Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Manado (6): Kiai Maja di Minahasa dan Sentot Ali Basya ke Padang; Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol, 1837

Tempo Doelo by Tempo Doelo
24.08.2020
Reading Time: 21 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































 

RELATED POSTS

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Manado dalam blog ini Klik Disini
 

Dalam sejarah Manado dan sejarah awal Minahasa
paling tidak ada tiga tokoh pribumi yang penting, yakni Kiai Madja, Pangeran
Diponegoro dan Tuanku Imam Bondjol. Tiga tokoh ini diasingkan ke Manahasa. Kiai
Madja dan Pangeran Diponegoro berjuang melawan Pemerintah Hindia Belanda dalam
Perang Jawa (1825-1830) dan Tuanku Imam Bondjol berjuang melawan Pemerintah
Hindia Belanda di Sumatra (Perang Padri 1822-1837).

ADVERTISEMENT
Pada
tanggal 12 November 1828, Kiai Modjo dan para pendukung ditangkap di Sleman.
Sebagai tahanan Kiai Modjo diinternir ke Batavia, Kiai Modjo sempat meminta
kepada mantan anak dididiknya Pangeran Diponegoro dan Sentot Ali Basya untuk
menyerah saja karena satu alasan: Pemerintah Hindia Belanda tidak bermaksud
memerangi agama. Pesan ini tampaknya diikuti Sentot Ali Basya tetapi tidak oleh
Pangeran Diponegoro. Kiai Modjo kemudian diasingkan ke Ambon yang kemudian
dipindahkan ke Tondano, Minahasa. Seentara itu, Sentot Ali Basya yang sudah
bekerjasaa dengan Pemerintah Hindia Belanda dikirim ke pantai barat Sumatra untuk
membantu militer dala memerangi kaum padri. Pangeran Diponegoro akhirnya
berhasil ditangkap dan diasingkan ke Manado–yang menurut berbagai tulisan–tiba tanggal 12 Juni 1830. Sentot
Ali Basya di pantai barat kemudian membelot untuk membantu pasukan Padri yang
dipimpin oleh Tuanku Imam Bondjol. Setelah Tuanku Imam Bondjol ditangkap tahun
1837 lalu dibuang ke Tjiandjoer kemudian dipindahkan ke Ambon dan selanjutnya dipindahkan
ke Minahasa.

Lantas mengapa tokoh-tokoh pejuang melawan
Pemerintah Hindia Belanda ini diasingkan ke Manado, Minahasa
? Apakah Minahasa tempat terasing? Tentu saja
tidak, karena kehadiran Belanda di Manado dan Minahasa sudah sejak lama, sejak
era VOC. Namun demikian menarik untuk mempelajari hubungan tokoh-tokoh pejuang
tersebut dengan Manado dan Minahasa.
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber
disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Kiai Madja Diasingkan di Minahasa

Kiai Madja setelah ditangkap 12 November 1828
dalam perkembangannya diinternir ke Batavia. Kiai Madja meminta Pangeran
Diponegro dan Sentot Ali Basya untuk menyerah saja karena menurutnya Pemerintah
Hindia Belanda tidak berperang dalam konteks agama. Surat Kiai Madja, sebagai mediasi
yang dikirimkan dari Batavia kepada Pangeran Diponegoro untuk berdamai dijawab
dengan negatif (lihat Drentsche courant, 07-07-1829). Untuk mengejar batas
waktu ultimatum tanggal 6 April, Residen Djogjakarta Kolonel Nahuys melakukan
komunikasi dengan Pangeran Diponegro.

Kolonel
Nahuys adalah Residen pertama di Soeracarta. Sehubungan dengan pembentukan
cabang Pemerintah Hindia Belanda di Djogjakarta, Nahuys dipindahkan ke
Djogjakarta. Saat permulaan pemerintahan di Djogjakarta inilah terjadi
perlawanan yang dilancarkan oleh Pangeran Diponegoro. Paralel dengan di
Djogjakarta, wilayah Manado (Minahasa) dipisagkan dari Residentie Ternate dan
kemudian dibentuk Residentie Manado en Gorontalo pada tahun 1824 berdasarkan
surat keputusan Peerintah Hindia Belanda tangga 12 Juni 1824 No. 1 (Staatsblad
No 28a). Beberapa tahun sebelumnya, pasca pendudukan Inggris (1819) Pemerintah
Hindia Belanda membentuk cabang pemerintahan di pantai barat Sumatra dengan ibu
kota di Tapanoeli (sementara Inggris masih memiliki pengaruh di Padang). Lalu
pada tahun 1821 mulai bentrok antara militer Belanda dengan pasukan Padri di
Pagaroejoeng. Setelah Traktat London 1824 (tukar guling antara Bengkoeloe dan
Malaka) ibukota Residentie Sumatra’s Wesrkust dipindahkan ke Padang. Sejak itu
perselisihan antara Pemerintah Hindia Belanda dan kaum Padri terus meningkat).

