*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini
Kota
apa yang paling tertua di Papua? Salah satu nominasinya adalah Fakfak. Pada era
Pemerintah Hindia Belanda, beberapa penulis menyebut Fakfak sudah dikunjungi
oleh orang Eropa pada era VOC. Hal ini boleh jadi karena kedekatan geografisnya
dengan Amboina. Okelah itu satu hal. Hal lain yang lebih penting adalah
bagaimana situasi dan kondisi Fakfak pada masa awal penemuannya. Dan, bagaimana
pula situasi dan kondisi Fakfak pada era selanjutnya.

di provinsi Papua Barat. Konon, kabupaten ini terkenal sebagai penghasil pala. Kabupaten
Fakfak dibentuk pada tahun 1969 seiring dengan pembentukan Provinsi Irian
Barat. Fakfak, tidak hanya terbilang sebagai kota tua, pusat pemerintahan
pertama di era Hindia Belanda juga di Fakfak. Oleh karena itu dalam hal
sejarah, Fakfak memiliki keutamaan di wilayah Papua. Sebelum Pemerintah Hindia
Belanda membentuk cabang pemerintahan di wilayah Papua, wilayah Papua sejak era
VOC berada di bawah yurisdiksi Kesultanan Tidore.
Lantas
bagaimana sejarah Fakfak? Seperti disebut di atas Fakfak sudah sejak lama
dikenal. Salah satu pelukis terkenal asal Jerman Hermann von Rosenberg pernah
ke Fakfak. Dalam hubungan ini menarik untuk menarasikan kembali sejarah Fakfak dari
berbagai sumber (teks, peta dan lukisan). Namun yang tetap menjadi pertanyaan
adalah sejak kapan Fakfak dikenal secara luas. Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku
hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Nama Fakfak Seberapa Tua
Apa
yang mendorong keinginan pelukis asal Jerman Hermann von Rosenberg ke Papua dan
juga mengunjungi Fakfak tentu saja atas dasar profesinya sebagai pelukis yang
ingin merekam beberapa situs penting. Disebutkan Hermann von Rosenberg berada
di Fakfak tahun 1860. Petualangan ke Papua khususnya Fakfak yang dilakukan oleh
Rosenberg tidaklah dipandang sekadar perjalanan dan aktivitas seorang pelukis,
tetapi lebih dari itu, lukisan adalah suatu gambaran fakta yang dapat dijadikan
sebagai data sejarah.

1850an, jasa fotografi di Batavia dan Buitenzorg baru muncul pada tahun 1857
yang dikelola seorang pengusaha asal Inggris yang sudah lama di Australia. Kehadiran
Rosenberg di Papua di era transisi era kemahiran melukis dengan era kahdiran
teknologi baru. Yang jelas hasil rekaman fakta alam dan peristiwa berupa
lukisan dapat dianggap setara dengan satu artikel dalam suatu jurnal. Itulah
makna keberadaan Rosenberg di Fakfak yang tidak hanya bekerja untuk diri
sendiri juga bekerja untuk membantu Pemerintah Hindia Belanda.. Hermann von
Rosenberg diketahui pertama kali ketika mendampingi geolog dan botanis Jerman
FW Junghuhn tahun 1840 dalam suatu ekspedisi ilmiah ke Tanah Batak. Hermann von
Rosenberg juga ke Singkil dan pulau-pulau barat Sumatra seperti Mentawai.
Setelah 20 tahun, Hermann von Rosenberg berada di Papoea. Ini mengindikasikan
bahwa Hermann von Rosenberg sudah merekam Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Saat itu memang ada pelukis terkenal pribumi Raden Saleh, namun spesialisasi
mereka berbeda. Raden Saleh cenderung melukis figur orang atau melukis profil
hewan besar seperti kuda dan harimau, Hermann von Rosenberg cenderung memilih
lanskap atau situs-situs penting di suatu wilayah. Dalam hal inilah keutamaan Hermann
von Rosenberg di Sumatra, Jawa dan Papua. Hasil-hasil lukisan Hermann von
Rosenberg menjadi seakan potret hidup (video) bagi Alfred Russel Wallace dalam
kajian-kajianya tentang Indonesia (Hindia Belanda). Alfred Russel Wallace
sebagai ilmuan Zoologi memiliki kemampuan yang melukis spesimen flora dan fauna
seperti pohon, ranting, daun dan buah, hewan-hewan kecil bahkan seukuran kutu.
Pada era itu, kemampuan melukis bagi seorang ilmuwan (apakah dirinya atau
dibantu para pelukis) bagai seorang peneliti masa kini dengan kamera di tangan.
Lukisan: Lanskap Angkola dan sungai Batangtoru (kini Tapanuli Selatan) oleh H. von
Rosenberg 1840.
Begitu
penting kehadiran Hermann von Rosenberg di Papoea, tetapi namanya kurang
terinformasikan dala narasi sejarah Papua. Namun demikian, kehadiran Hermann
von Rosenberg di Papua khususnya di Fakfak mengindikasikan bahwa Fakfak begitu
penting saat itu untuk Pemerintah Hindia Belanda (di Batavia). Seperti
kehadiran Hermann von Rosenberg di Tanah Batak, begitu pula pentingnya arti
kehadiran Hermann von Rosenberg di Fakfak. Sebelumnya gambaran situasi dan
kondisi Papoea hanya sebatas sketsa-sketsa, peta-peta geografis dan keterangan singkat
tentang perjalanan navigasi pelayaran ke wilayah Papoea.
Sketsa dan peta yang menggambarkan geografis
Papoea sudah ada sejak era Portugis. Namun identifikasi dalam peta diduga kuat
hanya sebatas informasi yang didapat dari pedagang-pedagang pribumi di Amboina,
Banda dan Ternate (Tidore). Sejak kehadiran Belanda di Hindia Timur (VOC)
laporan-laporan navigasi pelayaran orang Eropa ke wilayah timur Maluku (Papoea)
semakin intens. Dalam peta-peta navigasi pelayaran ini umumnya nama-nama
geografis yang penting seperti nama pulau, teluk, tanjung dan naa wilayah
(kawasan). Nama-nama tempat dalam artik nama kampong atau nama pelabuhan nyaris
tidak satupun yang teridentifikasi. Identifikasi nama tempat seperti kampong
atau situs penting lainnya baru muncul pada awal era Pemerintah Hindia Belanda.
Kehadiran Hermann von Rosenberg di Papoea khususnya Fakfak melengkapi
keterangan-keterangan geografis yang ada selama ini. Lukisan kota-kota
pelabuhan atau situs lainnya (benteng) sudah sejak era VOC sangat intens tetapi
baru terbatas di wilayah Maluku (antara lain di Amboina, Banda, Ternate,
Tidore, Batjan).
Sejak
reorganisasi Residentie Terrnate (1828) nama-nama penting di Papoea yang
diidentifikasi dan terkait dengan Kesultanan Tidore adalah pulau Misool, pulau
Adi, pulau Namatota, pulau Jobi dan lainnya. Dimana radja Adi berkedudukan di
pulau Adi tidak disebutkan (tidak terindentifikasi). Para penulis geografi
menyebut karena kampong-kampong para radja-radja seperti Radja Adi, empat radja
(Radja Ampat) kerap berpindah-pindah (tidak permanen seperti kampong atau
kota-kota di Maluku). Nama Fakfak boleh jadi dilaporkan kali pertama oleh Hermann
von Rosenberg.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Awal Pembentukan Cabang
Pemerintahan di Papua
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




