Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Manado (35): Pulau Miangas di Talaud dan WA Sarapil dari Sangihe; Batas Filipina hingga Batas Kedaulatan Indonesia

Tempo Doelo by Tempo Doelo
19.09.2020
Reading Time: 21 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN

































































































































































































































































































RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Pulau Miangas: Dari Hindia
Belanda hingga Republik Indonesia

Sebuah
kapal perang besar melintas di sekitar pulau Miangas, tanpa berhenti, dan kapal
ini tidak dapat diidentifikasi berbendera apa. Itulah laporan penduduk yang
diteruskan ke Manado yang kemudian dilansir berbagai surat kabar di Hindia
Belanda. Soerabaijasch handelsblad, 28-01-1899: ‘Pada tanggal 12 September (1898)
kepulauan kepulauan Sangir dan Talaud dikunjungi (oleh pemerintah). Dari
penduduk diketahui bahwa dari kejauhan, terlihat dua kapal uap, salah satunya menurut
penduduk pulau Miangas adalah sebuah kapal perang besar telah berlayar di
sekitar pulau tetapi tanpa tetap disana; tidak ada tanda yang diperhatikan sebagai
sebuah bendera’.

ADVERTISEMENT

Pada bulan April 1898 terjadi perselisihan
antara Spanyol dan Amerika Serikat lalu dibawa ke perundingan. Pada tanggal 10
Desember 1898 sebuah perjanjian ditandatangani kedua belah pihak yang mana
Spanyol menyerahkan Filipina kepada Amerika Serikat. Pada fase transisi di
Filipina inilah pada bulan September diketahui dari penduduk bahwa sebuah kapal
perang melintas di sekitar pulau Miangas.

Pada
bulan Maret 1899 kapal (kapal angkatan laut) Hindia Belanda, HM Edi melakukan
kunjungan (semacam patroli di sekitar Residentie Manado) termasuk mengunjungi
pulau Miangas (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 05-08-1899). Dalam kunjungan ini,
komandan kapal turun ke darat dan bertemu dengan kepala kampong Miangas dan
kemudian kapal Hindia Belanda kembali melakukan perjalanan ke pulau-pulau
lainnya. Dalam pelayaran ke pulau Miangas ini, kapten kapal tidak mendapat keterangan
dari penduduk tentang pengungsi Spanyol. Dalam hal ini, bahwa kapal-kapal yang
berlayar di sekitar perairan Miangas (bulan September 1898) diduga merupakan
dua kapal pengungsi (Spanyol) sedangkan kapal perang yang melintas lebih dekat
ke pulau Miangas diduga adalah kapal perang Amerika Serikat.

Kepemilikan pulau ini sudah ada jauh
sebelumnya perjanjian antara Spanyol dan Hindia Belanda. Namun muncul
perselisihan (sengketa). Yang menjadi pangkal perkara adalah komandan militer
Mindanao (Filipina) Jenderal Vood pada bulan Januari 1906 berkunjung ke pulau Palmas.
Dia menemukan di pulau Palmas dikibarkan bendera tricolor (Hindia Belanda). Sang
jenderal meminta bendera tricolor diturunkan dan diganti bendera Amerika
Serikat. Mengapa
?

Jenderal Wood tidak salah. Sebab yang menjadi
pedomannya adalah peta yang dibawanya dimana di dalam peta disebut pulau Palmas
adalah bagian yang diserahkan Spanyol kepada Amerika Serikat. Lalu berita itu
mencuat dan menjadi viral. Sebab Pemerintah Hindia Belanda pulau Palmas (dalam
peta Spanyol-Amerika Serikat) adalah pulau Miangas. Dalam hal ini pulau yang
sama dikenal dua versi (Palmas vs Miangas). Hal inilah yang diduga sebab
mengapa terjadi pada bulan September 1898 pengungsi Spanyol ingin ke pulau
Palmas yang kemudian lalu dihalangi oleh kapal perang Amerika Serikat. Dalam
hal ini dapat disimpulkan dalam peta-peta yang dimiliki Amerika Serikat, pada
peta itu Spanyol mengidentifikasi Palmas sebagai bagian dari Filipina. Bagi
Pemerintah Hindia Belanda sudah begitu jelas di masa lapau (sebelum kehadiran
Amerika Serikat). Lalu masalah ini masuk dalam nota diplomatik,