Namun komunikasi ini deadlock. Pangeran
Diponegoro menyatakan bahwa dia sama sekali tidak menginginkan campur tangan
Kiai Modjo. Sementara itu dua saudara dari pemberontak terkenal Mangkoe
Diningrat sekarang telah menyerah, dan Ali Bassa sudah melakukan diskusi dengan
Jenderal de Koek (lihat Opregte Haarlemsche Courant, 28-07-1829).

Pada
bulan Februari isyarat Pangeran Diponegoro sudah ada (lihat Opregte Haarlemsche
Courant, 03-07-1830). Disebutkan Jenderal de Kock dan kemudian Gubernur
Jenderal van den Bosch akan ke Jawa. Dalam berita ini juga disebutkan Sentot
yang masih muda telah menyatakan dirinya sepenuhnya mendukung pemerintah Hindia
Belanda, dan telah menawarkan dirinya untuk pergi dengan pasukan Hindia Belanda
ke Banca. Dalam berita ini juga disebutkan bahwa Kiai Madja telah dikirim ke
Ambon.

Kapan Kiai Madja dikirim ke Ambon tidak diketahui
secara pasti. Berdasarkan berita-berita yang ada diperkirakan setelah akhir
tahun 1829 dan sebelum bulan Februari 1830. Diduga setelah keberangkatan ke
Ambon, semua peninggalan Kiai Modja dilelang (lihat Javasche courant, 23-02-1830).
Disebutkan akan dilakukan lelang di Djocjokarta, pada awal bulan berikutnya,
senjata yang dirampas pada tanggal 12 November 1828 saat ditangkap Kiai Modjo,
berupa berbagai macam kris yang disepuh emas, perak dan swassa.

Nama
Pangeran Diponegoro, Kiai Madja dan Sentot Ali Basya begitu terkenal. Tidak
hanya di Hindia Belanda tetapi juga di Belanda. Pada bulan Februari 1831
lukisan ketiganya dibuat dalam bentuk cetakan dan beredar di Belanda (lihat
Nederlandsche staatscourant,             14-02-1831).
Disebutkan cetakan itu atas nama Mayor de Stuers, Ajudan Letnan Jenderal de
Koek diproduksi oleh CG Sulpke, Amsterdam.

Dalam perkembangannya, Kiai Madja dan 62 orang
pengikutnya dipindahkan dari Ambon ke Manado. Namun tidak lama kemudian Kiai
Madja dan pengikutnya direlokasi ke Tondanio (Minahasa) sehubungan dengan akan
diasingkannya Pangeran Diponegoro ke Manado. Pangeran Diponegoro sudah berada
di benteng Menado, kota dimana Residen Pietermaat berkedudukan (lihat Journal
de La Haye, 31-05-1831).

Tidak
diketahui secara pasti kapan Kiai Madja dan pengikutnya dipindahkan dari Ambon
ke Manado, dan juga tidak diketahui secara pasti kapan mereka dipindahkan dari
Manado ke Tondano. Juga tidak diketahui secara pasti kapan Pangeran Diponegro
tiba di Manado. Hanya disebutkan bahwa Pangeran Diponegoro diangkut dari
Celebes (Makassar) dengan kapal korvet Pollux ke Manado yang didampingi oleh
Ajudan Gubernur Jenderal, Knaele, seorang perwira yang tergabung dalam kru
korvet bahwa ajudan ini telah mendapatkan kepercayaan penuh dari Diponegoro
yang akan menghabiskan seluruh hari bersamanya untuk mengumpulkan keterangan
penting yang tidak diketahui pada peristiwa-peristiwa yang mendahului dan
menyertai perang terakhir ini. Juga disebutkan perwira muda ini memiliki bakat
luar biasa jika berhubungan dengan penduduk pribumi.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Minahasa: Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bondjol

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

31.12.2020
Sejarah

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (31): Societeit ‘Atjeh Club’, Organisasi Sosial Eropa-Belanda di Kota Radja; Organisasi Kebangsaan Indonesia

30.12.2020
Sejarah

Karikatur karya Johan Braakensiek tentang Mbok Indonesia, 1905-1920

29.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (30): Sejarah Pendidikan di Aceh Bermula di Singkil; Kisah Pendidikan Tinggi Anak-Anak Petinggi Asal Atjeh

29.12.2020
Next Post
Keindahan Laut Taman Nasional Karimunjawa yang Menakjubkan di Jawa Tengah

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Gunung Talang dan Supayang

Alun-Alun Surya Kencana, Lanskap Indah Hamparan Sabana & Edelweiss

Iklan

Recommended Stories

Innalillah, Gambar Satelit Ini Buktikan Militer Myanmar Bakar Desa Rohingnya

Staycation Swiss-Bellin Singkawang, Santai dan Relax

28.11.2019
Ketua GP Ansor Minta Maaf Atas Kegaduhan, Tapi Tidak Soal Pembakaran Bendera

Ketua GP Ansor Minta Maaf Atas Kegaduhan, Tapi Tidak Soal Pembakaran Bendera

24.10.2018

Rich Dad, Poor Dad

19.10.2015

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?