*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disini
Apalah
arti sebuah nama? Demikian William Shakespeare (1564-1616)
bertanya. Namun kini tentu pertanyaan itu tidak relevan lagi. Sebab nama
ternyata penting. Bahkan pada masa ini kita perlu mempertanyakan asal usul nama
Australia. Itu satu hal. Pertanyaan yang dapat ditambahkan dalam hal ini adalah
bagaimana asal usul nama Matua dan Maori di Selandia Baru? Nama pulau di antara
Australia dan Selandia Baru yang disebut Pulau Tasman asal usulnya berasal dari
nama pelaut Beanda, Abel Tasman. Singkat kata, nama memang perlu, tidak perlu
diremehkan seperti William Shakespeare.

di Eropa, suatu kerajaan lama (kini di negara Australia). Sedangkan nama Matua
dan Maori di Selandia Baru sama-sama memiliki awalan Ma. Nama-nama geografis
sejak zaman kuno banyak yang berawalan Ma, seperti Madinah, Makkah, Malaya
(Malaka), Macao, Manila, Mangindanao, Manado, Makassar, Maluku, Manawari
(Manokwari), Marauke (Merauke), Maori dan Matua. Nama yang terakhir ini mirip
nama saya. Nama Matua juga ditemukan di dekat danau Maninjau. Nama-nama berawal
Ma juga ditemukan di Afrika seperti Mauritius, Marokko, Mali, Madagaskar. Tentu
saja ada juga nama berawalan Ma di Eropa seperti Malaga, Madrid dan nama laut
sendiri Maditerania (Mediterania). Apakah ada arti awalan Ma dalam nama-nama
geografi?
Lantas
bagaimana sejarah asal usul nama Matua dan Maori di Selandia Baru? Nama Selandia Baru sendiri berasal dari nama kapal
Belanda pada era penemuan Selandia Baru (era Abel Tasman) yakni kapal Zeeland
(nama suatu wilayah di Eropa, Belanda yang sekarang). Lalu kawasan baru di Laut
Selatan ini pelaut-pelaut Belanda menyebut Nieuw Zeeland (tetapi orang Inggris
menyesuaikan dengan bahasanya menjadi New Zealand, tetapi lalai tidak
menulisnya secara sempurna New Zeeland). Lalu bagaimana sejarah asal usul nama
Australia sendiri? Apakah merujuk pada nama Austria? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama New Zealand: Nama Matua
dan Maori
Belakangan
ini muncul tulisan dari orang Selandia Baru (seperti di IDN Times), bahwa
terdapat beberapa kosa kata bahasa Maori (bahasa asli Selandia Baru) mirip dengan
bahasa (asal) Indonesia, Satu kata penting dalam bertanya adalah ‘apa’ (‘what’)
dalam bahasa Maori adalah ‘aha’. Kosa kata ‘aha’ dalam bahasa Batak juga
diartikan ‘apa’. Ini tentu sangat ganjil. Lantas apakah bahasa Maori tentang ‘apa’
mirip bahasa Batak (di Sumatra Utara) adalah suatu kebetulan? Itu jelas bukan
hanya urusan ahli linguistik, tetapi juga para ahli lain seperti ahli geografi.
Bahasa mirip antara bahasa Maori dengan bahasa
(asal) Indonesia selain ‘aha’=’apa’ adalah ‘hua’ (buah), ‘ia’ (dia). ‘ika’
(ikan),’mata’ (mata), ‘rangi’(langit), ‘rima’(lima), ‘rua’ (dua), ‘tangi’
(tangis), ‘taringa’ (telinga). Tentu saja masih banyak jika diperhatikan lebih
lanjut seperti ‘ate’(hati), ‘mate’ (mati), ‘au’ (saya), ‘matua’ (ayah). Dari
semua kosa kata di atas, semuanya ditemukan (mirip) dalam bahasa Batak,
terutama kosa kata yang spesifik (nyaris tidak ditemukan dalam bahasa daerah
lainnya) seperti kosa kata ‘aha’, ‘ia’, ‘tangi’, ‘ate’, ‘mate’. ‘au’ dan ‘matua’.
Kosa-kata dalam bahasa Maori itu tentu saja selain bahasa Batak juga banyak mirip
dengan bahasa Melayu, Kosa kata ‘rua’ (dua) ditemukan dalam bahasa Makassar.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Nama Australia: Nama Austria
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