Pada
bulan Oktober 1909 surat kabar Manila Times memberitakan permasalahan pulau
Palmas-Miangas ini (lihat Algemeen Handelsblad, 18-11-1909). Disebutkan bahwa Departemen
Luar Negeri Amerika menanggapinya secara dingin, yang berpendapat bahwa Miangas
dan Palmas mungkin adalah dua pulau yang berbeda.

Adanya klaim Hindia Belanda atas pulau Miangas
setelah kasus Jenderal Wood pada tahun 1906, pejabat Amerika Serikat, McDeeling
segera merespon dengan segera meminta klarifikasi yang diperlukan di Madrid
(ibu kota Spanyol), sementara instruksi dikirim ke Manila agar setiap tindakan
kedaulatan dan untuk membatalkan kunjungan jenderal (Wood) ditunda ke pulau itu
selama masalah itu sedang diselidiki. Pihak Pemerintah Hindia Belanda bagaimana
kelanjutannya, tidak diketahui apakah Spanyol telah menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh Amerika Serikat hingga muncul permasalahan baru pada tahun 1909
ketika kepala kampong Miangas kembali diminta memakai lencana dan bendera Amerika
Serikat (dan menyimpan bendera tricolor) ketika pada bulan itu datang kapal Amerika
ke pulau.

 

Berdasarkan catatan pers (Hindia) Belanda, bahwa
secara tradisional dan secara historis (menurut buku yang ditulis Francois
Valentijn, 1724) pulau ini masuk di bawah (kerajaan( Ternate yang merupkan gugu
pulau-pulau Talaud. Pembangunan kanipong Miangas dimulai pada tahun 1892 atas
perintah penjaga pos di Liroeug kepada Djogoegoe dari Kepulauan Nanoesa  (Talaud), dimana pulau itu berada. Lalu seorang
kapten laut (semacam sjahbandar) telah ditunjuk yang kemudian berinisiatif agar
di kanipong tersebut rumah-rumah yang terpencar-pencar disatukan dala
perkampongan (Miangas). Setelah 1895, otoritas Belanda semakin intens ke pulau
ini yakni melakukan vaksinasi penduduk hingga tahun 1900. Pada bencana gempa
tahun 1904 pemerintah telah memberikan bantuan kepada penduduk Miangas. Menurut
gambaran tahun 1905 di pulau ini terdapat sebanyak 40 rumah di sepanjang
kanan-kiri jalan kampong. Di kapong ini bendera tricolor dikibarkan. Lalu pada
tahun 1906 muncul kasus Jenderal Wood. Pada akhir tahun 1906 asisten residen
Sangir en Talaud mengunjungi pulau ini. Sampai bulan April 1909 tidak ada
permasalahan di pulau Miangas hingga kemudian muncul permasalahan yang kedua ketika
kapal Amerika Serikat datang dan lencana dan bendera Amerika Serikat
menggantikan Hindia Belanda.

Tampaknya
klaim dua pihak atas pulau (Palas atau Miangas) belum tuntas dan terus
mengambang. Seorang ahli bahasa Dr. N. Adriani mengomentarasi bahwa pulau itu dianggap
milik Residentie Manado (lihat Algemeen Handelsblad, 14-03-1910). Dr. N.
Adriani yang tinggal di Poso (Midden Celebes) yang pernah meneliti
bahasa-bahasa Sangir-Talaud menunjukkan bahwa penduduk pulau Miangas berbahasa
murni bahasa Talaud, Lantas bagaimana kelanjutan kasus pulau Miangas. Surat
kabar di Belanda mengutip kantor berita Reuter di Manila.

