Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Papua (33): Area Perbatasan Papua Nugini, MUARA-tami hingga MERA-uke; Keerom, Pegunungan Bintang, Boven Digul

Tempo Doelo by Tempo Doelo
20.03.2021
Reading Time: 26 mins read
0
(Foto) Subhanallah, Artis-artis Ini Ikut Aksi Super Damai 212
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini
 

Nama
(pulau) Papua sudah dikenal sejak era Portugis yang ditandai pada peta sebagai
Papoea atau Nova Guinea. Dua nama tersebut tetap eksis, tetapi nama Nova Guinea
lebih kerap digunakan dalam peta-peta buatan Eropa. Pada era VOC (Belanda) nama
Nova Guinea diterjemahkan pelaut-pelaut Belanda sebagai Nieuw Guinea. Pada
permulaan era Pemerintah Hindia Belanda terjadi perjanjian antara Inggris
dengan Belanda tahun 1823 (Traktat London 1824). Pemerintah Hindia Belanda
memproklamasikan batas yurisdiksinya (bagian barat pulau Papua) pada tahun
1828.

ADVERTISEMENT
Batas tersebutlah yang kemudian ditarik dari
utara ke selatan dengan garis lurus (kecuali di ruas sungai Bensbach) dengan
menggunakan alat untuk membedakan batas pulau bagian Pemerintah Hindia Belanda sebagai
wilayah West-Zuidkust Niew Guenea dan Noord-Oosterkust Niew Guinea. Batas
tersebut yang tetap eksis hingga kini sebagai batas Provinsi Papua (Indonesia)
dan (negara) Papua Nugini. Pada tahun 1845 wilayah Papua bagian barat
dimasukkan ke dalam wilayah Residentie Ternate. Pada tahun 1854 pemasangan
patok untuk perbatasan dilakukan. Lalu pada tahun 1858 Pemerintah Hindia
Belanda membentuk suatu komisi yang bertugas untuk mengidentifikasi dan
memetakan (pulau) Papua bagian barat yang laporannya dipublikasikan pada tahun
1862. Pemetaan ini dimaksudkan untuk persiapan pembentukan cabang pemerintah
Hindia Belanda. Namun itu tidak segera terlaksana, dan baru benar-benar
terwujud cabang pemerintahan dibentuk pada tahun 1898 di afdeeling West-Zuidkust
Niew Guenea dengan ibu kota di Fakfak dan afdeeling Noord-Oosterkust Niew
Guinea. Ibu kota di Manokwari.

Lantas
bagaimana sejarah wilayah Indonesia di perbatasan Papua Nugin
? Seperti disebut di atas, perbatasan ini sudah
ditarik garis lurus sejak era Pementah Hindia Belanda. Pada masa ini batas
garis lurus ini antara distrik Muara T
ami, Kota Jayapura hingga Distrik Sota-Distrik
Naukenjerai di Kabupaten Merauke. Di wilayah pedalaman Papua, garis batas ini
melalui kabupaten Keerom, kabupaten Pegunungan Bintang dan kabupaten Boven
Digul. Lalu bagaimana sejarah wilayah Indonesia di perbatasan Papua Nugin
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Wilayah Perbatasan Papua
Nugini: Dari Muara Tami hingga Merauke

Batas
Papua dengan Papua Nugini berada pada garis lurus dari pantai utara di distrik
Muara Tami (Kota Jayapura). hingga pantai selatan di distrik Naukenjerai
(kabupaten Merauke). Diantara dua distrik ini (kabupaten Merauke dan kabupaten
/Kota
Jayapura) terdapat kabupaten Keerom, kabupaten Pegunungan Bintang dan kabupaten
Boven Digul.

Kabupaten-kabupaten di perbatasan ini
merupakan pemekaran dari tiga kabupaten induk: Kabupaten Jayapura, Kabupaten
Jayawijaya dan Kabupaten Merauku, Kabupaten Keerom adalah pemekaran dari
Kabupaten Jayapura tahun 2002 dengan ibu kota di Waris. Kabupaten Keerom
terdiri dari lima distrik yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini,
yakni Web, Towe, Yaffi, Waris, dan Arso Timur. Kabupaten Pegunungan Bintang
adalah pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2002 dengan ibu kota di
Oksibil. Kabupaten Boven Digoel adalah pemekaran dari kabupaten Merauke pada
tahun 2002 dengan ibu kota di Tanah Merah.

Perbatasan
di wilayah pantai utara di Jayapura (dengan nama Hollandia) dan pantai selatan
di Merauke sudah sejak lama dikenal. Jauh sebelum perbatasan dibuat (1824) di
wilayah pantai selatan sudah dikenal sejak era Portugis. Kawasan Teluk Torres
(antara Papua dan Australia) merupakan kawasan perdagangan orang-orang Moor
yang berbasis di Maluku (Halmahera). Pada era VOC, pedagang-pedagang Belanda
beberapa kali melakukan ekspedisi ke kawasan ini (dalam rangka eksplorasi
wilayah di benua baru yang disebut Nieuw Hollandia dan pulau Tasmania.

Pada era Pemerintah Hindia Blanda muncul suatu
kejadian luar biasa dimana penduduk asli di barat perbatasan menyerang warga
yang berada di wilayah timur perbatasan. Pemerintah Australia (Inggris)
melakukan protes untuk diselidiki dan para pelaku diekstradisi ke Australia (di
Pulau Thursday). Pemerintah Hindia Belanda segera merespon dengan mengirim
suatu ekspedisi tahun 1900. Salah satu hasil ekspedisi ini adalah
merekomendasikan agar di Merauke ditempatkan pejabat pemerintah dengan
memekarkan Afdeeling West en Zuidkust Nieuw Guiena. Lalu pada tahun 1905 ibu
kota wilayah di pantai selatan didirikan di Merauke. Sejak itulah wilayah
perbatasan di pantai selatan di distrik Naukenjerai menjadi terkendali.

