Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Filipina (7): Sejarah Pulau Panay di Filipina; Nama Panai di Sungai Barumun Sumatra (Tapanuli) dan Pulau Ceylon, India

Tempo Doelo by Tempo Doelo
17.04.2021
Reading Time: 20 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina
dalam blog ini Klik Disini
 

Pulau
Panay adalah salah satu pulau besar (berbentuk segi tiga) di wilayah bagian
tengah Filipina (bagian barat Visayas). Pulau Panay ini juga disebut (provinsi)
Catanduanes.
Catanduanes). Tempo doeloe nama Panay juga
diasosiasikan dengan nama Poni (kini Brunai). Disebutkan tempo doeloe nama
pulau adalah Simsiman penduduk asli berada di tepi sungai Ulian. Dalam suatu
tulisan Spanyol (1907) yang berdasarkan pengetahuan lisan penduduk berjudul Maragtas
disebutkan kedatuan Madja didirikan setelah sepuluh datu meninggalkan Borneo dan
mendarat di Pulau Panay.

ADVERTISEMENT
Pulau Panay adalah pulau terbesar keenam di
Filipina. Panjang pulau kira-kira 100 mil. Secara administratif, pulau ini
terbagi menjadi empat provinsi, yaitu Aklan, Antique, Capiz, dan Iloilo yang
kesemuanya termasuk dalam Western Visayas Region. Lokasi pulau adalah di
sebelah tenggara pulau Mindoro dan di sebelah barat laut Negros yang dipisahkan
oleh Selat Guimaras. Antara Negros dan pulau Panay terdapat provinsi-pulau
Guimaras. Di sebelah utara Panay adalah Laut Sibuyan dan kepulauan Romblon; di
sebelah barat daya adalah Laut Sulu dan Teluk Panay. Sungai terpanjang di pulai
ini adalah Pulau Panay dan bagian tetinggi dari pulau ini adalah gunung Madja
(1.117 meter). Kota terbesar di pulau ini adalah Iloilo.

Lantas
bagaimana sejarah Pulau Panay
? Satu yang penting ketika orang Spanyol semasa
Miguel López de Legazpi memindahkan koloni mereka dari Cebu ke Panay pada tahun
1569 setelah orang-orang Portugis menyerang Zebu. Orang-orang Spanyol kemudian
dari koloni di Panay menyerang Luzon (di Manila) dan mendudukinya pada tanggal 8
Mei 1570. Lalu bagaimana sejarah pulau Panay
? Nama Panay juga ditemukan di Tapanuli, Sumatra
Utara dan dan nama Panay juga ditemukan di pulau Ceylon. Bagaimana bisa
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Panay: Penaklukkan Manila
1570

Kesuburan
lahan adalah syarat perlu  munculnya
komunitas baru (kampong). Syarat cukupnya adalah adanya sungai yang mengalir
(sumber air dan navigasi). Pulau Panay di Filipina tempo doeloe adalah salah
satu dari tiga pulau tersubur dan padat penduduknya (lainnya adalah pulau
Mangindanao dan pulau Luzon). Di tiga pulau inilah arus pendatang regional
bermukim dan di tiga pulau ini selanjutnya pendatang asing dari Eropa
(Portugis, Spanyol dan Belanda) mengunjunginya untuk berdagang.

Orang-orang Eropa mencari dan menemukan Hindia
Timur awalnya bukan untuk bermukim tetapi untuk berdagang (menukar produk
industri dengan komoditi lokal). Yang datang untuk bermukim adalah penduduk
yang berasal dari region baik untuk tujuan perdagangan, memperluas wilayah,
bertani dan sebagainya. Adanya penduduk yang banyak dan produk lokal (hasil
laut, hutan dan hasil pertanian) yang surplus menjadi cikal bakal perdagangan
dengan kehadiran orang-orang Eropa. Berkoloni dan menyebarkan budaya dan
termasuk agama adalah yang muncul kemudian. Dengan demikian jauh sebelum
kehadiran orang-orang Eropa di Filipina sudah lebih dahulu kedatangan pendatang
dari dekat (regional) yang telah membentuk komunitas, simpul-simpul perdagangan
yang boleh jadi muncul ekses baru konflik antara komunitas penduduk baik di
dalam pulau maupun antar pulau. Penduduk di pulau-pulau di Filipina sudah
terhubung dengan penduduk dan kota-kota di wilayah regional (Hindia Timur atau
Asia Tenggara).

Sebelum
orang-orang Spanyol membentuk koloni di (teluk) Manila pada tahun 1570,
pelaut-pelaut Spanyol sudah sejak lama membentuk koloni dengan mendirikan
benteng di pantai tiur pulau Zebu (Fort San Miguel) dan kemudian memperluas
koloni ke pulau Panay. Dari pulau Panay kelak (1570) menaklukkan Manila.

Tempat ini sendiri  adalah suatu tempat di Filipina yang pertama
kali dikunjungi pelaut-pelaut Spanyol yang menemukan Filipina pada tahun 1521
di bawah pimpinan Ferdinand Magellan (dari arah Pasifik).

