Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bogor (28): Mengapa Ada Jalur Kereta Api Ruas Bogor ke Bandung via Sukabumi? Kopi, Teh, Kina, Ternak, Land

Tempo Doelo by Tempo Doelo
27.09.2019
Reading Time: 13 mins read
0
ADVERTISEMENT



false
IN



























































































































































*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bogor dalam blog ini Klik Disini

Dalam rencana
awal (1863), jalur kereta api (pulau) Jawa adalah Batavia ke Buitenzorg dan
dari Batavia melalui Poerwakarta ke Bandoeng terus ke Jogjakarta. Namun dalam
perkembangannya tidak demikian. Ruas pertama yang dibangun adalah ruas Semarang-Ambarawa
(selesai 1869). Masih dalam rencana awal (1863) ruas Batavia-Buitenzorg akan
dibangun melalui sisi timur sungai Tjiliwong dari Batavia via Bekasi ke Buitenzorg
melalui Tjibinong. Namun dalam perkembangannya ruas yang kedua dibangun adalah Batavia-Meester
Cornelis (selesai 1870).

Rencana jalur kereta api (1863)

Tahap berikutnya, jalur kereta api yang
dibangun adalah ruas terusan Semarang ke Solo dan seterusnya ke Jogjakarta.
Setelah jalur Solo, ruas selanjutnya yang dibangun adalah ruas Meester
Cornelis-Buitenzorg (selesai 1873). Ruas sisi barat sungai Tjiliwong ini
awalnya melalui Tandjoeng (Tandjoeng Barat, Tjinere, Sawangan dan Bodjoenggede
baru ke Buitenzorg), namun dalam perkembangannya melalui Lenteng Agoeng, Pondok
Tjina, Depok dan Pondok Terong baru ke Bodjonggede.

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Lantas mengapa
rencana awal cenderung berubah dengan kenyataannya. Itu semua karena
pertimbangan ekonomi dan bisnis. Namun perubahan rencana menjadi kenyataan juga
dipengaruhi oleh perimbangan efisiensi secara teknis dan efisiensi secara
ekonomis. Dalam hal ini, lalu mengapa muncul tiba-tiba jalur ruas Buitenzorg-Bandoeng
via Soekaboemi dan Tjiandjoer? Tentu saja masih menarik untuk diketahui, Untuk
itu mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’
seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan
sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil
kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini
tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang
lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah
disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih
menekankan saja*.
 
