalo Bakar Lilin Boleh?

Sejarah Menjadi Indonesia (51): Rupa Bumi Berubah; Memorylapse Peta Zaman Kuno hingga Timelapse Google Earth Zaman Now

Panglima Gatot Nurmantyo: Santri itu Cikal Bakal TNI

Sejarah Filipina (15): Relasi Internasional Filipina Spanyol dan Batavia Belanda; Sejak Era VOC hingga Era Hindia Belanda (1942)

Iklan

Recommended Stories

Lakukan Perjalanan “Kecil” untuk Menghindari Bermaksiat Saat Sendirian di Kamar

Fatawa Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari

04.08.2015

Al Amtsal (3)

30.11.2019

Potret Sentot Prawirodirjo dari sekitar tahun 1840-1850

18.06.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?