Koloni
(pemukiman) Spanyol di pulau Panay adalah pemukiman (koloni) Spanyol kedua di
Filipina. Dari Fort San Miguel pulau Zebu, suatu ekspedisi yang dipimpin oleh Miguel
Lopez de Legazpi dan menyerang dan menduduki (kampong) Capiz di muara sungai
Panay (bagian utara pulau Panay). Oleh karena Panay lebih subur dan Capiz lebih
sehat, pusat Spanyol kemudian direlokasi ke Panay di Capiz.

Nun jauh di sana di
pulau Sumatra, suatu ekspedisi Portugis ke Tanah Batak dilakukan oleh Mendes
Pinto pada tahun 1537 dari Malacca ke Panaju, ibukota Aroe Batak Kingdom yang
telah dibukukannya. Menurut beberapa penulis dimana kota Panaju yang dikunjungi
Mendes Pinto di Aroe Batak Kingdom adalah di hulu sungai Baroemoen di sekitar
Padang Lawas  (situs candi Hindoe Boedha)
yang sekarang (60 Km dari Padang Sidempoean). Mendes Pinto menyebut kota Panaju
itu berarti kampong Pane di sungai Batang Panai/Pane yang sekarang. yang dapat
dilayari dari pantai melalui sungai Baroemoen selama lima hari ke pedalaman,
suatu daerah yang menghasilkan daging (kini masih terkenal sebagai daerah
peternakan), menghasilkan benzoin, kamper, rotan, madu, gaharu, dan beras.
Kerajaan ini disebut Pinto memiliki pasukan dengan kekuatan 15.000 tentara,
yang mana sebanyak 8.000 orang Batak dan selebihnya adalah orang-orang yang
didatangkan dari Menangkabau, Luzon, Indragiri, Jambi dan Borneo. Pasukan Aroe
ini juga memiliki 40 gajah dan 12 meriam. Pasukan cadangan ada di dataran
tinggi yang disebut Minacalao (Minangkabau?). Selama Pinto berada di Panaju
ditemani dan dipandu oleh seorang Moor, dan Pinto sempat melihat ada sebanyak
63 kapal yang tengah bersandar di bandar Panecao. Masih menurut Mendes Pinto,
duta besr Aroe Batak Kingdom pernah ke Malacca bernama Aquareng Daholay (Abdul
Karim Daulay?). Seperti telah disebut di atas, pada masa ini di wilayah Padang
Lawas ini masih ditemukan situs-situs candi kuno peninggalan kerajaan
Hindu/Budha di era Cola Kingdom (asal nama Angkola?) yang sebelumnya
menaklukkan Sriwijaya pada abad ke-11.
                                                

Ada
beberapa nama yang dicatat Mendes Pinto tentang keberadaan Kerajan Aroe Batak
Kingdon di hulu sungai Baroemoen yaitu ibu kota kerajaan Aroe (Panaju), pelabuhan
kerajaan Aroe (Panecao). Terminologi ‘aroe’ pada nama sungai B-aroe-moen dan
nama kerajaan Aroe diartikan sebagai sungai atau air (dari bahasa Ceylon,
India). Kerajaan Aroe ini adalah suksesi Kerajaan Aroe di era Chola (setelah
menaklukkan Sriwijaya). Di daerah aliran sungai Baroemoen ini kini terdapat
situs kuno, candi-candi tua (Candi Padang Lawas) yang dibangun sejaman pada
abad ke-11 (era Chola). Hal yang penting lainnya dicatat Mendes Pinto bahwa
kekuatan pasukan kerajaan Aroe juga didukung oleh tantara yang didatangkan dari
Borneo dan Luzon.

Tentu saja yang dimaksud Mendes Pinto Luzon adalah
pulau besar di Filipina yang sekarang yang tempo doeloe berpusat di teluk
Manila. Manila sudah sejak lama terhubung dengan Boernai. Sebagaimana diketahui
sekarang, penduduk asli teluk Manila adalah etnik Aeta di provinsi Bataan.
Penduduk asli Aeta ini mirip dalam berbagai aspek dengan penduduk asli pulau
Panay yakni Orang Hiligaynon dan pulau Paragoa yakni Batak. Nama pulau Paragoa
kemudian dikenal sebagai pulau Palawan. Nama yang mirip Palawan pada masa ini
ditemukan di Indragiri, Riau (Palalawan).

Satu
yang penting tentang nama Panay (orang Portugis Mendes Pinto) dan nama Capiz (orang
Spanyol Miguel Lopez de Legazpi). Pada era VOC ditemukan catatan Belanda di
Tanah Batak terdapat nama kota Batoe Hapit (suatu wilayah yang banyak
menghasilkan belerang yang sesuai untuk bahan mesiu (peluru). Kota Batoe Hapit (di
Batak Sumatra) dan kota Capiz (di Panay, Filipina) namanya mirip dan juga
menjadi nama-nama kota penting pada era yang sama.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pertumbuhan dan Perkembangan
di Pulau Panay

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album VII: Perkebunan Amplas dan Bandar Baru

Jangan Ambil Ilmu dari Ahli Bid'ah / Hizbiyyun, Akhi !

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?