Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Aceh (19): Sejarah Lhoknga, Kini Kawasan Wisata Baru; Soetan Mohamad Amin Nasoetion, Gubernur Sumatera Utara

Tempo Doelo by Tempo Doelo
24.12.2020
Reading Time: 52 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Aceh dalam blog ini
Klik Disini
 

Ada
Lhok Seumawe, ada Lhok Soekon. Itu di pantai timur Atjeh. Tentu saja ada nama
Lhok di pantai barat Atjeh. Salah satu nama tempat yang menggunakan nama Lhok di
pantai barat Atjeh adalah kota Lhok Nga. Lantas apa pentingnya sejarah Lhok
Nga. Bukan karena kota ini dekat Kota Radja (kini Banda Aceh) dan juga bukan
karena kota ini dekat ke (residentie) Tapanoeli, tetapi karena di kota ini
lahir seorang tokoh besar yang kemudian dikenal sebagai Soetan Mohamad Amin
Nasoetion.

ADVERTISEMENT
Nama Lhok Nga pada masa ini dijadikan sebagai
nama kecamatan di kabupaten Aceh Besar. Kecamatan Lhok Nga terdiri dari empat
mukim: Kueh, Lamihom, Lampuuk dan Lhok Nga. Ibu kota kecamatan Lhok Nga di
mukim Lhok Nga (terdiri dari empat desa yakni Lamkruet Lampaya, Mon Ikeun dan Weu
Raya). Dari nama-nama desa ini mengindikasikan asal-usul yang berbeda, Kota
Lhok Nga sendiri sudah lama adanya. Paling tidak pada era Hindia Belanda, kota
Lhok Nga dijadikan sebagai ibu kota dimana seorang Controleur berkedudukan.

Lantas
apakah ada sejarah Lhok Nga
? Seperti yang disebut di atas, pada era Hindia
Belanda sudah menjadi kota dimana Controleur berkedudukan. Itu berarti Lhok Nga
memiliki sejarah yang perlu dinarasikan. Lalu siapa
Soetan Mohamad Amin
Nasoetion
? Yang jelas dia adalah Gubernur provinsi Sumatra
Utara yang pertama yang kala itu masih terdiri dari tiga residentie (Tapanoeli,
Atjeh dan Sumatra Timur). Pada era Gubernur Abdoel Hakim Harahap muncul
perselisihan antara Atjeh dengan pusat (Djakarta) pada tahun 1953. Untuk
menentram Atjeh, tidak ada pejabat pemerintah yang berani ke Atjeh. Namun ketua
parlemen (ketua fralsi Masyumi di DPR) Zainoel Arifin Pohan ke Atjeh. Pemerintah
Pusat mengambil langkah strategis, Menteri Dalam Negeri menarik Abdoel Hakim
Harahap ke Kementerian Dalam Negeri untuk urusan otonomi daerah. Lalu Presiden
memanggil kembali mantan Gubernur Sumatra Utara
Soetan Mohamad Amin
Nasoetion untuk menggantikan Abdoel Hakim Harahap. Mengapa
? Bukan karena para pemimpin Atjeh benci Abdoel Hakim
Harahap, tetapi karena
Soetan Mohamad Amin Nasoetion bisa
berbahasa Atjeh dan memahami budaya Atjeh. Bagaimana bisa
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan
sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Lhok Nga dan Guru Mohamad
Taib

Sebelum
Perang Atjeh (1873) belum diidentifikasi nama Lhoknga. Yang sudah
diidentifikasi adalah nama kampong Raba, nama yang diduga menjadi asal-usul
nama sungai Krueng Raba. Setelah terjadi perang yang menghancurkan kraton dan
masjid Atjeh, daerah aliran sungai Krueng Raba diidentifikasi (Peta 1875).
Dalam peta ini pos (militer) Hindia Belanda diidentifikasi di muara sungai sisi
selatan yang berseberangan dengan kampong Lhoknga (sisi utara).

Pada Peta 1875 nama-nama kampong di pinggir
jalan (di belakang kampong Lhoknga) adalah adalah Baroe, Owi Raja, Lamkroet, Djikat
Toea, Lamniboeng, Tjoet dan Lampaja. Jalan tersebut menuju Kota Radja (nama
baru Kota Atjeh). Di daerah aliran sungai Krueng Raba, selain kampong Lhoknga
adalah kampong Moesang, Lamlom dan Raba. Pada Peta 1883 wilayah Kroeng Raba (IV
Moekim) masuk pada afdeeling Groote Atjeh (Aceh Besar).

Dalam
perkembangannya wilayah sekitar muara sungai Krueng Raba tersebut
diadministrasikan sebagai wilayah IV Moekim yang meliputi mukim-muki Lhoknga,
Koeh, Lamlon dan Lampoe Oek. Secara geografis wilayah IV Moekim ini ditandai
sebagai Kroeng Raba (posisi dimana pos militer Hindia Belanda). Dalam hal ini
IV Moekim sebagai nama wilayah dan Kroeng Raba sebagai ibu kota.

