Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Australia (28): Bali dan Lombok di Mata Orang Australia; Dari Doeloe, Orang Australia Ingin Tinggal di Bali dan Lombok

Tempo Doelo by Tempo Doelo
08.04.2021
Reading Time: 31 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disini
 

Orang
Eropa sejak tempo doeloe bersedia bersusah payah di wilayah tropis yang panas.
Jelas orang Eropa tidak menginginkannya karena mereka tidak bisa sehat di
wilayah khatulistiwa. Namun bukan soal sehat atau tidak yang diperjuangkan
tetapi keuntungan dalam perdagangan seperti di Indonesia untuk meningkatkan
welfare mereka. Namun kini, situasi dan kondisi berubah, ketika orang Eropa
dengan tingkat welfare yang tinggi ingin datang ke wilayah tropis untuk
menghangatkan badan (selalu dingin). Destinasi-destinasi wisata menjadi tujuan
utama seperti Bali dan Lombok. Tentu saja di Australia tidak semua orang kaya,
mereka ingin tinggal di Indonesia terutama di Bali dan Lombok untuk membuka
usaha. Apakah Australia semakin tidak menjanjikan lagi
? Entahlah! Yang jelas mata orang Australia selalu
melihat Bali dan Lombok.

ADVERTISEMENT
Tempo doeloe (pada era Hindia Belanda) tidak
pernah ada niat orang Australia menguasai Bali dan Lombok. Orang Australia juga
tidak berminat di Papua-Belanda. Orang Australia hanya menginginkan Papua-Jerman
(kini Papua Nugini) dan Timor Portugis (kini Timor Leste). Bagaimana dengan Timor-Belanda? Seperti Papua-Belanda, Bali dan Lombok, orang
Australia takut atas nasionalisme Papua Belanda, Timor Belanda, Bali dan Lombok.
Hal itulah mengapa pengaruh Australia terkesan kuat di Papua Nugini dan Timor
Leste. Mengapa demikian
? Hanya itu yang bisa
diraih oleh Australia. Sebaliknya, orang Indonesia (baca: sejak Hindia Belanda)
tidak kehilangan Papua Nugini dan Timor Leste.

Lantas
bagaimana sejarah orang Australia melihat Bali dan Lombok
? Seperti disebut di atas, orang Australia sejak
doeloe tidak menginginkan Bali dan Lombok, tetapi situasi dan kondisinya kini
berubah. Orang Australia ingin tinggal di Bali dan Lombok. Lalu apakah ada
orang Australia yang menginginkan Bali dan Lombok tempo doeloe
? Ada, orang pertamanya adalah JP King. Seperti
kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Bali dan Lombok di Mata Orang
Australia: Sejak JP King

Sejak
James Cook mengunjungi Australia pada tahun 1774, bukunya yang terbit tahun
1879 laris manis di Eropa. Salah satu rekomendasi Cook dalam buku tersebut
adalah pantai (timur) Australia dapat dijadikan sebagai koloni Inggris. Sejak
itulah orang-orang Inggris mulai ada yang merespon ajakan Cook tersebut untuk berdiam
membangun usaha (pertanian). Lalu pelabuhan dimana orang-orang Inggris mendarat
disebut pelabuhan Port Jackson (kelak kawasan sekitar pelabuhan ini disebut
Sydney).

Pada tahun 1787 satu skuadron militer Inggris
dari Madras dipindahkan ke pantai barat Sumatra di Bengkoelen. Gubernur
Jenderal Inggris di Calcutta tentu saja membuat kebijakan drastis itu untuk
menjaga kepentingan orang-orang Inggrsi di pantai barat Sumatra, karena
pedagang-pedagang Inggris di Maluku kalah bersaing dengan pedagang-pedagang
Belanda (VOC). Orang-orang Inggris di Bengkoelen telah mengusahakan pertanian
pala dan cengkeh. Sejak kehadiran skuadron Inggris, pedagang-pedagang VOC mulai
menyingkir dari pantai barat Sumatra. Orang-orang Inggris terpenting di pantai
barat Sumatra adalah William Marsden, Raffles (di Bengkoelen) dan J Brooke (di
Tapanoeli).

Tidak
lama kemudian di Eropa, Prancis menduduki Belanda. Keluarga kerajaan Belanda
melarikan diri ke Inggris. Pada tahun 1795 militer Prancis mengambil alih
Batavia (dan seluruh Jawa). Situasi ini menjadi kesempatan bagi militer Inggris
yang sudah berada di pantai barat Sumatra untuk menguasai lebih luas Sumatra
dan bahkan hingga Borneo, Celebes dan Maluku. Di Maluku, pertahanan VOC cukup
kuat di Ternate. Dengan demikian, Prancis dan Inggris telah membagi habis
Hindia Timur, kecuali Ternate. Namun dalam perkembangannya Hindia Timur
dikembalikan kepada Belanda (1816).

