*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini
Sejarah
Teluk Bintuni sudah dikenal sejak lama. Namanya berdasarkan nama kampong
Bintuni di suatu teluk besar yang menghadap ke Kepulauan Maluku. Wilayah Teluk
Bintuni di masa lampau ternasuk di bawah yurisdiksi Kesultanan Tidore. Kini,
wilayah Teluk Bintuni menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat.

kabupaten Manokwari seiring dengan pebentukan Provinsi Irian Jaya pada tahun
1969. Pada tahun 1999 Provinsi Irian Jaya dimekarkan dengan membentuk Provinsi
Irian Jaya Barat. Pada tahun 2002 distrik Teluk Bintuni ditingkatkan statusnya
dengan membentuk kabupaten sendiri yang dipisahkan dari Kabupaten Manokwari.
Ibu kota kabupaten di kota Bintuni. Pada tahun 2007 nama provinsi Irian Jaya
Barat diubah menjadi Provinsi Papua Barat.
Bagaimana
sejarah asal usul Teluk Bintuni? Seperti disebut di atas namanya berasal dari suatu
kampong di teluk, kampong Bintuni. Teluk besar ini sudah sejak lama dikenal
sebagai wilayah perdagangan yang berpusat di kota dagang Tidore. Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Kampong Bintuni di Teluk
Besar Papua
Kampong
Bintuni, bukanlah nama kampong lama tetapi kampong baru. Kampong lama adalah
kampong Roembati, tempat dimana Radja Roembati berkedudukan. Di Kampong ini
Sultan Tidore memberi izin kepada Belanda (VOC) pada tahun 1678 untuk membuka
pabrik dan pelabuhan (lihat Francois Valentijn, 1724). Kampong Roembati dapat
dikatakan sebagai nama kampong pertama yang dicatat di (pantai barat) Papoea.
Pada masa ini Roembati hanya sekadar nama kampung di Tanjung Onim di distrik
Furwagi, kabupaten Fakfak.

sekarang diidentifikasi sebagai Gokf van Mac Cluer. Tidak ada nama tempat yang
diidentifikasi di dalam teluk, bahkan nama Roembati yang berada di Tanjung
Onim. Besar dugaan pabrik VOC pada tahun 1678 telah ditutup sejak lama hingga
munculnya pabrik pertama pada era Pemerintah Hindia Belanda di Lobo (fort du
Bus) yang kemudian ditinggalkan pada tahun 1835 sehubungan dengan pembangunan
pabrik baru di Fakfak dan Manokwari.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Dari Distrik Bintuni Menjadi
Kabupaten Teluk Bintuni
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