Wabah Ternak

Pada tahun 1879
penyakit ternak muncul di land Simplicitas (Pondok Laboe). Sebanyak 108 ekor
sapi di land Simplicitas mati (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en
advertentie-blad, 22-01-1879). Penyakit ternak yang bermula di land Simplicitas
segera menyadi wabah (epidemik).
Residen Batavia telah mengumumkan ke
publik di land PE Godefroy di Simplicitas terjadi wabah runderpest (veetyphus)
yang menyebabkan kematian sapi (lihat Arnhemsche courant, 26-02-1879). Land
Simplicitas tidak hanya mengalami penyakit hewan (yang pertama) dan telah
menyebar ke land-land lainnya, juga muncul penyakit demam bagi penduduk.
Menurut pemilik land Simplicitas, lahannya yang memiliki penduduk 10.000 orang
terdapat kasus demam sekitar 300 orang. Sudah ditangani dokter dan telah
menempatkan tiga dokter Djawa (lihat 
Bataviaasch handelsblad, 01-03-1881).
Wabah penyakit
ternak semakin lama semakin meluas tidak hanya di sekitar daerah aliran sungai
Tjiliwong tetapi juga sudah menyebar di daerah aliran sungai Bekasi, sungai
Tjitaroem dan sungai Tangerang/sungai Tjisadane. Penyakit ternak juga ditemukan
di daerah aliran sungai Tjianten dan sungai Tjikaniki. Kekhawatiran pemerintah
semakin menjadi-jadi sementara obat yang tepat belum ditemukan. Pemerintah
khawatir akan mempengaruhi produktivitas pertanian karena ternak kerbau dan
sapi digunakan untuk mengolah sawah dan menarik pedati untuk transportasi barang.
Kopi, Teh, Kina
Pada tahun 1879
di Preanger terjadi booming kopi. Sebanyak 330.000 picol kopi yang seharusnya diangkut
ke pelabuhan (Chirebon dan Batavia via Buitenzorg) masih tertumpuk di gudang
sebanyak160.000 picol. Gerobak pedati tidak cukup untuk mengangkut semuanya.
Untuk menambah jumlah kendaraan pedati bagi pengusaha transportasi pedati
(semacam PO pada masa ini) tidak mudah karena jumlah ternak kerbau dan sapi
terbatas karena bersaing dengan kebutuhan petani untuk mengolah lahan.
Pemerintah merasa khawatir pengangkutan kopi akan terkendala lebih-lebih adanya
wabah penyakit ternak. Mendatangkan kerbau dari Batavia dan sekitar menjadi
sulit karena kerbau dan sapi sudah banyak yang terbunuh karena wabah.
Meski moda transportasi kereta api dari
Buitenzorg ke Batavia sudah beroperasi sejak 1873, kenyataannya ongkos angkut
melalui penggunaan pedati masih lebih murah jika dibandingkan dengan keeta api
barang (tidak reguler). Oleh karenanya konvoi pedati dari Preanger langsung
menuju Batavia via Padalarang, Tjisaroea dan Buitenzorg.  
Dalam
perkembangannya, setelah sukses komoditi teh, volume kina yang dihasilkan
lambat laun semakin tinggi. Perkebunan kina tidak hanya di Preanger tetapi juga
sudah meluas hingga ke Buitenzorg. Kopi, teh dan kini menjadi andalan komoditi
ekspor dari wilayah Preanger dan Buitenzorg. Kebutuhan moda transportasi angkutan
barang semakin tinggi. Namun kendalanya pengadaan jumlah kendaraan baru tidak
mudah.
Intensitas yang tinggi penggunaan moda
transportasi pedati dari Preanger dan Buitenzorg ke Batavia lambat laun telah
memberi dampak buruk terhadap kualitas jalan raya. Kesulitas angkutan di jalan
raya semakin terasa di waktu musim hujan. Sejumlah titik menjadi momok bagi
para crew pedati. Beberapa titik yang menakutkan yang sering membuat pedati terguling
ke jurang ditemukan di wilayah puncak, ketakutan yang lain juga ditemukan di
wilayah barat sungai Tjiliwong di titik cekungan antara land Pondok Tjina dan
land Srengseng dimana pedati krap terbenam di lumpur. Titik cekungan basah ini
kini dikenal sebagai tanjakan UI.
Pemilik Land
Wilayah
Batavia, Residentie Batavia khususnya di Afdeeling Buitenzorg terdiri dari
tanah-tanah partikelir (land). Land terjauh dari Batavia adalah land Tjiesaroe
ke arah timur, land Pondok Gede (kini Cigombong) ke arah selatan dan land
Djasinga ke arah barat. Para pemilik land memiliki kekuatan politik tersendiri
yang dapat head to head dengan pemerintah Hindia Belanda.
Pemilik land yang berada di hilir dari
yang lain kerap menanggung beban eksternalitas karena jalan-jalan raya yang
melalui land mereka rusak parah akibat semakin tingginya intensitas pedati yang
berasal dari hulu. Ruas jalan raya yang melalui land menjadi tanggungjawab
pemilik land dalam soal perawatan. Kualitas jalan raya di dalam land semakin
menjadi-jadi dengan semakin meningkatnya arus komoditi dari Preanger yang
melalui wilayah Buitenzorg. Protes dari para pemilik land juga mulai
bermunculan.
Intensitas moda
angkutan pedati yang tinggi dari Preanger dan kekuatan politik pemilik land di
Afdeeling Buitenzorg, Residentie Batavia menjadi pemicu munculnya gagasan untuk
membangun jalur kereta api Batavia-Bandoeng dengan membangun baru ruas Buitenzorg
(Batavia) dan Bandoeng (Preanger).
Tunggu
deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Biografi Al Mizzi, Yusuf bin Abdurrahman Abul Hajjaj

Biografi Al Mizzi, Yusuf bin Abdurrahman Abul Hajjaj

Biografi Al Mizzi, Yusuf bin Abdurrahman Abul Hajjaj

Biografi Al Mizzi, Yusuf bin Abdurrahman Abul Hajjaj

Iklan

Recommended Stories

TIDAK BOROS DAN TIDAK PULA KIKIR DALAM BERINFAK

19.07.2018

Tips Jitu Memulai Waralaba

10.11.2009
Kejelekan-Kejelekan Nasyid

Kejelekan-Kejelekan Nasyid

17.11.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?