Di bawah kekuatan Napoleon di Prancis, VOC di
Hindia Timur yang semakin melemah lalu dibubarkan pada tahun 1799. Lalu wilayah
yurisdiksi VOC diambilalih dan dibentuk Pemerintah Hindia Belanda (di bawah
pengaruh Napoleon). Semasih pemerintahan ini hanya terbilang efektif di Jawa
pada era Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811). Pada tahun 1811 Inggris yang
terus menguat di Hindia Timur menganeksasi Jawa dan posisi Daendels tamat.
Raffles kemudian dari Penang diangkat menjadi Luitenant Gubernur Jenderal di
Hindia Timur (Gubernur Jenderal Lord Minto di Calcutta). Lala proses politik
yang berlangsung di Eropa, kekuasaan Inggris di Hindia Timur pada tahun 1816 diserahkan
kembali kepada Belanda dan meneruskan Pemerintah Hindia Belanda. Proses
pengalihan ini tentu tidak mudah dan dapat dilakukan segera karena pengaruh
Inggris di Hindia Timur sudah mulai terbentuk terutama di Jawa dan Sumatra.
Pada akhirnya dapat diselesaikan dalam perundingan di London pada tahun 1824.
Salah satu poin penting dari perjanjian yang dibuat (Traktat London 1824)
adalah tukar guling antara Malaka (Belanda) dan Bengkoelen (Inggris). Poin
penting lainnya penarikan batas yurisdiksi Inggris di Borneo (utara) dan Nieuw
Guinea (Papua) minus Timor (Timor Portugis).

Pasca
Traktat London 1824, pantai barat Sumatra mulai ditinggalkan oleh orang-orang
Inggris. Salah satu pengusaha penting di Padang yang harus meninggalkan pantai
barat Sumatra adalah GP King (yang merelokasi usahanya ke Batavia, sebagai
orang
/pengusaha
asing). Bisnis GP King di Batavia (yang masih memiliki koneksi perdagangan di
pantai barat Sumatra) masih eksis hingga tahun 1828 (lihat Javasche courant, 17-04-1828).
GP King kemudian bergser ke pantai selatan Bali (1834).

Sejak tahun 1833 GP King telah mengubah rute
perdagangan bisnisnya Batavia-Pantai Barat Sumatra menjadi Batavia-Pantai Utara
Jawa (lihat Javasche courant, 28-07-1829) dan kemudian bergeser ke pantai timur
Jawa (lihat Javasche courant, 28-02-1833). Setahun kemudian dari Banjoewangi,
GP King membangun basis perdagangan di Koeta (Bali).

GP
King dapat dikatakan adalah orang Inggris pertama di Bali. Sebelumnya orang
Inggris tidak mudah menjinakkan (pulau) Bali ketika Jawa pada tahun 1811 jatuh
ke tangan Inggris. Seperti halnya di Djokjakarta mendapat perlawanan terhadap
Inggris, militer Inggris di Bali juga mendapat perlawanan di Bali. Hal itulah
mengapa tidak ada pedagang-pedagang Inggrsi yang berminat ke Bali hingga
kehadiran GP King pada tahun 1833.

GP King merelokasi bisnisnya dari pantai barat
Sumatra ke Batavia cukup jelas dan beralasan. Namun apa gerangan yang kemudian
GP King merelokasi bisnisnya dari Batavia ke Bali? Tentu saja ada maksudnya. GP
King ingin mendekatkan diri kepada orang-orang Inggris yang sudah mulai semakin
banyak di Australia. Sebagaimana diketahui sejak Sydney menjadi kota besar
(didirikan tahun 1788), kota-kota baru Inggrsi bermunculan di Australia seperti
Brisbane (1824), Perth (1829), Melbourne (1832) dan Adelaide (1836). Tentu saja
kota-kota koloni Inggris sudah pula tumbuh dan berkembang di Semenanjung Malaya
(Penang, Malaka dan Singapoera). Dalam konteks geopolitik inilah GP King diduga
kuat memilih Bali (karena jalur lalu lintas perdagangan Inggris antara
Australia (Sydney) dan Semenanjung (Siengapoera) melalui selat Lombok (laut
yang memisahkan antara pulau Bali dan pulau Lombok). GP King tampaknya memilih
Bali karena ingin menguasai perdagangan di jalur sutra baru Inggris ini.

Di
Bali, tampaknya GP King kurang diterima, boleh jadi karena faktor perselisihan
para pemimpin Bali dengan militer Inggris di era pendudukan Inggris
(1811-1816). GP King kemudian relokasi ke Ampenan (Lombok), kebetulan jalur
navigasi pelayaran di Selat Lombok berada di sisi pulau Lombok karena lebih
aman (perairan dan angin yang tenang) jika dibandingkan sisi pulau Bali (selain
angin juga banyaknya karang).

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

Mengapa Orang Australia Ingin
Tinggal di Bali dan Lombok?

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (21)

Sejarah Australia (29): Australia - Tempat Kawan Apa Lawan? HJ van Mook hingga V Koman; Australia Kini Selamatkan Diri?

Iklan

Recommended Stories

Ustadz Abdul Somad Ungkap MAKNA HARI KEMERDEKAAN 17 Agustus 1945, Banyak Yang Belum Tahu

13.07.2023

Berapa Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

15.08.2011
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AJB Bumiputera 1912 di Bima

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AJB Bumiputera 1912 di Bima

26.03.2023

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?