Wilayah
perbatasan di pantai utara mulai dipersiapkan cabang pemerintahan di Afdeeeling
Noors en Oostkust Nieuw Guinnea (ibu kota di Manokwari) seperti halnya
sebelumnya pemekaran di Merauke, Cabang pemerintahan yang dipilih di Afdeeeling
Noord en oostkust Nieuw Guinea dipilih di teluk Humboldt. Tempat yang dipilih
adalah lokasi pabrik Belanda di Hollandia (kelak dikenal sebagai Jayapura).
Untuk tujuan ini diawali dengan suatu pengukuran perbatasan antara Duitsche Nieuw
Guinea (Jerman) dengan Afdeeling Noord en Oostkust Nieuw Guinea (Nederlandsche)
yang akan disahkan (lihat Algemeen Handelsblad, 13-12-1910).
Bagian timur perbatasan ini sejak 1884 di bawah yurisdiksi Jerman.

Dalam proses pengukuran perbatasan ini di pedalaman yang dimulai dari
Muara Sungai Tami sudah dibentuk tim ekspedisi masing-masing di pihak
Pemerintah Hindia Belanda dan di pihak Jerman (German Nieuw Guinea). Dua tim
ekspedisi beda bangsa ini saling bekerjasama. Ketua tim ekspedisi Pemerintah
Hindia Belanda dipimpin oleh Kaptein Sachse (yang berdinas di Humboldt Baay)
pada bulan April dan Mei 1910 sebelum kehadiran tim Jerman. Pada bulan Juni Kaptein
Sache dibantu oleh Luitenant laut Luymes dan Luitenant Dalhuisen serta petugas
kesehatan Gjellerup. Tim dari pihak Hindia Belanda ini turut ahli fauna Dr. van
Kampen. Tim ini juga disertai seorang juru foto Eropa, satu orang scouut pribumi,
satu sersan Belanda dan seorang kopral pribumi dan tujuh orang pribumi yang membatu,
dua orang mantri pribumi bertugas untuk koleksi botani dan zoologi, juru bahasa
seorang Ternate, seorang pemandu dan dua kuli Papua. 64 pekerja paksa yang mana
di antaranya 25 orang sebagai pembawa bagasi dan 39 orang pembawa perlengkapan.
Sementara itu dari pihak Jerman diketuai oleh Prof. Schultze, Tim Jerman ini
bekerja terpisah dan mengikuti rute yang dilalui oleh Luymes dan Sasche.
Ekspedisi ini berhenti pada tanggal 12 Juli karena faktor kesulitan di suatu
titik yang disebut Terminus, sejauh ini hasilnya  96 Km sungaui dan jarak dari Muara Tami sudah
menempuh jarak 220 Km. Lalu tim kembali dan pada tanggal 17 tiba kembali di pos
Bergend. Pada tanggal 31 Juli tiba di pantai teluk Hunboldt di Hollandia. Prof
Shultze dari Muara Tami berlayar ke timur. Perjalanan bolak balik ke pedalaman
dari dan ke teluk Huboldt dari tanggal 12 Juni hingga 31 Juli telah menempuh
410 Km.

Dalam
laporan yang dimuat pada Algemeen Handelsblad, 13-12-1910 ekspedisi lain juga
dilakukan dengan menggunakan kapal perang HM Edi pada tanggal 6 Agustus melalui
sungai Kaiserin Agusta (kini sungai Sepik). Namun karena masalah navigasi hanya
berlayar hingga tanggal 12 Agustus. Pada tanggal 22 Agustus diadakan pertemua
antara Hindia Belanda dan Jerman di sekitar kawasan (kapal HM Edi) untuk
menyatukan laporan dari dua ekspedisi tersebut.

Ekspedisi ke pedalaman dari pantai utara ini
menjadi informasi yang penting untuk Pemerinatah Hindia Belanda dan Menteri
Koloni di Belanda sebagai bahan perencanaan pembentukan cabang pemerintahan di
di sekitar teluk Humboldt. Hal serupa ini yang telah dilakukan dalam ekspedisi
Merauke pada tahun 1900 yang dipimpin oleh Asisten Residen Afdeeling West en
Zuidkust van Nieuw Guinea Kroesen di Fakfak dengan dua kapal perang HS Serdang
dan HS Sumatra. Dalam ekspedisi ini Kroesen juga melaku ekspolorasi wilayah
(sejauh tertentu) di sungai Merauke dan sungai Digoel.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Wilayah Perbatasan di
Pedalaman: Keerom, Pegunungan Bintang dan Boven Digul

Kabupaten Boven Digul

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Kabupaten Pegunungan Bintang

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Kabupaten Keerom

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Inilah Pengalaman Mengharukan Peserta Aksi Bela Islam 212 dari Bandung

Sejarah Papua (34): Berakhirnya Kolonial Belanda, Pendudukan Militer Jepang; Detik-Detik Kemerdekaan Indonesia di Papua

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album VI: Kawasan perkebunan Bulu Cina dan Pungai

Iklan

Recommended Stories

AL ‘ALIM SALAH SATU NAMA ALLAH YANG MAHAINDAH

30.09.2016

Resep Sayur Lodeh Istimewa Super Pedas ala My Mom

14.06.2011

Suasana kamp tawanan Cideng menurut sketsa penghuninya, 1945

24.08.2019

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?