De Tijd : godsdienstig-staatkundig dagblad, 27-04-1911:
‘Reuter dari Manila: Menurut laporan dari Djolo, Belanda akan mengambilalih
pulau Palmas atau Miangas, menurunkan bendera Amerika Serikat dan mengganti tricolor
Belanda. Dalam hal ini Amerika Serikat diyakini tidak akan memprotes, karena
pulau itu dianggap tidak berharga. Dari Washington dikomunikasikan oleh Reuter:
Pemerintah Amerika Serikat tidak menerima laporan tentang pulau Palmas, tetapi
dicatat dari sisi resmi bahwa selain dari pertanyaan sentimen, tidak ada bedanya
bendera apa yang berkibar disana. Sejak 1906, perselisihan telah tertunda
antara Amerika Serikat dan Belanda atas kepemilikan pulau Palmas atau Miangas,
yang terletak di timur ujung selatan pulau Mindanao. Jenderal Wood, sebagai
gubernur militer Mindanao pada tahun 1908 menemukan dalam kunjungannya ke
Palmas bahwa bendera Belanda sedang dikibarkan disana. Belakangan karena yakin
bahwa pulau itu adalah salah satu aset di Laut Selatan yang diserahkan kepada
Amerika Serikat oleh Spanyol, dia telah mengeluarkan lencana dan bendera Amerika
Serikat untuk mengulangi kunjungan ini setelah Agustus 1906 kepada kepala kampung
di Palmas. Untuk ini dia menambahkan jika sebuah kapal datang untuk mengibarkan
bendera tersebut. Akibat kejadian ini, Pemerintah Belanda menyampaikan wacana
kepada pihak Amerika Serikat. Selama ini, adsisteut resideden kepulauan Sangir
en Talaud rutin mengunjungi pulau Palmas. Sampai April 1909 tidak ada yang
istimewa untuk disebutkan, ketika kepala kampong Miangas muncul lagi dengan bendera
Amerika, yang telah dikibarkannya sekali. Ini diambil darinya seperti
sebelumnya dan diserahkan kepada pemerintah. Menanggapi pertanyaan itu, Manila
Times kemudian sudah mengumumkan bahwa dalam perselisihan tersebut keputusan
dari sebuah komite bersama akan menguntungkan kami (Hindia Belanda), namun
tampaknya perselisihan tersebut belum juga diselesaikan, memberitahu pejabat
Amerika Serikat untuk klarifikasi telah diminta di Madrid tentang masalah ini. Memang
ada pertukaran pandangan diplomatik dengan pemerintah Amerika Serikat tentang
kedaulatan atas pulau Palmas. Tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat
diberikan untuk saat ini. Mengingat apa yang telah dicatat dalam masalah ini,
tampaknya tidak mustahil bagi kita (Belanda) bahwa beberapa pegawai-pejabat Amerika
Serikat akan mengulangi seperti yang pernah dilakukan Jenderal Wood dan atas
kemauannya sendiri mengibarkan bendera Amerika Serikat di pulau yang masih
disengketakan itu. Seperti pada tahun 1906 dan 1909, permainan ini akan
mengakibatkan bendera Amerika Serikat disusul hingga menunggu keputusan akhir,
mengenai kepemilikan Samudra Pasifik kecil ini sebagai pulau terpencil dengan
penduduk kurang dari 500 jiwa. Jika keputusan tentang masalah tersebut telah
ditunda begitu lama, mungkin disarankan untuk mengajukan pertanyaan tersebut
kepada keputusan Pengadilan Aibitiage’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

BISA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH ADALAH TERMASUK NIKMAT

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Wajah masyarakat sekitar Rawas

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Wajah masyarakat sekitar Rawas

Iklan

Recommended Stories

Doa Rasulullah SAW

01.03.2017
Alamat Lengkap Bank BNI Di Seluruh Yogyakarta

Alamat Lengkap Bank BNI Di Seluruh Yogyakarta

18.05.2017
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?