*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Riau di blog ini Klik Disini
Seperti
di berbagai tempat, benteng VOC juga terdapat di pulau Bintan, Lantas mengapa
benteng di pulau Bintang dibangun? Yang jelas rancangan bangunan benteng di pulau Bintan
ini dibuat pada tahun 1791. Lokasi benteng yang dipilih bukan berada di
pemukiman Cina maupun pemukiman pribumi, tetapi di suatu area kosong di suatu
tanjung. Di Area benteng inilah terbentuk Kota Tanjung yang sekarang.

pedagangan di pulau Gontong di muara sungai Siak. Pos perdagangan ini didirikan
dalam rangka upaya para pedagang-pedagang VOC untuk melakukan transaksi
perdagangan di pantai timur Sumatra umumnya dan secara khusus di daerah aliran
sungai Siak. Pada tahun 1684 VOC mengirim utusan ke Kerajaan Pagaroejoeng.
Utusan ini melalui Malaka menyusuri sepanjang daerah aliran sungai Siak hingga
ke kraton Pagaroejoeng di pedalaman, Tujuan utusan ini adalah untuk mendapatkan
izin agar VOC dapat berdagang di daerah aliran sungai Siak. Besar dugaan iziin
diberikan yang menjadi alasan bagi VOC membangun pos perdagangan di pulau
Gontong. Namun pos perdagangan ini diserang sehingga pedagang-pedagang VOC
meninggalkannya.
Pebangunan
benteng adalah satu hal. Hal lain yang lebih penting adalah bagaimana area
dimana benteng berada menjadi cikal bakal kota Tanjungpinang. Lalu bagaimana kota
Tanjungpinang terbentuk? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Benteng Pulau Bintan
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


