*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Riau di blog ini Klik Disini
Bengkali
di pulau Bengkalis. Pulau Bengkalis begitu dekat ke pantai timur pulau Sumatra.
Tidak diketahui seberapa tua nama Bengkalis. Namun namanya mirip-mirip dengan
nama kuno (pulau) Bangka. Yang jelas nama Bengkalis semakin penting ketika
Pemerintah Hindia Belanda pos perdagangan di Bengkalis. Pos ini pada tahun
1850an ditempatkan seorang Controleur untuk membantu Residen di Riouw (di
Tanjdjong Pinang, Bintan).

Siak Indrapora di pedalaman (Sumatra) di daerah aliran sungai Siak. Pada tahun
1863 Residen Riouw Netscher (mantan Residen Tapanoeli) bersama Controleur
Bengkalis berkunjung ke Laboehan di muara sungai Deli. Kunjungan ini atas restu
Soeltan Siak untuk menekan para pemimpin Batak dan pemimpin Atjeh di Deli. Kota-kota
pelabuhan di pantai timur sebelumnya telah diinvasi oleh Kesultanan Siak yang
lalu keumudian di kota-kota tersebut, terutama Laboehan (Deli) dan
Tandjoengpoera (Wampu) dianeksasi oleh Kesultanan Atjeh. Setelah kunjungan
Netscher ini, pada tahun 1864 ditempatkan seorang Controleur di Laboehan
(Deli). Dalam hubungan ini kemudian di Bengkalis status Controleur ditingkatkan
menjadi Asisten Residen.
Bagaimana
sejarah Bengkalis? Seperti disebut di atas bermula di Riau di
Tandjongpinang di pulau Bintan. Lantas bagaimana perkembangan selanjutnya? Perkembangan di Deli dan perkembangan di Siak
menyebabkan Bengkalis ditinggalkan. Ibu kota pantai timur Suatra direlokasi
dari Bengkalis ke Medan (Deli) dan wilayah Bengkalis diintegrasikan ke Siak
Indrapoera. Bagaimana bisa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Bengkalis di Riau
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir
Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