Pada Peta 1899 pos militer pemerintah Hindia
Belanda telah direlokasi dari area rawa ke seberang di kampong Lhoknga. Di
dekat pos militer ini ke arah pantai sudah diidentifikasi kantor pemerintah.
Ini mengindikasikan pejabat pemerintah (Controleur) telah ditempatkan di Lhoknga.
Nama wilayah area tidak lagi Kroeng Raba tetapi telah diidentifikasi sebagai
Lhoknga. Nama wilayah lama (IV Moekim) tidak muncul lagi yang ada adalah
Lhoknga. Nama kampong Lhoknga telah menjadi nama kota dan juga nama wilayah.
Nama Kroeng Raba selain tetap nama sungai dijadikan sebagai nama teluk (Kroeng
Raba Baai).

Pos
militer Lhoknga ini dipimpin oleh komandan berpangkat luitenant. Pada tahun
1899 komandannya adalah Luitenant JC Lamster (lihat Sumatra-courant : nieuws-
en advertentieblad, 27-05-1899).  Dalam
berita ini juga terindikasi bahwa kawasan pantai barat Grootr Atjeh tidak sehat
sedang berjangkit malaria. Untuk perawatan yang terkena malaria baik Eropa
maupun pribumi dipusatkan di Lhoknga. Ada usulan bahwa di Lhoknga perlu disegerakan
pendirian lembaga kesehatan (rumahsakit). Promosi pendirian itu sudah muncul
sebelumnya (lihat Deli courant 28-12-1898). Rumah sakit yang akan dibangun
adalah rumah sakit kelas lima (lihat De Preanger-bode, 05-05-1899). Kesatuan
militer di Lhoknga terdiri dari dua brigade (lihat De locomotief : Samarangsch
handels- en advertentie-blad, 15-05-1899).

Nama Lhoknga makin penting. Pembangunan jalan
dari Kota Radja ke Lhoknga akan dimulai (lihat Deli courant, 15-07-1899).  Usulan dari dewan juga telah disetujui Gubenur
untuk pembangunan trem dari Kota Radja ke Lhoknga (lihat Sumatra-courant :
nieuws- en advertentieblad 07-08-1899). Di Lhoknga juga telah ditetapkan sebagai
salah satu tempat stasion cuaca seperti pengukuran curah hujan (lihat Sumatra-courant
: nieuws- en advertentieblad, 03-07-1900). Ini mengindikasikan pembangunan
pertanian mulai akan dikembangkan di Lhoknga dan sekitar.

Setelah
yang terkait dengan primer sudah berjalan dengan baik (keamanan, kesehatan,
infrastryktur jalan dan pertanian) di Lhoknga mulai diperkenalkan pendidikan
dengan mendirikan sekolah atas dorongan dewan. Sekolah yang didirikan ini
adalah sekolah swasta bersubsidi terdiri dari program yang sama dengan sekolah
di Lam Njong dan memberikan hasil yang kurang lebih sama, Jumlah siswa tahun
pertama dihadiri oleh sekitar 25 siswa Aceh (lihat De Sumatra post, 02-08-1901).
Gurunya adalah Mohamad Taif. Pembukaan sekolah kelas dua di Lhoknga ini
bersamaan dengan di Seulimeun dan Sigli (lihat Algemeen Handelsblad 05-08-1901).

Salah satu putra Mohamad Taif lahir di Lhoknga.
Putra tersebut diberi nama Krueng Raba Nasution yang lahir di Lhoknga tanggal
22 Februari 1904. Mengapa nama Krueng Raba yang diberikan dan bukan Lhoknga
? Kelak setelah dewasa nama pemuda Krueng Raba
diganti dengan nama yang lebih Islami yakni
Mohammad Amin dengan gelar
Soetan dan marga Nasoetion.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Soetan Mohamad Amin Nasoetion,
Bukan Arek Soerobojo Tapi Arek Lhok Nga

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

31.12.2020
Sejarah

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (31): Societeit ‘Atjeh Club’, Organisasi Sosial Eropa-Belanda di Kota Radja; Organisasi Kebangsaan Indonesia

30.12.2020
Sejarah

Karikatur karya Johan Braakensiek tentang Mbok Indonesia, 1905-1920

29.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (30): Sejarah Pendidikan di Aceh Bermula di Singkil; Kisah Pendidikan Tinggi Anak-Anak Petinggi Asal Atjeh

29.12.2020
Next Post

Dipimpin Bang Sandi, News Value Parekraf Tambah Seksi

153.640 Mhz - CRG Sumberejo

Iklan

Recommended Stories

Pernah Angkut Mujahid 212, Bus NPM Padang Dipanggil Polda Metro Jaya

Air Terjun di Kabupaten Nganjuk

25.01.2018

Harian Asia Raya memberitakan janji Jepang untuk kemerdekaan Indonesia, 1944

24.07.2014

Menjadi Muslim Berkepribadian Menawan

24.08.2012

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?