*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini
Nama
Manokwari bukanlah nama lama, tetapi nama baru di kepala burung pulau Papua.
Nama yang lebih tua adalah nama Dorei. Pada era Hindia Belanda, nama (kampong(
Dorei dijadikan sebagai nama wilayah (lanskap) dan kemudian di (kampong)
Manokwari ditetapkan sebagai pusat dari cabang pemerintahan (Residentie
Ternate). Nama Ternate selain nama kampong yang menjadi ibu kota (stad) juga
dijadikan nama wilayah (Residentie).

sebagai kota, juga dijadikan nama wilayah (kabupaten), Nama Manokwari pada masa
ini kerap ditulis sebagai sejarah awal pengabaran Injil di Manokwari yang
bermula di Pulau Mansinam. Kabupaten Manokwari seiring dengan pembentukan
provinsi Irian Jaya pada tahun 1969. Pada tahun 1999 Irian Jaya dimekarkan
dengan membentuk Provinsi Irian Jaya Barat dengan ibu kota di Manokwari. Nama
Irian Jaya dan Irian Jaya Barat tahun 2007 diubah menjadi Papua dan Papua
Barat.
Lantas
bagaimana sejarah asal usul Manokwari? Yang jelas pada tanggal 8 November 1898 cabang
pemerintahan Hindia Belanda dibentuk di Manokwari dimana Residen Ternate DW
Horst melantik LA van Oosterzee sebagai Controleer di Afdeling Noord New
Guinea. Tentu saja jauh sebelum itu nama Manokwari sudah dikenal. Lalu apakah
nama Manokwari berasal dari Manuk Kasuari? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Manokwari
Pada
era Pemerintah Hindia Belanda, Manokwari adalah salah satu pelabuhan resmi
(otoritas pemerintah). Pengesahan tersebut berdasarkan Artikel 13 tentang contract
tanggal 22 Oktober 1894 yang dilakukan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan
Sultan Tidore yang ditandatangani di Soasio tanggal 13 Juni 1900 yang
diundangkan berdasarkan besluit 7 Juli 1901 No. 2 yang disebut politiek
contract.

ini sebanyak 24 pelabuhan yang masuk wilayah yurisdiksi Kesultanan Tidore di
Residentie Ternate, yakni: Tidore, Weda, Gasoengi, Maba, Eikor, Gebe (pulau
Gebe), Saonek (pulau Waigeo), Samate (pulau Salawati), St David (Kepulauan
Mapia), Manokwari, Windessi (teluk Cenfrawasih), Roon (teluk Cendrawasih),
Jamna (Pulau Jamna), Toronta, Tabera, Taoebadi, Waigama (pulau Misool), Lilinta
(pulau Misool), Roembati (teluk Berau), Patipi (teluk Berau),, Sekar (teluk
Berau), Fakfak, Namatote (pulau Nammatota) dan Aidoema (pulau di Teluk Triton).
Pelabuhan
Manokwari (dan Fakfak) menjadi sangat penting di Papua karena terdapat
Bestuursetablissement di pantai utara Papua (Fakfak di pantai barat Papua).
Etablissement (pabrik) pertama pemerintah di Papua berada di Lobo (teluk
Triton) yang dibangun pada tahun 1828 (seiring dengan pembangunan benten Fort
du Bus). Etablissement di Fakfak adalah suksesi Etablissement di Lobo dan
Etablissement di Manokwari adalah perluasan ke pantai utara Papua.

Geelvink (kini teluk Cendrawasih) belum ada. Yang sudah ada adalah nama pulau
Mansinam. Di pulau Mansinam ini diidentifikasi suatu pelabuhan Haven van
Dorey.Dorei sendiri adalah nama wilayah (kerajaan) Dorei. Haven van Dorey adalah
pelabuhan dari (orang) Dorei. Dicatat dala peta ini di teluk yang disebut
Geelvivk Baay ditemukan oleh orang-orang Belanda pada tahun 1705. Ini
mengindikasikan bahwa pedagang-pedagang Belanda (VOC) setelah membangun pabrik
di Roembati pada tahun 1678 (kontrak dengan Sultan Tidore). Wilayah Roembati
(Tanjung Onim) dan wilayah Dorei termasuk yurisdiksi Kesultanan Tidore.
Etablissement
Manokwari diduga kuat dibangun Pemerintah Hindia Belanda setelah Etablissement Fakfak.
Etablissement Fakfak sendiri adalah Etablissement Lobo (teluk Triton) ditutup
pada tahun 1835. Pembangunan Etablissement Manokwari diduga kuat dibangun
seiring dengan relokasi pelabuhan Haven van Dorei di pulau Mansinan ke daratan.
Berdasarkan laporan dari komisi persiapan
pembentukan cabang pemerintahan Hindia Belanda yang diterbitkan 1862, kampong-kampong
yang berada di teluk Geevink berada di bawah yurisdiksi Soeltan Tidore dimana
gelar radja (Sangaji) diberikan kepada para kepala suku (gelar kepala yang
lebih rendah disebut Kapten Laut, Kapten, Hoekom, Mayor, Djoedjau, dll). Nama-nama
kampong yang dicatat sebagaimana disebut ‘de namen dier kampongs, welke meest
alle slechts uit enkele huizen bestaan, zijn van Wandamjien. Wandebij. Raasi.
Kabauw. Isoeri. Antaribawa. Ramiki. Kaïbi. Maropi. Wamati. Koeari. Manikessi.
Tjotir. Abopin. Makien. Wainaam. Waisahoe. Manawari. Waskarien. Singki. Waoejo.
Kaij. Waidobo. Risi. Demba, Wafari. Sarabi. Waisiem….’. Nama yang dicatat
sebagai Manawari diduga kuat adalah nama Manokwari yang sekarang. Kapan kampong
Manawari ini terbentuk tidak diketahui secara jelas. Namun dari namanya yang
merujuk pada nama India diduga sudah eksis sebelum era Portugis (era bangsa Moor).
Hal itulah mengapa pula ada nama pulau Moor di teluk Geelvink. Catatan:
Pedagang-pedagang Moor beragama Islam adalah suksesi dari pedagang-pedagang
India (Hindoe), sementara pedagang-pedagang Moor adalah pendahulu (predecessor)
pelaut-pelaut Portugis.
Dalam
lamporan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1862 nama Manokwari hanyalah
sebuah kampong di wilayah teluk Geelvink. Dalam laporan ini tidak disebutkan di
kampong Manokwari apakah sudah ada pabrik pemerintah. Kapan pabrik pemerintah
dibangun seperti disebut di atas (1900) diduga dibangun antara tahun 1868 dan 1894.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Pertumbuhan Kota Manokwari
Tunggu deskripsi
lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





