Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Singapura (28): Nama Pulau Luzon di Filipina Era Portugis; Apakah Pendiri Kota Manila Radja Sulayman van Sumatra?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.12.2020
Reading Time: 51 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Singapura dalam blog ini Klik Disini
 

Nama
pulau Luzon adalah pulau terbesar di Filipina bagian utara. Nama Luzon sudah
dicatat oleh Mendes Pinto dalam bukunya (1535). Salah satu nama tempat
terpenting di pulau Luzon berada di teluk, Nama tempat ini di era Spanyol
dikenal sebagai Manilha. Orang-orang Spanyol sendiri berhasil menaklukkan pulau
Luzon pada tahun 1575. Kerajaan-kerajaan di pulau Luzon sudah sejak lama
menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan Aroe di pantai timur Suatra di
daerah aliran sungai Baroemoen.

ADVERTISEMENT
Dalam berbagai tulisan Indonesia disebut
pendiri Kota Manila (ibu kota Filipina) adalah Radja Sulayman yang berasal dari
Minangkabau. Tentu saja itu menarik dan karena itulah judul tulisan ini
dibentuk. Semakin menarik lagi, karena Kota Kualalumpur juga didirikan orang
yang berasal dari Sumatra di Angkola Mandailing (Tapanoeli). Yang pertama kali
menyebut Manila didirikan Radja Sulayman dari Minangkabau oleh Mochtar Naim
dalam desertanya bertema Merantau di universitas di Singapoera (1974). Semakin
menarik lagi, Mochtar Naim juga menyebut kerajaan Sulu di wilayah selatan
Filipina juga didirikan oleh Raja Baginda dari Minangkabau. Dalam situs-situs
orang Filipina, juga menyebut Kota Manila didirikan oleh Radja Sulayman, tetapi
mereka tidak menyebut sang raja berasal darimana.

Lantas
bagaimana sejarah awal Manila sendiri
? Apakah pendiri Kota Manila seperti yang disebut
Mochtar Naim adalah Radja Sulayman van Sumatra? Yang jelas hingga ini hari di pulau
Palawan, Filipina terdapat salah etnik penduduk suku Batac sementara kota besar
di utara Filipina disebut Batac City (Kota Batac). Lalu apakah etnik Batac di Filipina
(Palawan) berasal dari Tapanoeli?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
internasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya
sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi,
sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti
surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Nama Luzon dan Manila

Pelaut
Spanyol pada dasarnya sudah berada di Filipina pada tahun 1521 (sepuluh tahun
setelah Portugis menaklukkan Malaka). Orang Portugis sendiri baru tahun 1524
mengunjungi kota pelabuhan Boernai (yang kemudian nama pulau disebut pulau
Borneo). Diduga karena kalah bersaing dengan Portugis di Maluku, Spanyol
memperluas perdagangannya ke Filipina dan mendirikan koloni di San Miguel di
pulau Cebu pada tahun 1565. Orang-orang Portugis baru mencapai pulau Luzon di
teluk Manila pada tahun 1571.

Menurut sumber Cina, sebelum kedatangan orang
Spanyol, Manila berada di laut tenggara 300 mil dari Cina. Pedagang-pedagang
Cina lalu lalang antara Cina dan Manila (lihat Opmerkingen van den Chinees Ong
Hoe Hoe gedurende zijn verblijf in den Indischen Arcliipelago yang dimuat dalam
Tijdschrift voor Neerland’s Indie, 1852). Penampilan penduduknya memiliki
beberapa kemiripan dengan orang Cina. Pulau Luson (Lesong) kaya akan produk emas,
mutiara, kura-kura, kamper, sarang burung yang dapat dimakan, tripang, kayu
gubal dan kayu hitam serta ikan asin. Pada masa pemerintahan Beng orang Spanyol
merebut Manila dan membangun sebuah kota disana bernama Koo-toe yang terletak di
suatu pulau bagian luar teluk Manila. Mereka membentengi pulau Kang-Yit di
sebelah barat kota agar dapat menaklukkan semua yang dekat atau jauh. Pada masa
pemerintahan Kaisar Keen-lens, dari benteng, orang Eropa berambut merah (ras
orang asing yang mendiami sudut barat laut laut) datang tiba-tiba dengan
selusin kapal perang dan menyerang Manila.

