Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Museum (3): Renaisans Indonesia Sejak 1846; Taal, Letter, Oudheid, Penning, Natuur, Volkenkunde, Landbouw, Nijverheid

Tempo Doelo by Tempo Doelo
18.01.2021
Reading Time: 17 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Museum dalam blog ini Klik Disini 

Adakah
sejarah renaisans Indonesia
? Masalahnya bukan soal ada atau tidak ada seperti di
Eropa, namun soal siapa yang bersedia menulisnya.
Renaisans tentu saja adalah
kata yang bersifat generik dan dapat digunakan di suatu kawasan. Lantas apakah renaisans
Indonesia hanya latah
? Bukan soal latah atau
tidak, tetapi apakah ada gambaran yang mirip di masa lampau seperti halnya
renaisans di Eropa
? Tentu saja ada tampa
harus kita cari, karena faktanya ada. Jadi, persoalannya adalah siapa yang
bersedia menulisnya.

ADVERTISEMENT
Renaisans (bahasa Prancis: Renaissance) atau
Abad Pembaharuan adalah kurun waktu dalam sejarah Eropa dari abad ke-14 sampai
abad ke-17, yang merupakan zaman peralihan dari Abad Pertengahan ke Zaman
Modern. Pandangan-pandangan tradisional lebih menyoroti aspek-aspek Awal Zaman
Modern dari Renaisans sehingga menganggapnya terputus dari zaman sebelumnya,
tetapi banyak sejarawan masa kini lebih menyoroti aspek-aspek Abad Pertengahan
dari Renaisans sehingga menganggapnya sinambung dengan Abad Pertengahan. Renaisans
adalah sebuah gerakan budaya yang berkembang pada periode kira-kira dari abad
ke-14 sampai abad ke-17, dimulai di Italia pada Akhir Abad Pertengahan dan
kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Gerakan Renaissance tidak terjadi secara
bersamaan di seluruh Eropa, gerakan ini juga tidak terjadi secara serentak
melainkan perlahan-lahan mulai dari abad ke 15. Persebaran itu ditandai dengan
pemakaian kertas dan penemuan barang metal. Kedua hal tersebut mempercepat
penyebaran ide gerakan Renaissance dari abad ke-15 dan seterusnya. Sesudah
mengalami masa kebudayaan tradisional yang sepenuhnya diwarnai oleh ajaran
Kristiani, orang-orang kini mencari orientasi dan inspirasi baru sebagai
alternatif dari kebudayaan Yunani-Romawi sebagai satu-satunya kebudayaan lain
yang mereka kenal dengan baik. Kebudayaan klasik ini dipuja dan dijadikan model
serta dasar bagi seluruh peradaban manusia (Wikipedia).

Okelah
kalau begitu
? Lalu bagaimana sejarah renainsans Indonesia? Tentu saja awal renainsans Indonesia dimulai
pada era Hindia Belanda. Itu bermula ketika para pegiat ilmu pengatahuan dan
seni di Batavia (baca: Jakarta) mulai menyadari bahwa Hindia Belanda berbeda
dengan Belanda. Ibu Pertiwi (Vaderland) tidak lagi dapat dijadikan sebagai
referensi dalam mengambil langkah tindakan. Memang tidak, tentu saja, tidak
disebut dengan nama konsep renainsans, tetapai nyatanya Gubernir Jenderal
setuju dan memulai meotivasi. Bagaimana semua itu bermula
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan
. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Renaisans Indonesia: Era
Hindoe, Islam dan Eropa

Bagaimana
penduduk Indonesia di pulau-pulau seperti Sumatra, Jawa dan Kalimantan di zaman
kuno (permulaan kebudayaan padi dan beras) hanya samar-samar bisa dijelaskan.
Semakin jelas dan mudah dipahami ketika pedagang-pedagang India berdatangan
untuk berniaga dengan terbentuknya koloni-koloni di berbagai tempat (era
Hindoe) yang kemudian disusul pedagang-pedagang dari Arab dan Persia (plus
orang-orang Moor beragama Islam dari Afrika Utara) yang juga membentuk
koloni-koloni di pantai (era Islam) dan terakhir pedagang-pedagang Eropa
(Portugis, Belanda dan lainnya) yang juga membentuk koloni-koloni (tidak hanya
di pantai juga di pedalaman). Semakin mendekat ke masa sekarang semakin mudah
dijelaskan.

Pedagang-pedagang Eropa (khususnya) Belanda
keterlibatan pemimpin (Raja) negara (kerajaan) sangat intens jika dibandingkan
dengan para pendahulu mereka (di era Hindoe dan era Islam). Hal inilah yang mengindikasikan
kedekatan dan hubungan yang intens (keterikatan) antara asal (di Eropa) dengan
tujuan (Hindia Timur). Pembentukan organisasi yang lebih besar dimungkinkan dengan
menamabah elemen militer untuk menyatukan pulau-pulau yang terpisah di dalam
satu wilayah yurisdiksi. Pembentukan kesatuan yang solid ini semakin nyata
setelah berakhirnya VOC (1799) dan dibentuknya Pemeritah Hindia Belanda.

