*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini
Ada
beberapa nama wilayah (kabupaten) di Indonesia menggunakan nama teluk, nama
kepulauan dan nama tanjung. Nama-nama yang lazim muncul dalam sejarah navigasi
pelayaran tempo doeloe. Di Papua terdapat dua kabupaten yang menggunakan nama
teluk yakni Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupatan Teluk Wondama. Kebetulan dua
kabupaten nama teluk berdekatan (saling membelakangi). Teluk Bintuni menghadap
ke barat, teluk Wondama ke utara. Lantas apa keutamaan sejarah Teluk Wondama?

menjadi nama kabupaten di provinsi Papua Barat. Kabupaten Teluk Wondama sendiri
merupakan pemekaran kabupaten Manokwari tahun 2003. Nama-nama kecamatan di
kabupaten Teluk Wandoma adalah Naikere, Wondiboy, Rasiey, Kuri Wamesa, Wasior, Teluk
Duairi, Roon, Windesi, Nikiwar, Wamesa, Roswar, Rumberpon dan Soug Jaya. Sebagai
kabupaten baru, Kabupaten Teluk Wondama ditetapkan ibu kota di Rasiey.
Sebelumnya Rasiey adalah sebuah distrik di Kabupaten Manokwari.
Lantas
bagaimana sejarah asal-usul Teluk Wondama? Yang jelas teluk Wondama adalah teluk kecil, bagian
dari teluk besar, Teluk Cendrawasih (dulu disebut Geelvink Baay). Lalu apakah
ada hubungan teluk Bintuni dengan teluk Wondama dari perspektif sejarah
(perdagangan, penduduk dan politik)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Nama Teluk Wondama
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Pertumbuhan dan Perkembangan
di Teluk Wondama
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