Wilayah
kawasan laut Cina selatan ini sebelum kedatangan Portugis dan Spanyiol sudah
menjadi jalur navigasi perdagangan orang-orang Moor dari selat Malaka ke
Ternate melalui pantai utara Borneo terus melewati laut Celebes ke Mindanao dan
ke Ternate (Maluku) melalui semenanjung Celebes.

Mendes Pinto yang mengunjungi Kerajaan Aroe (Battak
Kingdom) dari Malaka pada tahun 1539 mencatat bahwa tentara Aroe terdiri dari tentara
Batak dan yang berasal dari Indragiri, Djambi, Borneo dan Luzon. Pasukan ini
diperkaya oleh orang-orang Moor. Orang Moor adalah pelaut berasal dari Afrika
Utara di laut Medieterania (kini Morocco dan Tnnisia) beragama Islam yang sebelum
bergeser ke pantai timur Sumatra dan Semenanjung Malaya sudah sejak lama
membentuk koloni di Gujarat, Surate dan Goa (pantai barat India). Orang Moor
yang pernah menaklukkan Portugis dan Spanyol pada era Dinasti Abbasiah dapat
dikatakan pendahulu (predecesson) orang Portugis dan Spanyol ke Hindia Timur.
Orang-orang Moor awalnya bermukim di tenggara Malaka di Muar (merujuk pada nama
Moor,, Moar dan Moear). Sedangkan di Malaka tempat bermukim orang-orang India.
Nama Malaka sendiri sebutan orang Moor untuk Malaya yang merujuk pada Himalaya,
Kota Malaya atau Malaka menjadi nama kota, dan nama Malaya menjadi nama wilayah
(semenanjung). Orang-orang Moor juga ada yang berada di pulau (pulau Moro di
Riau).

Sejak
adanya jalur perdagangan antara Malaka dan Ternate, kawasan pulau-pulau di timur
laut pulau Borneo (kini Filipina) terdapat pemukiman yang dikaitkan dengan
orang-orang Moor seperti pulau Paragoa (yang merujuk pada nama Goa di India, kini
pulau Palawan), pulau Panay (kota pelabuhan Panai di Kerajaan Aroe), kota
pelabuhan Amoerang (semenanjung Celebes) dan pulau Batachini del Moro (kini
pulau Halmahera) dan kepulauan di selatan Banda (kepualauan Aroe). Nama Maluku
diduga juga terkait dengan orang-orang Moor (merujuk pada nama Malaka). Orang
Portugis mengeja Malaka menjadi Malacca dan Maluku menjadi Molucca.

Sebagaimana diketahui pada sumber masa kini,
Gujarat, Suratte dan Goa jatuh ke tangan Portugis. Demikian juga Malaka dan
Maluku. Setelah semua pos-pos perdagangan yang penting orang-orang Moor
diambilalih orang Portugis barulah menyusul kedatangan orang-orang Spanyol. Kekuatan
Portugis atas Spanyol di Maluku menyebabkan orang Spanyol bergeser ke Filipina.
Boleh jadi pergeseran ini menjadi awal Spanyol membentuk koloni di Manado,
Sangir dan Talaud serta di pulau Cebu pada tahun 1565 dan di pulau Luzon
(Manila) pada tahun 1571.

Pada
tahun 1597 pelaut-pelaut Belanda dari Texel yang dipimpin Cornelis de Houtman tiba
di Hindia Timur dan sebelum pulang berkunjung ke Bali dan meninggalkan dua
pedaganganya. Pada tahun 1598 dari Utrecht pelaut Belanda berangkat mengikuti
jalur Magellan yang dipimpin oleh Oliver van Noort. Pada tahun 1601 tiba Dieven-Eylanden
en Manilha (lihat Hollands rijkdom, behelzende den oorsprong van den
koophandel, en van de magt van dezen staat., 1780). Disebutkan Oliver van Noort
mendapatkan keuntungan lebih dari Portugis yang datang untuk menyerangnya
dengan dua kapal perang yang besar. Dalam perjalanan pulang Oliver van Noort berlayar
ke Borneo (lihat Peta Oliver van Noort, 1601) dan dari sana ke Joartan, lalu ke
arah Balembouang (Blambangan) dan terus ke selatan mengelilingi Jawa dan lalu melanjutkan
perjalanannya, melewati Goode Hoop ke Belanda. Sejak itu pelaut-pelaut Belanda
melakukan revans terhadap pelaut-pelaut Portugis.