Penjelasan
tentang Indonesia (baca: Hindia Timur) semakin mudah dipahami sejak era VOC
(Belanda) karena ketersediaan data yang lengkap dan akurat. Orang-orang Belanda
tidak hanya rajin mencatat apa yang ada dan apa yang terjadi, juga
catatan-catatan tersebut dalam bentuk peta dan dokumen tersimpan dengan baik
(sehingga bisa baca hingga ini hari). Dalam hal inilah kita pada masa ini
memahami bagaimana awalnya orang-orang Belanda di Hindia Timur merasa menjadi
bagian dari Belanda (Eropa) tetapi dalam perjalanan waktu di era Pemerintah Hindia
Belanda mereka mulai menyadari bahwa Indonesia (baca: Hindia Belanda) terpisah
jauh dari Eropa dan dalam semua hal berbeda dengan di Belanda. Pendekatan cara
berpikir Eropa (Belanda) tidak lagi sepenuhnya tepat diterapkan, tetapi untuk
membangun kemajuan di Hindia Belanda (baca:Indonesia) harus mulai mengedepankan
dengan cara berpikir penduduk asli (Indonesia). Sebagai contoh ptaktis secara
tak sadar orang-orang Belanda sudah terbiasa makan nasi dan semakin hari semakin intens berinteraksi dengan penduduk
asli. Pergeseran cara berpikir inilah yang dalam hal ini dapat disebut
renaisans di Hindia Belanda (baca: Indonesia).

Sebelum renaisans Indonesia, sejak pelayaran
pertama Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman (1595-1597), orang-orang
Belanda datang dengan motif perdagangan yang kemudian dibentuk organisasi yang
mapan sejak 1619 (VOC) yang berpusat di Batavia. Pada tahun 1665 Pemerintah VOC
mengubah kebicakannya dari perdagangan yang longgar di pantai-pantai dengan
kebijakan yang baru dimana penduduk asli (Indonesia) dijadikan sebagai subjek.
Untuk itu dilakukan berbagai ekspedisi ke pedalaman dan membentuk koloni-koloni
baru di pedalaman. Diantara Gubernur Jenderal VOC (1690-1704) ada satu orang yang
lahir di Hindia yaitu Willem van Outhoorn. Lahir di Larike, Leihitu, Amboina, Mei
1635. Willem van Outhoorn semasa menjadi Gubernur di Amboina mendukung upaya
yang dilakukan oleh Georg Eberhard Rumphius dalam penyelidikan botani di
seluruh Hindia yang kemudian dibanti oleh Saint Martin di Batavia. Upaya
penyusunan buku botani tujuh jilid ini tidak selesai karena Rumphius meninggal
tetapi digantikan oleh Sain Martin ketiga Willem van Outhoorn menjadi Gubernur
Jenderal. Usaha ini dilanjutkan oleh Cornelis Chastelein di Depok setelah
meninggalnya Saint Martin. Benih-benih ilmu pengetahuan ini di Hindia Timur
berjalan sangat lambat hingga muncul kesadaran dan inisiatif Radermacher pada
tahun 1782 membentuk lembaga ilmu pengetahuan dan seni di Batavia (Bataviaasch
Genootschap van Kunsten en Wetenschappen). Sejak 1665 kebijakan Pemerintah VOC
tidak berubah. Pemerintah VOC bubar pada tahun 1799, Dalam perkembangannya wilayah
yang menjadi yurisdiksi (pemerintah) VOC kemudian diambil alih kerajaan dengan
membentuk Pemerintah Hindia Belanda yang ditindaklanjuti dengan
pengadministrasian wilayah di seluruh Hindia Timur. Lembaga ilmu pengetahuan
dan seni Batavia yang didirikan tahun 1782 tetap eksis.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Perkembangan Lebih Lanjut:
Hindia Belanda Menjadi Indonesia

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Kerabat kerja pemerintah daerah Keresidenan Surakarta dalam jepretan Charls & Co., 1910

Sejarah Banten (25): Asisten Residen di Lebak Edward Douwes Dekker; Controleur Natal dan Tragedi di Mandailing Angkola

Iklan

Recommended Stories

Resep Cannoli Original Sisilia Menggunakan Bahan Lokal

21.06.2024

Mr. Assaat gelar Datuk Mudo ketika menjadi pimpinan sidang BP-KNIP di Malang, 1947

17.04.2017

Waleed Shaath, Bayi yang Genapi Jumlah Penduduk Gaza Menjadi Dua Juta Jiwa

13.10.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?