*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Manado dalam blog ini Klik Disini
Pada masa ini ada empat kabupaten yang
menggunakan nama Bolaang Mongondow, yakni: Kabupaten Bolaang Mongondow (ibu
kota di Lolak); Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (di Tuluyan); Kabupaten Bolaang
Mongondow Selatan (di Molibagu); dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (di
Boroko). Empat kabupaten ini plus Kota Kotamobagu pada awalnya satu wilayah
administratif (eks suatu wilayah kerajaan pada masa lampau).

pantai utara Celebes dari Toli Toli hingga Manado adalah satu wilayah
genealogis. Pada era Poertugis, disebut Raja Tolitoli adalah bersaudara dengan
Raja Boeol, Raja Manado, Raja Bolaang dan Ratu Kaidipan. Penduduk
kerajaan-kerajaan ini berbeda dengan pendududk Minahasa yang berpusat di
Tondano. Pada era Peerintah Hindia Belanda, Kerajaan Bolaang Mongondow masih
eksis dan baru berakhir pada 1927. Orang-orang Belanda menyebut Bolaang Mongondow
sebagai Mutiaran di Noord Celebes.
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Lantas bagaimana sejarah awal Bolaang Mongondow? Yang jelas Kerajaan Boloang Mongondow cukup
lama eksis. Lantas
bagaimana Kerajaan Bolaang Mongondow berakhir? Itulah menariknya sejarah Bolaang Moengondow. Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, sejarah adalah narasi fakta dan data, Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.
Sejarah
seharusnya memiliki permulaan dan sejarah adalah narasi fakta dan data. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Bolaang Mongondow
Tunggu deskripsi lengkapnya
Berakhirnya Kerajaan Bolaang Mongondow
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