Pada tahun 1605 pelaut-pelaut Belanda yang
dipimpin oleh Steven van der Hagen tiba di Bali dan kemudian merangsek ke
Maluku dan menaklukkan Portugis di Amboina (benteng Voctoria dikuasai). Sejak
ini kekuatan Belanda semakin kuat di Maluku dengan mengusir Portugis dari
Banda. Pada tahun 1612 pelaut-pelaut Belanda kembali menaklukkan Portugis di
Timor. Portugis hanya tersisa di Ternate di (kepulauan) Maluku. Ternate
sebelumnya dikuasai Portugis setelah lebih dahulu mengusir Spanyol dari Ternate
(seperti disebut dia atas lalu Spanyol menyingkir ke Filipina). Kehadiran Belanda
dan banyaknya kemenangan Belanda disambut gembira oleh pedagang-pedagang Moor.
Pada tahun 1643 Belanda menaklukkan Portugis di Malaka dan kemudian kembali
Belanda menaklukkan Portugis di Ternate pada tahun 1657. Orang-orang Moor
kembali mendapat angin dan bekerjasama dengan pedagang-pedagang Belanda.
Portugis tersingkir dan satu-satunya pos perdagangan yang tersisa di Macao.
Belanda (VOC) menjadi satu-satunya kekuatan utama di Hindia Timur (minus
Spanyol di Filipina).

Dengan
terusirnya Portugis dari Hindia Timur oleh VOC (Belanda) orang-orang Moor
menjadi second striker dalam pedagangan domestik di Hindia Timur untuk saling
mendukung dengan pedagang-pedagang VOC. Koloni-koloni orang Moor yang diakusisi
oleh Portugis diambilalih kembali oleh orang-orang Moor seperti di selatan
Malaka, pantai utara Borneo, Paragoa, Mindanao, semenanjung Celebes dan
Halmahera. Orang-orang Moor yang beragama Islam mulai memasuki wilayah pantai
utara Jawa dan kepulauan Soenda Ketjil (terutama di Soembawa). Orang-orang Moor
juga mulai melakukan perlawanan (pembangkangan) terhadap orang-orang Spanyol di
Filipina (seputar kawasan Mindanao, pulau Parago dan kepulauan Soeloe).

Orang-orang Moor sudah sejak lama terputus
dengan kampong halaman di Afrika Utara. Musuh lama (Portugis dan Spanyol sudah
dientaskan Belanda). Orang-orang Moor 
sudah menganggap dirinya sebagai orang Hindia Timur daripada orang
Afrika Utara. Orang Moor di Jawa oleh penduduk pribui disebut sebagai Orang
Kodja dan orang Moor di Filipina disebut oleh penduduk pribumi sebagai Orang
Moro. Filipina menjadi terbagi dua wilayah penyebaran agama: di utara oleh
orang Spanyol agama Katolik dan di selatan oleh orang Moor agama Islam. Orang
Moro juga ditemukan di Halmahera (Morotai), di pantai timur Celebes (Morowali)
dan di pulau Karimun, Riau (pulau Moro).

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Raja Sulayman van Minangkabau
dan Etnik Batac van Kerajaan Aroe?

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

31.12.2020
Sejarah

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (31): Societeit ‘Atjeh Club’, Organisasi Sosial Eropa-Belanda di Kota Radja; Organisasi Kebangsaan Indonesia

30.12.2020
Sejarah

Karikatur karya Johan Braakensiek tentang Mbok Indonesia, 1905-1920

29.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (30): Sejarah Pendidikan di Aceh Bermula di Singkil; Kisah Pendidikan Tinggi Anak-Anak Petinggi Asal Atjeh

29.12.2020
Next Post

Armada KNIL Laut di tahun 1903

Tempat Nongkrong Asik Manjakan Lidah ini Namanya Cemara D’Balcony Cafe & Coffee

Iklan

Recommended Stories

Pernah Angkut Mujahid 212, Bus NPM Padang Dipanggil Polda Metro Jaya

Air Terjun di Kabupaten Nganjuk

25.01.2018

Harian Asia Raya memberitakan janji Jepang untuk kemerdekaan Indonesia, 1944

24.07.2014

Menjadi Muslim Berkepribadian Menawan

24.08.2012

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?