*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disin
Orang
Eropa awalnya hanya menemukan garis pantai (benua) Australia dan kemudian
wilayah belakang pantai melalui muara-muara sungai. Itu berawal pada awal
kehadiran orang Belanda di Hindia Timur (kini Indonesia) pada tahun 1616.
Sementara di jantung pedalaman benua Australia sudah sejak zaman kuno ada
kehidupan penduduk asli (Aborigin). Satu yang penting situs di pedalaman gurun ini
disebut Uluru atau Ayers Rock (bukit batuan yang memiliki sumber air). Tidak
jauh dari Ayers Rock ini terdapat oase, suatu kawasan yang memiliki sumber
kehidupan (air artesis, springs). Kini menjadi icon wisata pedalaman Australia.

pantai barat Amerika juga terdapat (pegunungan) Rocky Mountains dan titik-titik
springs yang ditemukan sejak era Wild West (era para cowboy). Salah satu di
wilayah rocky Wild West ini disebut gurun mematikan yang disebut L’lano
Estacado (nama sejak era Spanyol). Pegunungan rocky ini harus dilewati para
cowboy dari pantai timur Amerika menuju California di pantai barat yang banyak
mengandung emas. Itulah awal pantai barat Amerika. Salah satu area springs di
California adalah Palm Springs, suatu area destinasi wisata jika kita stay di
Los Angeles atau Santa Monica (teringat, ingin lagi ke sana). Rocky dan springs
tentu saja ada di banyak tempat sepertu guru Sahara Afrika, gurun Gobi Asia,
tetapi rocky dan springs Amerika Barat dan pedalaman Australia terkesan sangat
dipopulerkan dalam sejarah karena peran para penjelajah Eropa.
Lantas
bagaimana sejarah Uluru, Ayers Rock di jantung pedalaman Australia? Sudah barang tentu sudah ada yang menulisnya. Namun
sejarah tetaplah sejarah. Sejauh data baru ditemukan, penulisan narasi sejarah Ayers
Rock tidak pernah berhenti. Lalu bagaimana pula sejarah Aluce Springs tetangga
Uluru? Idem dito. Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Uluru, Ayers Rock
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Alice Springs dan Ayers Rock
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



